Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Bayi Suka Tepuk Tangan? Ternyata Ini Alasannya
Popmama.com/Nafia Mahesa/AI
  • Bayi sering meniru tepuk tangan dari orang sekitar dan tertarik pada hubungan sebab-akibat, karena pertemuan kedua tangan menghasilkan suara.

  • Sekitar usia 1 tahun, tepuk tangan dapat menjadi ekspresi rasa senang, keberhasilan, atau respons terhadap hal yang disukai bayi.

  • Gerakan tepuk tangan melatih koordinasi motorik kedua tangan sekaligus membantu bayi mengenali tubuh, berkomunikasi, dan berinteraksi secara sosial.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pada awalnya

Bayi biasanya meniru gerakan tepuk tangan dari orang-orang di sekitarnya.

Pada tahap ini

Bayi belajar konsep sebab-akibat bahwa kedua tangan yang bertemu menghasilkan suara.

Sebelum bisa bertepuk tangan dengan lancar

Bayi belajar mengenali tangan dan anggota tubuhnya serta melatih koordinasi kedua tangan.

Ketika usianya bertambah

Bayi mulai memahami tepuk tangan sebagai cara menunjukkan perasaannya.

sekitar usia 1 tahun

Bayi mungkin mulai bertepuk tangan saat merasa senang, berhasil melakukan sesuatu, atau melihat hal yang disukainya.

Seiring perkembangan sosialnya

Bayi dapat menggunakan tepuk tangan sebagai bentuk komunikasi sederhana dan respons terhadap lingkungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi suka tepuk tangan karena melihat Mama, Papa, atau orang lain melakukannya. Mereka senang saat dua tangan bertemu lalu berbunyi. Bayi juga bisa tepuk tangan saat gembira atau berhasil melakukan sesuatu. Sekarang, tepuk tangan membantu bayi belajar menggerakkan tangan, mengenal tubuh, dan bilang kalau mereka senang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tepuk tangan bayi dapat dipandang sebagai momen kecil yang mencerminkan proses belajar yang kaya: dari memahami hubungan gerakan dan suara, melatih koordinasi tangan, hingga mengekspresikan kegembiraan. Kebiasaan sederhana ini juga menunjukkan bagaimana bayi mulai memanfaatkan gerak tubuh untuk merespons lingkungan dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama mungkin pernah melihat si Kecil tiba-tiba bertepuk tangan, bahkan ketika tidak ada hal spesifik yang perlu tepuk tangan seperti sedang bermain atau bernyanyi.

Pada awalnya, bayi biasanya meniru gerakan tepuk tangan yang dilakukan orang di sekitarnya. Seiring bertambahnya usia, si Kecil yang suka bertepuk tangan dapat didasari oleh berbagai alasan.

Lantas, sebenarnya kenapa bayi tepuk tangan dan apa alasannya? Berikut Popmama.com membahas dalam kenapa bayi suka tepuk tangan beserta beberapa alasannya. Yuk, disimak!

1. Tertarik dengan sebab-akibat tepuk tangan

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Bayi merupakan peniru yang baik dan banyak belajar dengan memperhatikan gerakan orang-orang di sekitarnya.

Ketika Mama, Papa atau orang di sekitarnya bertepuk tangan saat merasa senang atau memberi semangat, si Kecil bisa tertarik untuk ikut melakukan gerakan yang sama.

Pada tahap ini, bayi juga sebenarnya sedang belajar konsep sebab-akibat, yakni ketika kedua tangannya saling bertemu akan menghasilkan suara, sehingga si Kecil melakukannya terus-menerus.

2. Bentuk ekspresi senang

Unsplash/Reynardo Etenia Wongso

Ketika usianya bertambah, bayi mulai memahami bahwa tepuk tangan dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan perasaannya.

Dikutip dari Healthline, sekitar usia 1 tahun, si Kecil mungkin mulai bertepuk tangan ketika merasa senang, berhasil melakukan sesuatu, atau melihat hal yang disukainya.

3. Bayi sedang mengembangkan kemampuan motoriknya

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Tepuk tangan juga berkaitan dengan perkembangan kemampuan motorik bayi.

Mengutip dari Parenting Firstcry, perkembangan motorik si Kecil saat tepuk tangan terlihat ketika menggerakkan kedua tangan secara bersamaan dan mengoordinasikan gerakannya agar telapak tangan dapat bertemu.

Sebelum bisa bertepuk tangan dengan lancar, bayi sebenarnya sedang belajar mengenali tangan dan anggota tubuhnya. Gerakan sederhana ini menjadi salah satu cara si Kecil mengeksplorasi kemampuan tubuh sekaligus melatih koordinasi kedua tangannya.

4. Bayi mulai belajar berkomunikasi

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Tepuk tangan tidak selalu sekadar meniru gerakan Mama dan Papa. Seiring perkembangan sosialnya, bayi juga dapat menggunakan gerakan tersebut sebagai bentuk komunikasi sederhana.

Misalnya, si Kecil bertepuk tangan ketika merasa senang atau ingin ikut merespons suasana di sekitarnya. Dari sanalah, bayi perlahan belajar bahwa gerakan tubuh dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan dan berinteraksi dengan orang lain.

Itulah tentang kenapa bayi suka tepuk tangan. Orangtua bisa ikut mendukung proses ini dengan sering mengajak si Kecil bermain atau bernyanyi sembari bertepuk tangan bersama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article