5 Pertolongan Pertama saat Bayi Diare dan Muntah-Muntah

Salah satunya adalah memberikan air minum yang cukup agar bayi tidak mengalami dehidrasi

20 Oktober 2021

5 Pertolongan Pertama saat Bayi Diare Muntah-Muntah
Freepik/user18526052

Diare merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada bayi. Biasanya diare pada bayi disertai dengan mual, sakit perut dan muntah-muntah. Hal ini biasanya terjadi karena adanya perubahan pola makan.

Diare pada bayi juga umumnya disebabkan oleh infeksi seperti gastroenteritis yang juga dikenal sebagai penyakit perut atau tummy bug. Gastroenteritis merupakan suatu kondisi ketika usus mengalami infeksi. Kondisi ini biasanya dapat sembuh dengan perawatan sendiri di rumah.

Namun, ada kemungkinan penyebab lain dari diare yang dialami bayi, seperti keracunan makanan, infeksi usus besar, dan dehidrasi. Jika bayi diare disertai dengan suhu tubuh yang sangat tinggi atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, sebaiknya hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Nah, kali ini Popmama.com akan membahas mengenai pertolongan pertama yang dapat Mama lakukan jika bayi mengalami diare dan muntah-muntah. Langsung saja simak informasinya ya, Ma!

1. Berikan air minum untuk mencukupi kebutuhan cairannya

1. Berikan air minum mencukupi kebutuhan cairannya
Freepik/valuavitaly

Hal sederhana yang dapat Mama lakukan saat bayi mengalami diare adalah dengan memberikan si Kecil air minum yang cukup. Sering berikan air minum pada bayi, namun berikan sedikit demi sedikit agar tidak kembung.

Bayi yang mengalami diare dan muntah-muntah bisa mengalami kekurangan cairan dalam tubuhnya. Oleh karena itu, bayi membutuhkan cairan yang cukup untuk mencegah ia mengalami dehidrasi. 

Editors' Picks

2. Biarkan bayi mendapatkan istirahat yang cukup

2. Biarkan bayi mendapatkan istirahat cukup
Freepik/freepik

Bayi yang mengalami diare biasanya akan rewel hingga ia kelelahan dan lesu. Oleh karena itu, setelah mendapatkan cairan yang cukup, biarkan bayi mendapatkan istirahat yang cukup. Mama bisa meletakkan mangkuk atau ember di dekat tempat tidur bayi untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu bayi ingin muntah.

3. Hindari memberikan makanan padat

3. Hindari memberikan makanan padat
Pexels.com/AMSW Photography

Jika bayi mengalami muntah-muntah secara terus menerus, sebaiknya jangan dulu memberikan makanan padat untuk bayi. Mama bisa memberikan ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Setelah melalui 8 jam tanpa muntah-muntah, bayi baru boleh mendapatkan makanan padat secara bertahap. Mama bisa memberikan makanan yang mudah dicerna seperti sereal dan roti.

4. Jangan memberikan sembarang obat

4. Jangan memberikan sembarang obat
Pexels.com/Polina Tankilevitch

Setiap orangtua pasti akan sangat khawatir jika buah hatinya jatuh sakit. Karena panik, sebagian orangtua langsung memberikan obat untuk menyembuhkan bayi dari sakitnya. Hal ini sebaiknya dihindari karena tidak semua obat dapat dikonsumsi oleh bayi.

Banyak sekali obat diare untuk anak-anak yang dijual bebas. Namun, sebaiknya jangan menggunakan obat apapun tanpa pengawasan dokter. Perlu Mama ketahui bahwa beberapa obat justru dapat memperburuk kondisi bayi.

5. Jaga kebersihan untuk menghindari penyebaran infeksi

5. Jaga kebersihan menghindari penyebaran infeksi
Pixabay/Zukunftssicherer

Bayi bisa mengalami diare dan muntah-muntah karena infeksi bakteri yang dapat menyebar. Oleh karena itu, sebaiknya Mama sering cuci tangan dengan sabun dan air setelah menangani muntah pada bayi. 

Selain itu, cuci pakaian atau tempat tidur apapun yang terkena kotoran atau muntah di tempat yang terpisah dengan baju lain untuk menghindari bakteri menyebar ke seluruh anggota keluarga. Bersihkan juga dudukan toilet, gagang flush, keran air, dan gagang pintu secara rutin.

Nah itulah pertolongan pertama yang dapat Mama lakukan jika si Kecil mengalami diare dan muntah-muntah. Jika gejala diare tak kunjung sembuh, sebaiknya periksakan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.