8 Vaksin yang Perlu Diberikan untuk Bayi Usia 6 Bulan ke Atas

Pemberian vaksin itu perlu Ma, agar si Kecil tidak mudah terserang penyakit

19 Desember 2018

8 Vaksin Perlu Diberikan Bayi Usia 6 Bulan ke Atas
Pixnio

Setiap manusia memang memiliki kekebalan tubuh atau sistem imun yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus dan bakteri penyebab penyakit. Namun, sistem imun bisa melemah kapan pun, sehingga tidak cukup kuat untuk melindungi tubuh dari serangan virus dan bakteri.

Pemberian vaksin atau imunisasi dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan timbulnya penyakit.  Apalagi untuk anak-anak dan bayi berusia di atas 6 bulan yang sangat rentan terserang virus dan bakteri yang bisa membahayakan tubuh.

Setidaknya ada 8 vaksin yang perlu diberikan untuk bayi berusia 6 bulan atau lebih agar tidak mudah terserang penyakit. Apa saja ya kira-kira? Langsung simak rangkuman yang dibuat Popmama.com ini yuk Ma.

1. Polio 

1. Polio 
Flickr/UNICEF Pakistan

Polio, mungkin Mama sudah tidak asing lagi dengan penyakit yang menyerang anak-anak ini dengan kelumpuhan. Polio disebabkan oleh virus yang ada pada saluran pencernaan dan tenggorokan, virus ini dapat menular dan menyebabkan kematian juga lho, Ma.

Tapi jangan khawatir, penyakit ini bisa dicegah dengan pemberian vaksin secara berkala. Ada dua jenis imunisasi polio yang wajib diberikan.

Pertama, si Kecil perlu mendapatkan imunisasi polio oral atau oral polio vaccine (OPV) pada saat baru dilahirkan, usia  2, 3, dan 4 bulan.

Kedua, imunisasi polio suntik atau inactivated polio vaccine (IPV) yang diberikan saat si Kecil usia 18 bulan. Setiap anak setidaknya harus mendapat satu dosis IPV sebagai penguat (booster).

2. DTP (Difteri, Pertusis, dan Tetanus)

2. DTP (Difteri, Pertusis, Tetanus)
Pixnio

Pemberian vaksin DPT dilakukan sebanyak lima kali, sejak anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun. Ada tiga pemberian, pertama saat si Kecil berusia 2, 3, dan 4 bulan. Kemudian pemberian selanjutnya pada usia 18 bulan, dan pemberian yang terakhir pada usia 5 tahun.

Dosis yang diberikan yakni satu kali suntikan setiap jadwal imunisasi. Setelahnya, dianjurkan untuk melakukan booster setiap 10 tahun.

Imunisasi ini sangat diwajibkan untuk balita. Sebab, vaksin DPT dapat melindungi si Kecil dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus yang memiliki risiko tinggi penyabab kematian.

 3. Campak

 3. Campak
Pixnio

Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyebar melalui udara saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Siapapun memang bisa terkena campak, tetapi penyakit ini lebih sering menyerang si Kecil.

Untuk mengatasinya, berikan vaksin campak pada si Kecil saat usia 9 bulan, dan vaksin booster saat usianya 5-7 tahun ya Ma. Selain itu, penyakit campak juga bisa dicegah dengan vaksin MMR.

Baca juga: Vaksinasi Wajib untuk Anak 1-3 Tahun

4. MMR (Mumps, Measles, Rubella)

4. MMR (Mumps, Measles, Rubella)
Pixnio

Pada umumnya vaksin MMR diberikan sebanyak 2 kali Ma, yakni pada dosis optimal saat si Kecil berusia 12-18 bulan. Lalu dosis booster atau penguat yang diberikan saat si Kecil memasuki usia sekolah atau sekitar 5-6 tahun.

Pemberian vaksin MMR ini akan memicu sistem imun untuk menghasilkan antibodi, agar nantinya tubuh si Kecil siap untuk melawan virus rubella, campak, dan gondong.

