Selain Praktis, Ini Alasan Mama Sebaiknya Pilih Vaksin Pentabio

Ketahui apa manfaat dan efek samping imunisasi pentabio disini!

17 Desember 2018

Selain Praktis, Ini Alasan Mama Sebaik Pilih Vaksin Pentabio
Youtube.com/ DoctorsCircle

Vaksinasi atau disebut juga imunisasi, adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut.

Begitu pula dengan imunisasi pentabio. Imunisasi ini terdiri dari lima jenis vaksin untuk mencegah penyakit – penyakit yang tentunya berbahaya bagi si Kecil.

Imunisasi pentabio ini disuntikkan di dalam otot paha atas bagian luar dengan dosis obat sebesar 0.5 ml. Pemberian vaksin ini diberikan pada saat bayi berusia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan. Kemudian pemberian vaksin kembali diberikan saat anak berumur 18 bulan hingga 3 tahun.

Apa sih vaksin pentabio ini?

Manfaat Imunisasi Pentabio

Manfaat Imunisasi Pentabio
Npr

Vaksin pentabio adalah jenis vaksin kombo, atau gabungan beberapa jenis vaksin untuk diberikan dalam satu kali suntikan. Vaksin ini menjadi solusi praktis untuk Mama yang tak ingin bayinya disuntik berkali-kali.

Adapun lima jenis vaksin pada imunisasi pentabio adalah untuk mencegah penyakit berikut ini:

1. Difteri

Seperti kita ketahui, penyakit difteri termasuk jenis penyakit menular yang sangat berbahaya dan sempat mewabah di Indonesia. Penyakit ini menyebabkan infeksi pada bagian tenggorokan atau selaput lendir pada saluran pernapasan.

Penyakit ini awalnya memang serupa dengan seperti penyakit pilek, batuk atau flu biasa, termasuk peradangan di amandel pada beberapa anak. Namun jika tidak dirawat dengan baik, penyakit ini bisa menjadi sangat berbahaya. Infeksi ini dapat berkembang sangat cepat hingga memicu kematian.

2. Pertusis

Pertusis merupakan penyakit batuk rejan yang sangat parah. Bayi yang mengalami infeksi ini membutuhkan perawatan yang tepat karena dapat memicu komplikasi dan sangat menular. Dampak komplikasi pertusis adalah dehidrasi, infeksi telinga, pneumonia, gangguan pada sistem syaraf, dan gangguan syaraf otak.

3. Tetanus

Bakteri clostridium tetani merupakan bakteri yang menyebabkan terjadinya infeksi tetanus. Bakteri ini bisa berasal dari kotoran hewan yang kemudian bisa memicu infeksi jika masuk ke dalam tubuh melalui luka tusukan atau luka yang dalam dan tidak dirawat dengan baik.

Bakteri ini bisa menghasilkan racun yang berbahaya untuk tubuh. Bahkan, pada infeksi yang sangat parah, dapat menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan bernapas, kejang otot, detak jantung sangat kuat, dan pneumonia.

4. Hepatitis B

Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyerang organ hati dan sangat menular. Infeksi hepatitis B ini bisa terjadi selama enam bulan dengan gejala yang ringan dan seringkali tidak terlihat serius.

Namun melewati enam bulan pertama, penyakit tersebut berkembang sangat cepat. Bahkan, hepatitis B termasuk penyakit infeksi kronis yang bisa bertahan seumur hidup dan bisa memicu komplikasi serius seperti kanker hati.

5. Influenza

Penyakit yang disebabkan oleh virus influenza ini, bisa menyebabkan beberapa gejala seperti batuk, flu, demam, sakit kepala dan membuat bayi jadi sangat rewel. Penyakit ini rentan dialami oleh anak berumur dibawah dua tahun.

Walau kelihatannya bukan penyakit yang parah, namun jangan anggap sepele penyakit ini ya Ma, karena influenza bisa menjadi penyakit serius yang berkembang menjadi infeksi pneumonia. Karena itu, pemberian vaksin influenza juga sangat penting.

Editors' Picks

Efek Samping Imunisasi Pentabio

Efek Samping Imunisasi Pentabio
DoctorsCircle

Walaupun imunisasi pentabio termasuk jenis imunisasi kombo, namun Mama tak perlu khawatir mengenai keamanan vaksin ini. Efek samping imunisasi atau kejadian ikutan pasca imunisasi pun sangat ringan, seperti:

  • Bengkak 

Peradangan atau bengkak pada bagian bekas suntikan termasuk jenis efek samping yang sangat ringan sehingga Mama tidak perlu panik. Atasi bengkak dan merah pada bekas suntikan dengan mengompresnya menggunakan handuk yang sudah direndam dalam air hangat selama beberapa kali hingga bengkak hilang.

  • Demam tinggi

Untuk meredakan demamnya, Mama dapat mengompres atau memberikan paracetamol agar demam turun. Jika setelah diberikan paracetamol dan kompres namun demam tidak juga turun, maka segera bawa Si Kecil ke dokter terdekat.

  • Rewel

Kondisi ini sangat umum terjadi karena tubuh bayi tidak nyaman paska imunisasi. Rasa sakit pada bekas suntikan yang bertahan selama dua hari juga bisa menyebabkan bayi menjadi mudah menangis.

Jangan ragu untuk memberikan imunisasi pentabio pada Si Kecil ya, Ma. Untuk informasi lebih jauh mengenai imunisasi ini, Mama bisa berkonsultasi pada dokter anak.

Baca Juga: Mitos dan Fakta Imunisasi

Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Lengkap untuk Mencegah Difteri pada Anak

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;