Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kaki Bayi Sering Menyilang, Benarkah Tanda Cerebral Palsy?
Magnific
  • Kaki bayi yang menyilang belum tentu menandakan cerebral palsy, terutama jika gerakannya simetris dan tidak disertai keluhan lain.

  • Tanda yang perlu diperhatikan meliputi otot terlalu kaku atau lemas, gerakan tidak seimbang, keterlambatan motorik, hingga kejang.

  • Jika muncul tanda yang mengkhawatirkan, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan kondisi dan tumbuh kembang si Kecil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kaki bayi menyilang sering kali membuat Mama bertanya-tanya, apakah kondisi tersebut berkaitan dengan cerebral palsy? Pada beberapa bulan pertama kehidupannya, bayi memang dapat menunjukkan berbagai posisi kaki, termasuk menekuk, berbentuk O, hingga menyilang, seiring tubuhnya menyesuaikan diri setelah lahir.

Namun, dalam kondisi tertentu, kaki yang menyilang dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan, terutama jika disertai kekakuan otot, gerakan yang tidak simetris, atau masalah pada perkembangan motorik. Karena itu, penting bagi Mama untuk mengenali tanda lain yang dapat berkaitan dengan cerebral palsy agar kondisi si Kecil dapat diperiksa sejak dini.

Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan mengenai kaki bayi sering menyilang, benarkah tanda cerebral palsy?

1. Kaki bayi sering menyilang, benarkah tanda cerebral palsy?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Dikutip dari Cerebral Palsy Hub, kaki bayi yang sering menyilang tidak bisa langsung menjadi tanda bahwa si Kecil mengalami cerebral palsy. Pada usia 3–4 bulan pertama, kaki bayi masih dapat terlihat menekuk, menyilang, atau berbentuk O karena posisi tubuhnya masih berkembang setelah lahir. 

Kondisi tersebut umumnya tidak perlu dikhawatirkan apabila bayi dapat menggerakkan kedua kakinya secara simetris dan tidak menunjukkan masalah pada gerakan. Sebaliknya, kaki yang menyilang dengan posisi sangat kaku dan sulit dipisahkan, terutama jika muncul bersama tanda perkembangan lain, perlu diperiksakan ke dokter. 

2. Perhatikan gejala lain yang dapat menyertai cerebral palsy

Magnific

Cerebral palsy merupakan kondisi yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengendalikan gerakan, postur, dan koordinasi tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada tonus otot dan kemampuan motorik, sehingga tanda yang muncul pada setiap anak dapat berbeda.

Kaki yang menyilang dapat menjadi salah satu tandanya, terutama jika disertai tanda lain pada gerakan dan perkembangan motorik. Beberapa di antaranya adalah otot yang terlalu kaku atau terlalu lemas, gerakan yang tidak seimbang antara sisi kanan dan kiri, serta keterlambatan mencapai kemampuan seperti berguling atau duduk.

Selain itu, gerakan tubuh yang tidak terkendali, kesulitan mengoordinasikan gerakan, postur tubuh yang tidak biasa, hingga kejang juga dapat menjadi tanda yang perlu mendapat pemeriksaan. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Dicky Adrian Tedja, Sp.A., dokter spesialis anak dari RS Hermina Banyumanik dalam salah satu unggahan di akun Instagram-nya, @drdicky.anak.

3. Kenali tanda cerebral palsy sesuai usia bayi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Mengutip laman Cerebral Palsy Guide, tanda cerebral palsy pada bayi dapat berbeda seiring pertambahan usia. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan berdasarkan kelompok usia antara lain:

Bayi usia kurang dari 6 bulan:

  • Tidak dapat mengangkat kepala ketika ditarik tangannya.

  • Tubuh terlihat terkulai atau lemas seperti tidak bertenaga.

  • Tubuh menjauh ketika sedang dipeluk.

  • Kaki menyilang dan terasa kaku ketika tubuh diangkat.

Bayi usia lebih dari 6 bulan:

  • Mengulurkan salah satu tangan sambil tangan lainnya mengepal.

  • Mengalami kesulitan mengunyah makanan.

Bayi usia lebih dari 10 bulan:

  • Merangkak dengan posisi miring, mengambil benda hanya dengan satu tangan, atau menyeret salah satu kaki.

  • Bergerak dengan menggeser bokong dalam posisi duduk tanpa merangkak.

4. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan cerebral palsy

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Kaki bayi yang sering menyilang tidak dapat digunakan untuk memastikan bahwa si Kecil mengalami cerebral palsy. Dokter akan menilai tumbuh kembang, kondisi otot, kemampuan melihat, mendengar, dan berbicara, serta mengumpulkan informasi mengenai riwayat kehamilan dan kesehatan ibu untuk membantu menegakkan diagnosis. 

Jika diperlukan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang seperti USG kepala, CT scan, MRI, atau EEG untuk membantu mengevaluasi kondisi anak dan menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya, seperti dikutip dari laman RS Pondok Indah.

Karena itu, jika Mama melihat kaki si Kecil sering menyilang dan disertai kekakuan, gerakan yang tidak simetris, keterlambatan perkembangan, atau kejang, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak. 

Jadi, kaki bayi sering menyilang belum tentu menjadi tanda cerebral palsy, ya, Ma. Semoga informasi ini dapat membantu Mama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article