7 Penyebab Bayi Muntah Tanpa Demam yang Perlu Mama Ketahui

Pastikan Mama memahaminya agar si Kecil tetap nyaman.

4 Desember 2021

7 Penyebab Bayi Muntah Tanpa Demam Perlu Mama Ketahui
Freepik/Indylooker

Selain demam, hal yang cukup membuat orangtua baru khawatir adalah jika si Kecil mengalami muntah.

Seberapapun banyaknya, tetap saja membuat Mama berpikir apakah ada yang salah dengan si Kecil.

Tetapi, Mama memang harus beradaptasi dengan hal ini. Karena, banyak hal yang bisa menjadi faktor pencetus anak mengalami muntah.

Beberapa kejadian bahkan tanpa disertai demam. Sisi positifnya, si Kecil hanya perlu beristirahat dan menghindari pencetus muntahnya.

Berikut ini beberapa faktor pencetus yang dapat membuat si Bayi muntah, yang sudah dirangkum oleh Popmama.com dari Healthline.com.

1. Si Kecil muntah karena mengalami kesulitan saat makan karena belum terbiasa

1. Si Kecil muntah karena mengalami kesulitan saat makan karena belum terbiasa
Photodiod / Freepik

Si Kecil harus belajar segalanya dari awal, termasuk menemukan cara agar ia bisa memastikan makanannya tertelan dengan baik.

Seiring dengan gumoh, anak Mama mungkin akan mengalami muntah sesekali setelah diberi makan. Ini paling sering terjadi pada bulan pertama kehidupannya.

Tenang, Ma. Itu terjadi karena perut bayi masih belajar mencerna. Mereka juga harus belajar untuk tidak menelan susu terlalu cepat atau menerima makanan secara berlebihan.

Muntah setelah menyusui biasanya berhenti setelah bulan pertama. Berikan si Kecil lebih sering tetapi dengan jumlah yang lebih sedikit untuk membantu menghentikan muntahnya.

Jika si Kecil sering muntah atau muntah dengan jumlah yang tidak biasa, segera konsultasikan pada dokter anak.

2. Flu perut atau gastroenteritis juga bisa dialami oleh bayi

2. Flu perut atau gastroenteritis juga bisa dialami oleh bayi
Babycenter

Flu perut atau gastroenteritis adalah penyebab umum muntah pada bayi dan anak-anak. Bayi mungkin mengalami siklus muntah yang datang dan pergi ini selama sekitar 24 jam.

Gejala lain yang juga bisa menyertainya selama 4 hari atau lebih seperti:

  • Diare ringan
  • Cepat marah dan mudah menangis
  • Nafsu makan menurun
  • Kram perut dan nyeri

Ini biasanya disebabkan oleh virus yang hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar seminggu.

Pada bayi yang mengalami gastroenteritis parah dapat menyebabkannya mengalami dehidrasi.

Segera hubungi dokter anak jika si Kecil mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti:

  • Kulit, mulut, atau mata kering
  • Rasa kantuk yang tidak biasa
  • Tidak ada popok basah selama 8 hingga 12 jam
  • Tangisan yang lemah
  • Menangis tanpa air mata

Editors' Picks

3. Si Kecil mengalami pilek dan juga flu karena sistem kekebalan yang masih berkembang

3. Si Kecil mengalami pilek juga flu karena sistem kekebalan masih berkembang
thebump.com
Penyakit tifus pada bayi

Bayi Mama saat ini masih sangat mudah terserang pilek dan flu karena sistem kekebalan mereka masih terus berkembang.

Tetapi si Kecil mungkin hanya akan mengalami pilek hingga tujuh kali dalam satu tahun pertamanya saja.

Pilek dan flu dapat menyebabkan gejala yang berbeda pada setiap bayi. Seiring dengan pilek, si Kecil mungkin juga mengalami muntah tanpa demam.

Terlalu banyak lendir di hidung bisa menyebabkan tetesan air dari hidung ke tenggorokan. Hal ini dapat memicu serangan batuk kuat yang terkadang menyebabkan muntah pada bayi dan anak-anak.

Seperti pada orang dewasa, pilek dan flu pada bayi bisa hilang setelah sekitar satu minggu.

