Ini Alasan Bayi Selalu Menangis ketika Potong Rambut

Bayi bisa trauma karena paksaan memotong rambut

5 Januari 2022

Ini Alasan Bayi Selalu Menangis ketika Potong Rambut
Freepik/cookie_studio

Sebagian besar orangtua memotong habis rambut bayi alias botak karena beragam alasan, mulai dari membuang sial hingga berharap rambut si Kecil tumbuh lebat. Padahal faktanya memotong rambut tidak ada hubungannya dengan kesialan. Sama seperti hubungan potong rambut dan bayi memiliki rambut tebal. 

Menurut ahli perinatologi, kondisi rambut bayi dipengaruhi oleh faktor genetika. Kondisi rambut bayi yang baru lahir juga tidak menentukan rambutnya ketika dewasa. 

Permasalahan lainnya adalah bayi selalu menangis ketika rambutnya dipotong. Apa penyebabnya? Bagaimana cara menenangkan bayi yang rewel ketika rambutnya dipotong? Berikut penjelasan Popmama.com seputar alasan bayi menangis ketika rambutnya dipotong. 

1. Sensitif ketika kepala disentuh

1. Sensitif ketika kepala disentuh
Freepik/pch.vector

Menginjak usia lebih dari enam bulan, bayi sudah bisa mengekspresikan perasaannya ketika bahagia, sedih, ataupun marah. Begitu juga ketika rambut bayi hendak dipotong, beberapa bayi mulai menunjukkan perasaannya. Artinya, mereka merengek atau bahkan menangis karena menolak rambutnya dipotong. 

Kondisi ini wajar terjadi karena ada beberapa bayi yang merasa sensitif ketika kepalanya disentuh oleh orang lain yang tidak dikenal. Mereka akan merasa tidak nyaman sehingga menimbulkan reaksi marah atau histeris. 

Oleh karena itu, Mama sebaiknya menjelaskan terlebih dahulu identitas orang yang akan memotong rambut si Kecil. Komunikasi mama dan si Kecil perlu dilakukan agar bayi tidak trauma ketika rambutnya akan dipotong.

Editors' Picks

2. Bayi merasa trauma

2. Bayi merasa trauma
Freepik

Bayi bisa trauma karena paksaan memotong rambut. Padahal si Kecil telah menolak rambutnya dipotong, namun Mama tetap melakukannya. Oleh karena itu, seperti dijelaskan sebelumnya, Mama sebaiknya komunikasikan terlebih dahulu dengan baik agar bayi lebih tenang dan mengerti jika rambutnya akan dipotong. 

Mama bisa menjelaskan kepada si Kecil bahwa proses pemotongan rambut tidak menimbulkan rasa sakit. Selain itu, Mama juga bisa mencontohkan sang Papa untuk melalui proses pemotongan rambut terlebih dahulu. Biarkan bayi melihat rambut papa dipotong, namun tidak menimbulkan rasa sakit. 

3. Potong rambut tidak Memengaruhi kondisi rambut bayi

3. Potong rambut tidak Memengaruhi kondisi rambut bayi
Freepik/pch.vector

Dilansir dari Live Strong, kondisi rambut bayi tidak dipengaruhi oleh seberapa sering orangtua memotong rambutnya. Tidak butuh perlakuan khusus agar rambut bayi tumbuh lebat. Biarkan rambut bayi tumbuh alami dengan menjaga kebersihan rambut dan kulit kepalanya. 

Mama juga perlu memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil agar rambutnya tumbuh tebal. Rambut diperbolehkan dicukur apabila sudah menutupi mata si Kecil atau mengganggu jarak pandangnya. Apabila muncul bintik-bintik atau ruam di kulit kepala si Kecil, tak ada salahnya untuk konsultasi ke dokter. 

4. Tips potong rambut bayi

4. Tips potong rambut bayi
Pexels/Henley Design Studio

Meski tak memengaruhi kondisi rambut si Kecil, Mama tetap diperbolehkan memotong rambut bayi sesering mungkin. Tapi perlu diingat, saat memotong rambut, pastikan keamanan dan kenyamanan si Kecil. Di bawah ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan apabila ingin memotong rambut bayi.

  • Apabila ingin potong rambut di salon, pilihlah salon yang memang siap melayani bayi. 
  • Tentukan waktu yang tepat, misalnya jangan potong rambut bayi ketika jam tidur siang. Tentu saja itu bisa membuat bayi rewel karena ada perubahan dalam jadwal kesehariannya. 
  • Bawa barang-barang kesayangan si Kecil. Tujuannya adalah bayi bisa mengendalikan emosi dan ketakutannya ketika rambutnya dipotong dengan bermain barang kesayangannya. 
  • Dampingi si Kecil ketika rambutnya dipotong. Pastikan si Kecil merasa Mama selalu hadir di sampingnya tanpa meninggalkannya atau menitipkan ke orang lain. 

Potong rambut bayi memang bukan hal yang mudah, namun kehadiran mama pasti bisa membantu si Kecil mengatasi rasa takutnya. 

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.