Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Dampak Makan sambil Menonton Layar terhadap Emosi Anak Menurut Studi

Dampak Makan sambil Menonton Layar terhadap Emosi Anak Menurut Studi
Freepik
Intinya sih...
  • Kebiasaan makan sambil menonton berkaitan dengan suasana hati anak
  • Paparan layar saat makan memengaruhi kesadaran emosional anak
  • Interaksi saat makan berperan dalam kesehatan mental anak
  • Membiasakan makan tanpa layar membantu membangun rutinitas sehat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di rumah, tidak sedikit anak yang terbiasa makan sambil menonton televisi atau gadget. Bagi sebagian orangtua, kebiasaan ini sering dianggap wajar karena anak terlihat tenang dan lebih mudah diajak makan.

Namun, di balik kebiasaan tersebut, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makan sambil menonton berkaitan dengan cara anak merasakan suasana hati dan emosi dalam keseharian. Aktivitas yang terlihat sederhana ini dapat memengaruhi fokus, kesadaran saat makan, hingga keterlibatan emosional anak.

Agar Mama dapat memahami dampak kebiasaan ini secara lebih menyeluruh, Popmama.com merangkum mengenai dampak makan sambil menonton layar terhadap emosi anak menurut studi.

Yuk, disimak!

Kebiasaan Makan sambil Menonton Berkaitan dengan Suasana Hati Anak

Anak perempuan sedang makan sambil menonton di laptop
Freepik

Makan sambil menonton televisi atau gadget sering kali membuat anak terlihat tenang. Namun, di balik itu, aktivitas menonton termasuk kegiatan pasif yang minim keterlibatan emosional. Anak menerima rangsangan visual tanpa benar-benar berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Menurut jurnal BMJ Open (Wagnild & Pollard, 2021), aktivitas menonton televisi dikaitkan dengan kemungkinan yang lebih rendah untuk merasakan afek positif dibandingkan aktivitas lain. Afek positif merujuk pada perasaan senang, bersemangat, dan puas yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mental.

Kondisi ini tidak berarti menonton secara langsung menimbulkan emosi negatif. Namun, saat kebiasaan makan sambil menonton terjadi terlalu sering, anak berisiko kehilangan momen makan sebagai waktu berinteraksi, mengenali rasa, dan membangun keterhubungan emosional dengan orang sekitar.

Bagi orangtua, temuan ini menjadi pengingat bahwa suasana hati anak tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang ditonton, tetapi juga oleh bagaimana aktivitas sehari-hari dijalani. Mendampingi anak makan tanpa layar dapat membantu menciptakan pengalaman makan yang lebih sadar dan bermakna secara emosional.

Paparan Layar saat Makan Memengaruhi Kesadaran Emosional Anak

Kedua anak laki-laki tersebut sedang makan sambil bermain tablet
Freepik

Saat anak makan sambil menonton televisi atau gadget, perhatian cenderung teralihkan pada layar. Anak menjadi kurang menyadari sinyal tubuh dan emosi yang muncul selama makan, seperti rasa lapar, kenyang, atau perasaan nyaman.

Penelitian dalam Appetite Journal (Robinson et al., 2017) menunjukkan bahwa makan sambil menonton dapat menurunkan kesadaran terhadap aktivitas makan itu sendiri. Ketika perhatian terbagi, otak tidak sepenuhnya memproses pengalaman makan, termasuk emosi yang menyertainya.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat anak kurang terlatih mengenali dan mengekspresikan perasaan. Anak mungkin sulit memahami apakah sedang merasa lelah, bosan, atau sedih karena terbiasa mengalihkan perhatian ke layar saat makan.

Oleh karena itu, orangtua perlu menyadari bahwa waktu makan bukan sekadar mengisi energi, tetapi juga momen penting bagi anak untuk belajar mengenali tubuh dan emosinya. Menghadirkan suasana makan tanpa gangguan layar dapat membantu anak lebih peka terhadap apa yang dirasakan.

Interaksi saat Makan Berperan dalam Kesehatan Mental Anak

Anak perempuan sedang makan sambil menonton lewat smartphone dan headphone
Freepik

Waktu makan sejatinya bisa menjadi ruang interaksi sederhana antara anak dan orangtua. Obrolan ringan, respons terhadap cerita anak, hingga ekspresi wajah yang hangat membantu anak merasa diperhatikan dan dihargai.

Dalam Journal of Adolescent Health (Elgar et al., 2013), suasana makan bersama keluarga dikaitkan dengan kondisi emosional yang lebih stabil pada anak dan remaja. Interaksi positif saat makan berperan dalam membangun rasa aman dan kedekatan emosional.

Sebaliknya, ketika perhatian orangtua dan anak sama-sama teralihkan oleh layar, kesempatan untuk membangun koneksi emosional menjadi berkurang. Anak mungkin tetap makan, tetapi kehilangan momen untuk berbagi perasaan atau pengalaman sehari-hari.

Bagi orangtua, menciptakan suasana makan tanpa gangguan layar bukan berarti harus selalu penuh obrolan serius. Kehadiran yang hangat dan responsif sudah cukup membantu anak merasa didengar dan didukung secara emosional.

Membiasakan Makan tanpa Layar Membantu Membangun Rutinitas Sehat

Kedua anak laki-laki tersebut sedang makan di meja sambil main gadget
Freepik

Membatasi penggunaan televisi atau gadget saat makan dapat menjadi langkah kecil untuk menjaga kesehatan mental anak. Rutinitas makan tanpa layar membantu anak lebih fokus pada makanan, suasana sekitar, dan interaksi dengan orangtua.

Studi dalam Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity (Pearson et al., 2017) menyebutkan bahwa kebiasaan makan dengan penuh perhatian berkaitan dengan kesejahteraan emosional yang lebih baik. Anak yang terbiasa makan tanpa distraksi cenderung memiliki kontrol diri dan kesadaran emosi yang lebih baik.

Perubahan kebiasaan ini tidak harus dilakukan secara drastis. Orangtua dapat memulainya dengan menetapkan waktu makan tertentu sebagai waktu bebas layar, misalnya saat makan malam bersama. Konsistensi perlahan membantu anak beradaptasi tanpa merasa tertekan.

Dengan menciptakan rutinitas makan yang lebih sadar dan tenang, orangtua turut berperan dalam mendukung kesehatan emosional anak sejak dini, sesuai dengan temuan penelitian yang menekankan pentingnya kualitas aktivitas sehari-hari.

Itulah pembahasan mengenai dampak makan sambil menonton layar terhadap emosi anak menurut studi. Melalui pemahaman ini, orangtua diharapkan dapat lebih bijak mendampingi anak saat waktu makan agar kesehatan fisik dan emosional anak tetap terjaga sejak dini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

1 Sdt Berapa Gram? Cari Tahu Jawaban Lengkap Mengenai Konversi Takaran

02 Jan 2026, 15:05 WIBBig Kid