Mengapa Berat Badan Bayi Turun padahal Sudah Rutin MPASI?

Pada awal pertumbuhannya, terutama satu tahun pertama, berat badan bayi akan fluktuatif

22 April 2021

Mengapa Berat Badan Bayi Turun padahal Sudah Rutin MPASI
Unsplash/Dragos Gontariu

Berat badan adalah indikator dari pertumbuhan bayi. Ketika berat badan si Kecil bertambah, itu artinya tubuhnya mampu menyerap asupan nutrisi dengan baik sehingga mampu menunjang pertumbuhannya. 

Pada awal pertumbuhannya, terutama satu tahun pertama, berat badan bayi akan fluktuatif. Tentu saja itu normal terjadi. Namun, di sisi lain, ada juga kasus yang menunjukkan berat badan bayi justru turun padahal si Kecil sudah rajin mengonsumsi MPASI. 

Lantas, apa penyebab berat badan bayi turun meski sudah rutin makan MPASI? Berikut penjelasannya yang dirangkum Popmama.com

1. Kenaikan berat badan bayi

1. Kenaikan berat badan bayi
Freepik/user18526052

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai penurunan berat badan bayi, Mama sebaiknya perlu mengetahui terlebih dahulu kenaikan berat badan ideal bayi sejak lahir hingga usia 12 bulan.

Dalam beberapa hari pertama setelah lahir, berat badan bayi memang turun. Namun, berat badan si Kecil akan naik dan stabil pada hari ke-10 setelah lahir. 

Ketika bayi sudah mulai mengonsumsi ASI eksklusif, berat badannya akan naik sekitar 4-5 ons per minggu. Kenaikan ini stabil terjadi hingga usia si Kecil enam bulan. 

Sementara itu, ketika usia bayi 6-12 bulan, berat badannya akan naik sekitar 2,5-3 ons per minggu. Berat badan setiap bayi akan berbeda tergantung pada menu MPASI yang dikonsumsi. 

Editors' Picks

2. Berat badan bayi turun karena hanya konsumsi mikronutrien

2. Berat badan bayi turun karena ha konsumsi mikronutrien
Pixabay/ExplorerBob

Dalam beberapa kasus, berat badan bayi justru turun meski rutin mengonsumsi MPASI. Tentu saja kondisi tersebut mengkhawatirkan bagi Mama. Sebagai evaluasi, Mama sebaiknya memahami jenis makanan yang diberikan kepada bayi. 

Meski rajin makan MPASI, mungkin menu makanan yang diberikan pada bayi masih kurang tepat. Berat badan bayi cenderung turun ketika hanya mengonsumsi buah dan sayur sebagai MPASI.

Buah dan sayur memang baik untuk kesehatan si Kecil. Namun, buah dan sayur hanya mengandung mikronutrien. 

Mama tetap harus memberikan makanan yang mengandung nutrisi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak untuk memenuhi kebutuhan kalori yang bisa meningkatkan berat badannya. 

3. Beradaptasi untuk mencerna makanan padat

3. Beradaptasi mencerna makanan padat
Freepik/prostooleh

Berat badan bayi juga bisa turun ketika si Kecil harus beradaptasi dengan makanan padat. Bayi perlu mengenal terlebih dahulu tekstur dan rasa baru dari makanan padat yang disajikan sebagai MPASI. 

Selain itu, sistem pencernaan bayi juga perlu beradaptasi untuk mencerna makanan padat. Pasalnya, selama ini, bayi hanya mengonsumsi ASI atau makanan bertekstur halus yang mudah dicerna. 

4. Muntah setelah makan

4. Muntah setelah makan
Freepik/master1305

Beberapa bayi mungkin mengalami kesulitan menelan makanan MPASI yang menyebabkan mereka sering muntah setelah makan. Kondisi ini membuat nutrisi dalam makanan tidak terserap dengan baik oleh tubuh si Kecil. Akibatnya, berat badan bayi akan turun walaupun sering makan MPASI. 

Untuk mengatasi bayi sulit menelan makanan, Mama bisa mencoba memvariasikan rasa maupun tekstur makanan. Mama juga bisa memberikan mainan yang aman untuk dikunyah untuk menemani si Kecil bermain saat makan MPASI. 

5. Kapan harus ke dokter?

5. Kapan harus ke dokter
Freepik/A3pfamily

Meski penurunan berat badan saat masa MPASI memang tergolong kondisi normal, Mama tetap perlu waspada ketika berat badan si Kecil tidak naik hingga usianya 12 bulan. Pasalnya, penurunan berat badan mungkin bisa disebabkan oleh infeksi penyakit. 

Jika kondisi tersebut dibiarkan terus menerus, maka bayi berisiko mengalami stunting dan memengaruhi perkembangan otaknya. 

Itulah beberapa alasan yang menyebabkan berat badan bayi turun meski sudah rutin mengonsumsi MPASI. Terpenting adalah Mama memantau perkembangan berat badan si Kecil setiap bulan dan segera konsultasi ke dokter apabila muncul gejala-gejala yang mencurigakan. 

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.