Jadi Gejala Hepatitis Misterius, Ini Obat untuk Atasi Diare pada Bayi

Jangan lewatkan informasi ini, Ma

19 Mei 2022

Jadi Gejala Hepatitis Misterius, Ini Obat Atasi Diare Bayi
Unsplash/Nyana Stoica

Gejala hepatitis misterius pada anak dan bayi sangat bervariasi. Diare merupakan salah satunya. Oleh karena itu, orangtua diminta waspada bila melihat adanya kemunculan kondisi ini pada si Bayi.

Tapi, bukan berarti Mama harus langsung membawa si Kecil ke rumah sakit bila ia mengalami diare. Tenang dulu, Ma, jangan langsung panik dan berpikir negatif. 

Untuk memudahkan Mama dalam bertindak, berikut informasi seputar kemungkinan kondisi diare jadi hepatitis misterius beserta obat untuk atasi diare pada bayi. Simak selengkapnya di Popmama.com.

Editors' Pick

Bayi Diare, Apakah Sudah Pasti Kena Hepatitis Misterius?

Bayi Diare, Apakah Sudah Pasti Kena Hepatitis Misterius
Unsplash/Kevin Liang

Diare memang menjadi salah satu gejala hepatitis misterius. Namun, belum tentu bayi yang diare berarti terinfeksi hepatitis akut misterius.

Sebelum membawa si Kecil ke dokter, pantau kondisi pendukung lainnya dan pastikan pula untuk mengatasi diare pada bayi terlebih dulu sesegera mungkin. Hal ini diperlukan untuk mencegah bayi dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan tubuh.

Tidak perlu memantau kondisinya terlalu lama. Bila si Kecil sudah menunjukkan berbagai tanda berikut, pastikan untuk langsung membawanya ke dokter.

  • Bayi kencing lebih jarang. Hal ini ditandai dengan popok basah lebih sedikit.

  • Mulut bayi kering.

  • Bayi menangis tanpa air mata.

  • Bayi tampak lesu.

  • Kulit bayi tidak elastis seperti biasanya.

  • Bayi mengalami demam 38 derajat atau lebih.

  • Bayi muntah.

  • Kotoran bayi berwarna hitam, putih, atau merah.

Obat untuk Atasi Diare pada Bayi

Obat Atasi Diare Bayi
Pexels/Anna Shvets

Diare pada bayi harus segera ditangani, terlepas benar atau tidaknya kondisi ini disebabkan oleh hepatitis misterius atau bukan. 

Untuk pengobatannya sendiri, biasanya dokter tidak merekomendasikan obat anti diare untuk menangani diare pada bayi. Stephanie Watson dalam webmd.com menjelaskan bahwa dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri atau obat anti parasit untuk infeksi parasit.

Selain itu, dokter juga mungkin meresepkan larutan dehidrasi oral. Larutan ini biasa disebut dengan oralit dan tergolong obat bebas yang bisa dibeli di supermarket atau apotek terdekat. 

Pada bayi dengan diare parah yang mengalami dehidrasi, dokter akan menginfusnya guna memasok cairan tubuh melalui pembuluh darah. Dengan kata lain, bayi dengan diare parah akan dianjurkan untuk menjalani proses rawat inap.

Mencegah Diare dan Penularan Hepatitis Misterius Pada Bayi

Mencegah Diare Penularan Hepatitis Misterius Bayi
Freepik/jcomp

Bukan hal aneh bila diare disebut sebagai salah satu gejala dari penyakit hepatitis misterius. Diare dan hepatitis misterius pada dasarnya sama-sama menular akibat infeksi virus dan gaya hidup yang kurang bersih.

Maka dari itu, guna mencegah diare dan hepatitis misterius pada bayi, berikut hal-hal yang perlu orang tua perhatikan.

  • Cuci tangan dengan sabun dan/atau air hangat sebelum mengganti pokok bayi.

  • Ganti popok bayi sesering mungkin, sekitar 2 – 3 jam sekali.

  • Lebih sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

  • Berikan ASI lebih sering sesuai kebutuhan bayi.

  • Bila si Kecil sudah meminum air putih, pastikan air yang ia konsumsi bersih dan tidak tercemar.

  • Berikan MPASI yang cukup nutrisi, bersih, dan matang.

  • Jangan bergantian alat makan dengan orang lain.

  • Bersihkan tangan bayi setelah ia menyentuh benda yang mungkin terdapat kuman berbahaya. Akan lebih baik bila Mama membersihkan benda di sekitarnya.

  • Bila harus pergi ke luar rumah, pastikan untuk menjaga jarak dan pakai masker bila memungkinkan.

Itulah informasi tentang obat untuk atasi diare pada bayi dan cara pencegahannya. Terakhir, pastikan bayi mendapatkan vaksinasi lengkap termasuk vaksin hepatitis B agar terhindar dari penyakit misterius ini ya, Ma.

Baca juga:

The Latest