Waspada, Ini 5 Penyakit yang Rentan Menyerang Bayi Usai Lebaran

Mama perlu berwaspada karena si Kecil banyak berinteraksi dengan orang saat Lebaran

12 April 2024

Waspada, Ini 5 Penyakit Rentan Menyerang Bayi Usai Lebaran
Freepik/bristekjegor

Saat Lebaran akan ada banyak acara silaturahmi dan perkumpulan yang melibatkan banyak orang. Mama yang tengah memiliki bayi tentu dicari-cari banyak orang sebab biasanya orang dewasa senang berinteraksi dengan bayi.

Selama berinteraksi dengan orang banyak, Mama perlu waspada dengan kesehatan si Kecil sebab bayi lebih mudah terkena penyakit, terutama setelah bertemu banyak orang dari berbagai latar dan asal.

Imunitas bayi lebih rentan daripada orang dewasa. Hal ini yang membuat bayi bisa terkena penyakit karena terjangkit penyakit dari orang yang berinteraksi dengannya.

Untuk mengantisipasi, berikut beberapa penyakit yang rentan menyerang bayi usai Lebaran yang telah Popmama.comrangkum berikut ini. Disimak, yuk, Ma!

1. Diare

1. Diare
Freepik/freepik

Diare menjadi salah satu penyakit yang rentan terjadi pada bayi usai Lebaran. Hal ini dapat terjadi akibat konsumsi makanan yang tidak terkontrol. 

Meski belum banyak makan menu Lebaran, bayi di bawah satu tahun juga rentan terkena diare akibat konsumsi makanan ringan yang terlalu banyak dan mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri. 

Penyebab lainnya adalah akibat terserang rotavirus yang penyebarannya dengan kontak lewat tangan atau benda yang terkontaminasi rotavirus.

2. Campak

2. Campak
Pinterest/The Bump

Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus rubeola yang menginfeksi tubuh bayi. Campak biasanya ditandai dengan ruam di seluruh tubuh diikuti dengan sakit tenggorokan, batuk, dan bersin.

Campak biasanya menular lewat saluran pernapasan, bisa lewat batuk atau bersin. Penularan campak juga bisa dari tangan yang terkontaminasi air liur dan bersin kemudian menyentuh bagian mata, hidung, atau mulut.

Untuk mengatasi campak, Mama perlu membawa si Kecil ke dokter untuk diberi vaksin, memberikan banyak asupan cairan, dan banyak mengonsumsi makanan mengandung vitamin A.

3. Selesma

3. Selesma
Freepik/freepik

Selesma atau common cold adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan atas, hidung dan tenggorokan. 

Selesma dapat terjadi pada bayi akibat infeksi rhinovirus atau kontaminasi langsung dari orang yang batuk dan bersin. Selain itu, kebiasaan memasukkan tangan ke dalam mulut juga bisa menyebabkan si Kecil terkena selesma.

Gejala selesma yang dapat muncul pada bayi biasanya batuk-batuk, bersin, pilek, mata berair, tenggorokan sakit, hingga demam.

4. Cacar air

4. Cacar air
Freepik/Freepik

Cacar air atau varicella merupakan infeksi virus menular yang biasanya ditandai dengan ruam atau bintik-bintik di sekujur tubuh. Biasanya cacar air juga menimbulkan gatal dan demam. 

Virus varicella dapat menyebar lewat udara atau kontak langsung dengan penderita campak air. Untuk itu, jaga agar si Kecil tidak berkomunikasi dengan pengidap cacar air, Ma.

Editors' Pick

5. Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD)

5. Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD)
Freepik/freepik

HFMD atau penyakit pada tangan, kaki, dan mulut ini adalah infeksi virus Coxsackievirus dan Human Enterovirus 7 (HEV 7) yang dapat terjadi pada bayi. 

Penyakit ini dapat menular lewat kontak langsung, cairan hidung dan tenggorokan, cairan saliva, atau feses. 