4. Adanya infeksi yang terjadi pada telinga bayi

4. Ada infeksi terjadi telinga bayi
Pexels/Burst

Infeksi telinga adalah penyakit umum lainnya yang terjadi pada bayi dan anak-anak. Penyebabnya karena tabung telinga mereka lebih horizontal daripada orang dewasa.

Jika si Kecil mengalami infeksi telinga, ia mungkin akan mengalami mual dan muntah tanpa demam.

Hal ini terjadi karena infeksi telinga dapat menyebabkan pusing dan membuatnya kehilangan keseimbangan.

Gejala lain dari infeksi telinga pada bayi meliputi:

  • Nyeri pada satu atau kedua telinga
  • Menarik atau menggaruk pada atau di dekat telinga
  • Pendengaran teredam
  • Diare

Sebagian besar infeksi telinga pada bayi dan anak-anak hilang tanpa pengobatan.

Namun, penting juga untuk menemui dokter anak jika si Kecil ternyata membutuhkan antibiotik untuk membersihkan infeksi.

5. Suhu yang terlalu panas dan dehidrasi

5. Suhu terlalu panas dehidrasi
pexels/rodnae productions

Ma, memakaikan pakaian atau selimut lucu pada bayi memang menyenangkan karena ia jadi terlihat lebih menggemaskan. 

Tetapi ada baiknya Mama juga memastikan kalau ia cukup nyaman dengan hal tersebut. Jika si Kecil merasa terlalu panas, tubuh mungilnya akan mengeluarkan keringat.

Ini dapat menyebabkan ia dehidrasi dan memicunya untuk muntah. Suhu yang terlalu panas juga dapat menyebabkan si Kecil kelelahan.

Beberapa ciri yang terlihat dari gejala ini seperti:

  • Kulit pucat dan lembap
  • Cepat marah dan menangis
  • Sering mengantuk

Untuk menghindarinya, pastikan si Kecil menggunakan baju yang nyaman dan jauh dari sinar matahari yang menyengat.

Mama juga bisa memberikan si Kecil air minum untuk mendinginkan suhu tubuhnya.

6. Mabuk perjalanan saat bepergian dalam waktu yang lama

6. Mabuk perjalanan saat bepergian dalam waktu lama

Bayi di bawah usia dua tahun biasanya tidak mengalami mabuk perjalanan atau mabuk kendaraan, tetapi beberapa bayi mungkin saja mengalaminya.

Mereka bisa muntah setelah bepergian dengan mobil atau berputar-putar. Terutama jika mereka baru saja selesai makan. 

Ini juga lebih mungkin terjadi setelah si Kecil mengalami sakit perut karena kembung, gas, atau sembelit.

Bau yang menyengat, jalan berangin atau bergelombang juga bisa membuatnya pusing.

Rasa mual ini memicu lebih banyak air liur, sehingga Mama akan melihatnya mengeluarkan air liur lebih banyak sebelum akhirnya muntah.

Bantu anak cegah mabuk perjalanan dengan bepergian ketika ia akan tidur. Jaga kepala mereka tertopang dengan baik di car seat agar tidak terlalu banyak bergerak.

Selain itu, hindari mengemudi setelah memberi si Kecil susu dalam jumlah yang banyak.

7. Intoleransi pada produk-produk susu

7. Intoleransi produk-produk susu
Freepik/rawpixel.com

Jenis intoleransi susu yang langka disebut galaktosemia. Itu terjadi ketika bayi lahir tanpa enzim tertentu yang dibutuhkan untuk memecah gula dalam susu.

Beberapa bayi dengan kondisi ini bahkan sensitif terhadap ASI.

Faktanya, hal ini dapat menyebabkan si Kecil mual dan muntah setelah minum susu atau produk turunan susu apa pun. Ini juga dapat menyebabkan ruam kulit atau gatal-gatal pada bayi.

Jika si Kecil mengonsumsi susu formula, periksa bahan untuk produk susu, termasuk protein susu.

Sebagian besar bayi baru lahir diperiksa untuk mengetahui apakah mereka memiliki kondisi langka ini.

Jika anak Mama mengalaminya, pastikan ia benar-benar terhindar dari susu dan turunannya untuk menghentikan muntah atau gangguan kesehatan lainnya.

Itulah 7 penyebab bayi muntah tanpa demam, Ma. Segera konsultasikan ke dokter jika si Kecil mengalami tanda-tanda bahaya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.