Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Pentingnya Vitamin A untuk Anak yang Kena Campak, Bantu Pemulihan
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Vitamin A membantu memperkuat sistem imun, memperbaiki sel epitel, dan mendukung pemulihan anak yang terkena campak agar terhindar dari komplikasi serius seperti pneumonia atau infeksi berat.

  • Vitamin A bukan pencegah campak dan tidak menggantikan vaksinasi.

  • IDAI merekomendasikan pemberian vitamin A dosis tinggi selama dua hari sesuai usia anak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Campak tidak hanya menimbulkan ruam dan demam, tetapi juga dapat melemahkan daya tahan tubuh anak, terutama pada mereka yang sistem imunnya lemah. Kondisi ini membuat anak lebih rentan terhadap komplikasi serius, seperti pneumonia, infeksi berat, hingga risiko kematian.

Salah satu langkah penting untuk membantu mencegah infeksi serius adalah memastikan anak mendapatkan asupan vitamin A yang cukup. Nutrisi ini menjadi bagian dari upaya menjaga tubuh tetap kuat dan mendukung proses pemulihan.

Untuk itu, Popmama.com merangkum informasi pentingnya vitamin A untuk anak yang kena campak. Yuk, simak!

Pentingnya Vitamin A untuk Anak yang Kena Campak

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), virus campak dapat merusak sel-sel epitel, yaitu lapisan pelindung yang ada di berbagai bagian tubuh, seperti saluran napas, saluran pencernaan, dan mata. Kerusakan ini membuat anak lebih rentan terhadap infeksi dan komplikasi serius.

Untuk mengatasi komplikasi tersebut anak membutuhkan vitamin A. Di dalam Vitamin A terdapat nutrisi mikro yang larut dalam lemak, penting untuk kesehatan mata, sistem imun, pertumbuhan sel, dan reproduksi. Pada anak yang terkena campak, vitamin beberapa peran penting dalam:

  1. Membantu tubuh melawan infeksi virus dan mencegah penyakit berkembang lebih parah.

  2. Membantu sel-sel pelindung pada Epitel yang rusak akibat campak.

  3. Memulihkan Epitel di saluran napas kembali sehat untuk membantu anak bernapas dan mengurangi risiko komplikasi pernapasan.

  4. Memperbaiki saluran cerna agar dapat menyerap nutrisi dengan baik dan mencegah gangguan pencernaan.

  5. Membantu selaput mata yang iritasi kembali sehat, sehingga menjaga penglihatan tetap baik.

Vitamin A Mendukung Pemulihan, Bukan Pencegah Campak

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Perlu dipahami bahwa vitamin A tidak berfungsi sebagai pencegah penyakit campak. Berdasarkan studi klinis, vitamin ini lebih berperan sebagai dukungan pemulihan, membantu mengurangi komplikasi penyakit, terutama pada anak yang kekurangan gizi, dan bukan sebagai “tameng” agar virus tidak masuk.

Oleh karena itu, vitamin A bukan pengganti vaksinasi dan tidak membuat anak kebal atau menyembuhkan campak secara langsung. Upaya pencegahan yang terbukti efektif tetap melalui imunisasi MR atau MMR. Selain itu, pemberian vitamin A tanpa indikasi medis atau dalam dosis berlebihan bisa berbahaya karena berisiko toksisitas.

Rekomendasi Pemberian Vitamin A untuk Anak Penderita Campak

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Berdasarkan rekomendasi dari IDAI, anak yang terdiagnosis campak disarankan mendapatkan vitamin A dosis tinggi sebagai bagian dari penanganan medis. Pemberian vitamin A dilakukan satu kali sehari selama dua hari berturut-turut, dengan dosis yang disesuaikan menurut usia anak:

  • Usia 0–6 bulan: 50.000 IU per hari selama 2 hari.

  • Usia 6–11 bulan: 100.000 IU per hari selama 2 hari.

  • Usia di atas 12 bulan: 200.000 IU per hari selama 2 hari.

Untuk anak dengan kondisi gizi buruk, pemberian vitamin A dilakukan sebanyak tiga dosis, pada hari pertama, hari kedua, dan 2–4 minggu setelah dosis kedua.

Buah dan Sayur yang Kaya Vitamin A untuk Anak yang Kena Campak

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selain pemberian suplemen vitamin A, cara utama untuk memenuhi kebutuhan Vitamin A adalah melalui makanan yang memiliki kandungan Vitaminnya. Untuk bayi yang sudah mulai MPASI, Mama bisa memberikan buah dan sayuran berikut:

  1. Wortel. Mengandung 16.706 IU vitamin A per 100 gram (mentah), dan sekitar 17.033 IU per 100 gram jika direbus.

  2. Mangga. Mengandung sekitar 1.082 IU vitamin A per 100 gram.

  3. Ubi Jalar. Mengandung sekitar 19.218 IU vitamin A per 100 gram (dipanggang, tanpa garam).

  4. Labu Madu. Mengandung sekitar 11.155 IU vitamin A per 100 gram (dipanggang, tanpa garam).

  5. Kangkung. Mengandung sekitar 5.200 IU vitamin A per 100 gram (direbus, tanpa garam).

  6. Bayam. Mengandung sekitar 2.770 IU vitamin A per 100 gram (direbus, tanpa garam).

  7. Aprikot. Mengandung sekitar 1.926 IU vitamin A per 100 gram.

  8. Brokoli. Mengandung sekitar 1.548 IU vitamin A per 100 gram (direbus, tanpa garam).

  9. Labu Mentega. Mengandung sekitar 1.367 IU vitamin A per 100 gram.

  10. Pepaya. Mengandung sekitar 950 IU vitamin A per 100 gram.

  11. Semangka. Mengandung sekitar 569 IU vitamin A per 100 gram.

Tips agar Vitamin A dari Makanan Terserap Maksimal

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selain mengetahui apa saja buah dan sayur yang kaya vitamin A, Mama juga perlu memperhatikan cara menyajikannya agar nutrisi tersebut terserap dengan maksimal. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin A bersama lemak sehat, seperti alpukat, keju, telur, ikan berlemak, kacang-kacangan, minyak zaitun, atau yoghurt full fat.

Contohnya, Mama bisa memberikan camilan mangga, pepaya, atau alpukat untuk si Kecil, menumis wortel bersama ikan berlemak, atau memanggang sayuran dengan sedikit minyak zaitun. Selain itu, beta-karoten dalam sayuran akan diserap lebih baik jika dimasak dengan cara yang tepat.

Mengukus menjadi metode terbaik karena mampu menjaga kandungan vitamin A lebih banyak dibanding direbus, namun jangan terlalu lama agar nutrisinya tetap utuh. Untuk mendukung gizi seimbang, Ibu juga bisa melengkapi asupan anak dengan susu pertumbuhan yang kaya vitamin dan mineral, termasuk vitamin A.

Nah, itu dia pentingnya vitamin A untuk anak yang kena campak. Jaga kesehatan si Kecil, ya, Ma!

Editorial Team