Editors' Picks

5. Pneumokokus

5. Pneumokokus
Pixabay/12019

Vaksin pneumokokus atau PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) berfungsi untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau disebut juga bakteri pneumokokus.

Vaksin ini sangat diperlukan untuk si Kecil yang memiliki risiko tinggi terserang bakteri pneumokokus. Sebab, bakteri pneumokokus lebih sering menyerang anak usia kurang dari 5 tahun dan usia di atas 50 tahun.

Vaksin pneumokokus untuk si Kecil diberikan dalam 3 kali dosis dasar dan 1 kali dosis boosting. Menurut anjuran IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), sebaiknya vaksin diberikan saat usia di bawah 1 tahun dengan dosis 3 kali, yaitu pada usia 2, 4 dan 6 bulan. Dan 1 kali dosis boosting pada usia 12-15 bulan.

6. Varisela

6. Varisela
archive.defense.gov

Vaksin varisela dapat diberikan sebanyak 1 kali setelah si Kecil berusia 12 bulan. Bila diberikan pada anak berusia di atas 13 tahun atau pada orang dewasa, maka pemberian vaksin akan dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak 4 - 8 minggu.

Jika si Kecil sudah mendapatkan vaksin varisela, ia akan memiliki risiko lebih rendah terkena cacar air. vaksin varicella ini sangat membantu karena tingkat efektivitasnya dalam mencegah penyakit cacar air sampai 85%. Sekalipun si Kecil mengalaminya, biasanya tidak akan parah. Meski hanya penyakit ringan, cacar air juga bisa berkembang menjadi penyakit yang serius lho, Ma.

7. Influenza

7. Influenza
Pxhere

Influenza atau flu adalah penyakit inveksi virus akut dan menular yang menyerang saluran pernapasan.  Meski terlihat sepele, ternyata flu dapat memicu masalah besar bagi sebagian orang. Penyakit ini dapat menular melalui udara dan kontak fisik dengan penderitanya. 

Perkembangan virus influenza sangat cepat, terlebih bagi si Kecil yang berusia 6 bulan hingga 5 tahun. Penyakit ini bisa dicegah dengan pemberian vaksin influenza. Vaksin ini bekerja sekitar dua minggu untuk menciptakan antibodi dalam tubuh dan melawan virus influenza.

World Health Organization and Centers for Disease Control and Prevention menganjurkan, vaksin flu diberikan saat si kecil berusia di atas 6 bulan dan sebaiknya diulang setiap satu tahun sekali.

8. Hib

8. Hib
Pixabay/PhotoLizM

Bakteri haemophilus influenzae type b (Hib) bisa menyebabkan penyakit serius seperti meningitis, pneumonia, dan epiglotitis yang berpotensi menimbulkan kecacatan bahkan kematian.

Lebih dari 90 persen infeksi bakteri Hib terjadi pada si Kecil yang berusia di bawah 5 tahun. Dan angka kejadian tertinggi terdapat pada bayi berusia 6-12 bulan.

Pemberian vaksin ini sangat dianjurkan untuk si Kecil yang berusia dibawah 5 tahun. Sebab, bayi dan balita sangat rentan terhadap penyakit akibat infeksi bakteri Hib. Menurut IDAI, pemberian vaksin Hib pada si Kecil sebaiknya dilakukan secara bertahap saat si Kecil berusia 2, 3, dan 4 bulan. Untuk dosis booster diberikan pada usia 15-18 bulan.

Namun, jika si Kecil alergi akibat suntikan vaksin Hib sebelumnya atau sedang sakit dan kurang sehat, sebaiknya vaksin ini tidak diberikan.

Nah, itulah Ma 8 vaksin yang perlu diberikan untuk si Kecil saat usianya menginjak 6 bulan. Vaksin digunakan sebagai pencegah penyakit, jangan sampai Mama melewatkan jadwal pemberian vaksin si Kecil ya.

Baca juga: Fakta praktisnya pakai vaksin kombinasi