Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Hindari Mendorong Nasi dengan Kuah saat Suapi Anak, Ini Dampaknya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Anak jadi cepat kenyang, membuat lambung terisi cairan dan mengganggu proses makan.

  • Menghambat tumbuh kembang anak karena asupan nutrisi berkurang.

  • Tidak mengenal cara mengunyah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Proses belajar makan pada anak memang membutuhkan waktu, terutama saat si Kecil masih mengunyah makanan dengan durasi yang cukup lama. Untuk membantunya, sebagian orangtua memilih memberikan makanan berkuah agar lebih mudah ditelan dan proses makan berlangsung lebih cepat.

Bahkan, tidak sedikit Mama yang mendorong nasi menggunakan kuah atau air putih agar makanan segera habis. Kebiasaan yang terdengar sepele ini, ternyata dapat berdampak buruk pada anak.

Apa saja dampak buruknya?

Berikut, Popmama.com siapkan rangkuman mengenai dampak buruk mendorong nasi dengan kuah saat suapi anak.

1. Anak jadi cepat kenyang

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Dokter Spesialis Anak, Dimple Gobind Nagrani, menjelaskan bahwa orangtua tidak disarankan menambahkan air atau kuah di setiap suapan hanya agar anak makan lebih cepat. Kebiasaan tersebut dapat membuat lambung anak cepat terisi cairan sehingga timbul rasa kenyang.

Saat anak minum atau mendapatkan banyak kuah di sela-sela suapan, kapasitas lambungnya yang masih kecil akan lebih dulu terisi cairan. Akibatnya, anak merasa kembung dan tidak ingin melanjutkan makan.

"Kami tidak menyarankan untuk memberikan air minum di setiap suapan karena anaknya pasti akan kenyang. Bayangkan kita sedang lapar, terus kita minum air satu gelas, kembung duluan," ujar dr. Dimple Gobind Nagrani, Sp.A.

2. Menghambat tumbuh kembang

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Ketika anak cepat merasa kenyang karena air atau kuah padahal belum mengonsumsi makanan yang cukup, asupan nutrisinya akan berkurang.

Apabila kebiasaan ini terjadi terus-menerus, hal tersebut dapat memengaruhi berat badan anak, menurunkan daya tahan tubuh, serta menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.

3. Tidak mengenal cara mengunyah

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Apabila orangtua terbiasa mendorong makanan dengan air atau kuah pada setiap suapan, anak akan kesulitan belajar mengunyah.

Kebiasaan ini membuat anak tidak tahu cara mengolah makanan di mulut secara mandiri.

4. Mengganggu proses belajar

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Proses mengunyah bukan sekadar aktivitas makan, tetapi juga bagian penting dari pembelajaran motorik dan sensori. Saat anak mengunyah, ia secara aktif melatih otot-otot rahang, bibir, dan lidah.

Selain itu, anak belajar mengenali tekstur, rasa, dan konsistensi makanan, yang membantu mereka mengembangkan preferensi makan sehat dan kebiasaan makan mandiri. Jika proses belajar ini terganggu, misalnya karena orang tua mendorong makanan dengan air atau kuah agar cepat habis, anak tidak mendapatkan stimulasi yang cukup.

Akibatnya, kemampuan mengunyahnya tidak berkembang optimal, keterampilan sensori berkurang, dan anak bisa kesulitan menyesuaikan diri dengan berbagai jenis makanan saat memasuki tahap makan yang lebih kompleks.

5. Tersedak

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Jika orangtua mendorong makanan ke mulut bayi agar cepat habis, risiko tersedak bisa meningkat.

Hal ini terjadi karena makanan mungkin belum sepenuhnya halus atau belum dikunyah dengan baik, sementara anak sudah dipaksa menelan.

Apa yang Perlu Dilakukan saat Anak Makan Sedikit karena Mengunyahnya Lama?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bila anak makan sedikit karena mengunyah lebih lama, orang tua tidak perlu mendorong makanan dengan air atau kuah. Ada beberapa cara yang bisa terapkan.

  1. Berikan jeda sebelum makan lagi
    Jika anak makan sedikit karena mengunyah lama, beri jeda puasa sekitar 2–3 jam sebelum makan berikutnya. Pastikan anak benar-benar lapar saat makan berikutnya, agar ia mau mengonsumsi makanan dengan baik. Jeda ini membantu anak belajar mengenali rasa lapar dan kenyang secara alami.

  2. Terapkan waktu makan yang jelas
    Batasi waktu makan anak sekitar 30 menit. Artinya, anak hanya diberi kesempatan untuk makan selama setengah jam. Jika dalam waktu itu anak tidak mau menghabiskan makanan, sesi makan dihentikan.

  3. Jangan paksa makan terlalu lama
    Memaksa anak makan satu atau dua jam justru akan mengacaukan jadwal makannya. Anak bisa merasa stres atau bosan, dan masalah seperti  gerakan tutup mulut (GTM) menjadi sulit diatasi.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai dampak buruk mendorong nasi dengan kuah saat suapi anak. Yuk, hindari kebiasaan ini, Ma!

Editorial Team