Tanda atau gejala yang bisa dikenali dari penyakit ini adalah ruam dan muncul benjolan kecil pada telapak kaki, tangan, dan mukosa mulut. Kemudian bayi akan mengalami demam dan nyeri pada tenggorokan. 

Cara Menjaga Bayi Tetap Sehat selama Lebaran

Cara Menjaga Bayi Tetap Sehat selama Lebaran
Unsplash/liangkevin

Agar bayi tetap sehat selama bulan Ramadan hingga Lebaran nanti, Mama perlu menjaga kesehatannya dengan melindungi si Kecil dari kuman dan bakteri.

Karena sistem kekebalan tubuh bayi belum kuat, kemungkinan terkena penyakitnya lebih besar daripada orang dewasa, Ma.

Untuk itu Mama dapat perhatikan si Kecil dan batasi kontak fisiknya dengan orang lain. Melansir WebMD, berikut beberapa cara yang dapat menjaga bayi tetap sehat selama Lebaran:

1. Cuci tangan sebelum menyentuh si Kecil

1. Cuci tangan sebelum menyentuh si Kecil
Pexels/cottonbro studio:

Agar tangan tetap steril, Mama perlu menerapkan aturan cuci tangan terlebih dahulu bagi siapapun yang ingin memegang atau menggendong si Kecil. Mengingat biasanya Lebaran banyak aktivitas di luar ruangan, potensi terjangkit bakteri juga lebih besar.

Mama dapat terapkan aturan cuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh bayi pada siapapun. Agar bayi tetap sehat, Mama perlu bersikap tegas, ya!

2. Batasi bagian tubuh bayi yang boleh disentuh

2. Batasi bagian tubuh bayi boleh disentuh
freepik/gpointstudio

Bukan bermaksud berlebihan, namun pencegahan itu penting, bukan? Apabila Mama tidak bisa mengontrol orang-orang yang dengan seenaknya menyentuh si Kecil yang bersih, Mama dapat batasi apa yang mereka pegang.

Mama dapat melarang orang-orang yang berkontak fisik pada si Kecil dengan memegang area tangan dan wajahnya. Mama dapat batasi kontak fisik di area kaki saja.

3. Selalu membawa hand sanitizer

3. Selalu membawa hand sanitizer
freepi/goffkein

Sabun dengan air mengalir memang kombo yang paling ampuh untuk membasmi kuman, Namun dalam keadaan darurat mama dapat menggunakan hand sanitizer untuk menjaga tangan tetap steril. 

Mama dapat bawa hand sanitizer selama bepergian saat Lebaran. Sebelum menyentuh si Kecil, Mama dapat semprotkan hand sanitizer di tangan terlebih dahulu.

4. Hindari pertemuan yang terlalu ramai

4. Hindari pertemuan terlalu ramai
Freepiknaypong

Mama dapat memilih lokasi silaturahmi yang tidak terlalu banyak orang. Terkadang kita lupa bahwa orang lain bisa membawa penyakit pada bayi, terlebih jika ada banyak orang dalam satu ruangan.

Untuk meminimalisirnya, Mama dapat menunggu situasi lebih kondusif dan sedikit orang agar si Kecil tidak terlalu berkontak dengan orang banyak.

5. Menyaring tamu yang datang

5. Menyaring tamu datang
Freepik/Odua

Penyakit juga bisa datang sekalipun Mama dan keluarga berada di rumah. Tamu yang datang ke rumah bisa saja membawa penyakit atau virus dari luar rumah.

Untuk menghindari hal tersebut, Mama dapat batasi kunjungan ke rumah dalam sehari dan tetap menerapkan kebersihan selama berada di dalam rumah.

Nah, itu dia berbagai penyakit yang rentan menyerang bayi usai Lebaran. Jangan merasa terlalu overprotektif, Ma, mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan?

Semoga informasi di atas membantu, dan tetap utamakan kebersihan di manapun dan kapan pun, Ma!

Baca juga:

The Latest