Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Aturan Pemberian Vitamin A pada Anak yang Sakit Campak Menurut IDAI

Aturan Pemberian Vitamin A pada Anak yang Sakit Campak Menurut IDAI
Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI
Intinya Sih
  • Campak adalah infeksi virus menular yang menyerang anak-anak dan dapat merusak lapisan pelindung tubuh

  • IDAI merekomendasikan pemberian vitamin A untuk membantu pemulihan jaringan.

  • Pencegahan terbaik tetap melalui imunisasi MR sesuai jadwal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Penyakit campak bukan sekadar ruam merah biasa. Campak merupakan infeksi virus akut yang sangat menular dan dapat menyebar melalui percikan udara. Penyakit ini paling rentan menyerang anak-anak, terutama bayi yang belum mendapatkan vaksin.

Campak dikenal sebagai infeksi virus serius yang dapat melemahkan sistem imun anak secara drastis. Belakangan ini, kasus campak juga kembali meningkat sehingga perlu lebih diwaspadai oleh para orangtua. Salah satu cara yang sering disebut dapat membantu penanganan campak adalah pemberian vitamin A.

Berikut Popmama.com telah merangkum aturan pemberian vitamin A pada anak yang sakit campak. Ini penjelasannya, Ma!

Table of Content

Rekomendasi IDAI terkait Pemberian Vitamin A

Rekomendasi IDAI terkait Pemberian Vitamin A

Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI
Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui Instagram resminya @idai_ig pada 5 Maret 2026, menyebutkan bahwa pemberian vitamin A direkomendasikan untuk anak yang sedang mengalami penyakit campak. Virus campak dapat bekerja secara agresif di dalam tubuh anak. Virus ini menyerang lapisan pelindung tubuh yang disebut epitel.

Ketika lapisan epitel tersebut rusak, tubuh anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain dan proses penyembuhan bisa berlangsung lebih lama. Karena itu, vitamin A dianjurkan untuk membantu memperbaiki jaringan yang rusak sekaligus mendukung daya tahan tubuh.

Protokol Pemberian Vitamin A pada Kasus Campak

Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI
Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI

Berdasarkan rekomendasi dari IDAI, anak yang terdiagnosis campak dianjurkan mendapatkan vitamin A dosis tinggi sebagai bagian dari penanganan medis. Pemberian vitamin A dilakukan satu kali sehari selama dua hari berturut-turut.

Untuk anak usia 6 bulan hingga 1 tahun, dosis yang diberikan adalah vitamin A 100.000 IU yang biasanya tersedia dalam kapsul berwarna biru. Sementara itu, anak berusia di atas 1 tahun dianjurkan mendapatkan vitamin A 200.000 IU yang umumnya tersedia dalam kapsul berwarna merah.

Anak dengan kondisi gizi buruk atau yang mengalami komplikasi pada mata biasanya dianjurkan mendapatkan dosis tambahan vitamin A sekitar dua minggu setelah pemberian pertama. Pemberian ini tetap dapat dilakukan meskipun anak sebelumnya sudah menerima kapsul vitamin A dalam program rutin beberapa bulan sebelumnya.

Virus Campak Merusak Lapisan Pelindung Epitel

Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI
Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI

Menurut penjelasan dari IDAI, virus campak dapat merusak sel-sel epitel, yaitu lapisan pelindung yang terdapat di berbagai bagian tubuh. Beberapa dampak kerusakan epitel akibat virus campak antara lain:

  1. Saluran napas
    Virus campak dapat merusak lapisan epitel pada saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Akibatnya, anak dapat mengalami gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan iritasi pada saluran napas. Dalam beberapa kasus, kerusakan ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi lanjutan seperti bronkitis atau pneumonia.

  2. Saluran pencernaan
    Virus juga dapat menyerang epitel pada saluran pencernaan. Ketika lapisan pelindung ini rusak, proses penyerapan nutrisi di dalam usus bisa terganggu. Kondisi tersebut dapat menyebabkan anak mengalami diare, nafsu makan menurun, serta tubuh menjadi lebih mudah lemas karena asupan nutrisi tidak terserap dengan optimal.

  3. Mata
    Lapisan epitel pada mata juga dapat terdampak oleh infeksi virus campak. Hal ini dapat membuat mata anak menjadi merah, berair, terasa perih, dan lebih sensitif terhadap cahaya. Pada kondisi tertentu, gangguan pada mata ini juga dapat menyebabkan konjungtivitis atau peradangan pada selaput mata.

Kenapa Vitamin A Dibutuhkan saat Sakit Campak?

Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI
Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI

Pada anak yang mengalami campak, vitamin A berperan penting dalam membantu proses pemulihan tubuh. Vitamin ini dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat infeksi virus. Vitamin ini membantu tubuh memperbaiki kerusakan jaringan sekaligus mendukung proses pemulihan selama anak sakit.

Beberapa manfaat vitamin A bagi anak yang terkena campak antara lain:

  • Memperbaiki lapisan epitel
    Vitamin A membantu memulihkan sel-sel epitel yang rusak agar kembali sehat dan berfungsi sebagai pelindung tubuh.

  • Membantu pemulihan organ
    Vitamin A mendukung pemulihan beberapa bagian tubuh yang terdampak virus, seperti membantu epitel pada saluran napas kembali pulih, memperbaiki kondisi saluran cerna agar dapat berfungsi normal kembali, membantu memulihkan selaput mata yang mengalami iritasi.

  • Mencegah kondisi menjadi lebih berat
    Pemberian vitamin A juga penting untuk menurunkan risiko campak berkembang menjadi kondisi yang lebih parah.

Pastikan Status Imunisasi Anak Lengkap

Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI
Pomama.com/Alya Putri Abi/ AI

Selain penanganan dengan vitamin A saat anak sakit, Ikatan Dokter Anak Indonesia juga menekankan bahwa pencegahan campak pentingnya untuk dilakukan. Salah satu langkah paling efektif adalah memastikan anak telah mendapatkan imunisasi vaksin sesuai jadwal yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan.

Vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit ini adalah MR vaccine atau vaksin campak–rubella. Vaksin ini bekerja dengan cara membantu tubuh membentuk antibodi sehingga sistem imun dapat mengenali dan melawan virus campak jika suatu saat terpapar.

Di Indonesia, imunisasi MR biasanya diberikan dalam beberapa tahap. Dosis pertama umumnya diberikan saat anak berusia sekitar 9 bulan, kemudian dilanjutkan dengan dosis lanjutan pada usia 18 bulan. Pada beberapa program imunisasi, anak juga bisa mendapatkan dosis tambahan saat memasuki usia sekolah dasar sebagai penguat perlindungan.

Dengan imunisasi yang lengkap, risiko anak terkena campak dapat berkurang secara signifikan. Selain itu, jika anak tetap terinfeksi, gejala yang muncul biasanya lebih ringan dibandingkan anak yang belum mendapatkan vaksin.

Nah, itu dia penjelasan terkait aturan pemberian vitamin A pada anak yang sakit campak. Semoga membantu, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More