Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bayi
Pexels/Helena Lopes

Intinya sih...

  • Gerak aktif penting bagi bayi untuk perkembangan otot, koordinasi, dan otak.

  • Rekomendasi WHO menyarankan aktivitas fisik sejak dini, dengan jumlah menit yang berbeda sesuai usia.

  • Penting bagi orangtua memilih popok yang nyaman agar bayi dapat bergerak aktif tanpa hambatan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mama mungkin sering melihat si Kecil tengkurap, berguling, atau berusaha meraih mainan di depannya. Meski terlihat sederhana, setiap gerakan itu sebenarnya adalah bagian penting dari proses tumbuh kembang bayi, terutama di 1.000 hari pertama kehidupannya.

Pada periode emas ini, gerak aktif bukan hanya soal membuat bayi lebih lincah. Aktivitas fisik sejak dini berperan dalam menguatkan otot, melatih koordinasi, hingga menstimulasi perkembangan otak dan membangun rasa percaya diri. 

Untuk lebih lengkapnya, berikut Popmama.com rangkumkan penjelasan tentang kenapa gerak aktif penting bagi bayi menurut penjelasan dr. Herbowo Soetomenggolo, Sp.A(K), dalam acara Press Conference Peluncuran Popok Genki Moko Moko Ichimatsu, Habitate Jakarta, Jumat (13/02/2026).

1. Kenapa gerak aktif penting bagi bayi?

Popmama.com/Wahyuni Sahara

Menurut dr. Herbowo Soetomenggolo, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak subsp. Neurologi Anak, gerak aktif bagi bayi memiliki banyak manfaat untuk perkembangan bayi, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupannya.

“Pada 1000 hari pertama kehidupan, setiap gerakan sederhana seperti tengkurap, berguling, atau meraih mainan menjadi bagian dari proses belajar Si Kecil mengenal tubuh dan lingkungannya. Aktivitas-aktivitas ini membantu menguatkan otot, melatih koordinasi, dan mendukung perkembangan otak,” ujar dr. Herbowo.

Tak hanya itu, keberhasilan melakukan gerakan baru, misalnya dari tengkurap menjadi duduk, juga membangun rasa percaya diri si Kecil. Dari sinilah fondasi kemandirian dan keberanian anak mulai terbentuk.

2. Sejalan dengan rekomendasi WHO tentang aktivitas fisik anak

Pexels/Vika Glitter

Pentingnya gerak aktif juga sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam Guidelines on Physical Activity, Sedentary Behaviour and Sleep for Children Under 5 Years of Age, disebutkan bahwa kebiasaan gerak aktif perlu dibangun sejak tahun pertama kehidupan.

Bayi dianjurkan aktif beberapa kali sehari melalui berbagai stimulasi, termasuk minimal 30 menit tummy time saat terjaga. Aktivitas ini membantu memperkuat otot leher, bahu, dan punggung sebagai bekal untuk tahap perkembangan berikutnya.

Memasuki usia 1-2 tahun, anak membutuhkan setidaknya 180 menit aktivitas fisik setiap hari dengan intensitas apa pun. Sementara itu, pada usia 3 – 4 tahun, anak tetap memerlukan minimal 180 menit aktivitas fisik per hari, dengan sedikitnya 60 menit berupa aktivitas berintensitas sedang hingga tinggi.

3. Panduan gerak aktif untuk bayi usia 6-12 bulan

Pexels/Abbey Chapman

Setiap tahap usia memiliki kebutuhan stimulasi yang berbeda. Karena itu, penting bagi Mama memahami jenis gerakan apa saja yang sesuai dengan fase perkembangan si Kecil.

Dengan stimulasi yang tepat dan dilakukan secara konsisten, kemampuan motorik bayi dapat berkembang lebih optimal.

Gerak aktif untuk usia 6–9 bulan

  1. Tummy time dengan mainan di depannya

  2. Latih duduk dengan bantuan dan beri bantal penyangga

  3. Bantu bayi berguling ke kanan dan kiri

  4. Topang tubuh saat mulai mencoba duduk sendiri

Panduan gerak aktif usia 9–12 bulan

  1. Ajak merangkak mengejar mainan

  2. Bantu berdiri sambil berpegangan

  3. Tuntun dari duduk ke berdiri secara perlahan

  4. Ajak bergoyang ringan untuk melatih keseimbangan

4. Faktor kenyamanan dapat mendukung si Kecil selama bergerak aktif

Freepik/Pvproductions

Kenyamanan sering kali menjadi faktor yang terlihat sepele, padahal sangat berpengaruh pada semangat gerak si Kecil. Bayi yang merasa tidak nyaman, misalnya karena popok lembap atau kurang menyerap dengan baik, cenderung lebih mudah rewel, kurang fokus bermain, bahkan enggan bergerak aktif.

Itulah kenapa Mama perlu memilih popok yang tepat untuk si Kecil. Saat ini, sudah banyak popok dengan berbagai inovasi yang dirancang untuk mendukung kenyamanan bayi agar dapat bergerak aktif dan bebas bereksplorasi sejak dini.

“Genki Moko Moko Ichimatsu ingin terus membersamai para Mama mendukung si Kecil agar tetap aktif bergerak dan mengeksplorasi secara optimal karena kami percaya bahwa setiap gerakan kecil bayi adalah bagian penting dari proses belajar dan tumbuh kembangnya untuk menjadi generasi yang ceria, sehat, dan cerdas,” kata Sylvia, Head of Marketing PT Oji Indo Makmur Perkasa.

5. Tips memilih popok agar bayi selalu nyaman dalam bergerak

Pexels/RDNE Stock project

Agar si Kecil nyaman dalam bergerak, Mama perlu lebih cermat saat menentukan produk yang akan digunakan. Berikut beberapa hal yang bisa Mama perhatikan supaya kenyamanan bayi tetap terjaga.

1. Pilih jenis popok yang sesuai kebutuhan bayi

Secara umum, ada dua jenis popok yang bisa digunakan, yaitu popok sekali pakai dan popok kain. Popok sekali pakai dikenal lebih tipis dan praktis, sehingga memudahkan Mama saat bepergian atau beraktivitas. Sementara itu, popok kain dapat digunakan berulang kali setelah dicuci. 

2. Pastikan ukuran popok pas di tubuh bayi

Apa pun jenis popok yang dipilih, ukuran yang tepat adalah kunci kenyamanan. Popok yang terlalu kecil atau terlalu ketat bisa menyebabkan gesekan berlebih dan memicu iritasi pada kulit si Kecil. Sebaliknya, popok yang terlalu longgar berisiko bocor dan membuat bayi tidak nyaman. 

3. Perhatikan bahan dan daya serap popok

Kulit bayi cenderung lebih sensitif, sehingga pemilihan bahan popok tidak boleh sembarangan. Hindari bahan yang terasa kasar atau tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. Pada popok sekali pakai, pastikan daya serapnya optimal, ya, Ma.

Nah, itu dia penjelasan mengenai kenapa gerak aktif penting bagi bayi. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama.

Editorial Team