Kaya akan Omega 3, Bolehkah Mengolah Ikan Teri untuk MPASI?

Jarang diketahui ikan teri bisa diolah menjadi bahan MPASI, ketahui manfaatnya untuk kesehatan

30 Desember 2020

Kaya akan Omega 3, Bolehkah Mengolah Ikan Teri MPASI
Pexels/Eva Elijas

Mungkin Mama sudah tidak asing lagi dengan salah satu jenis ikan laut ini, yaitu ikan teri. Banyak makanan Indonesia yang menggunakan ikan teri sebagai salah satu bahan untuk diolah, apalagi harganya pun terjangkau dan mudah didapatkan.

Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa ikan teri memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Walaupun mempunyai ukuran yang kecil, ikan teri kaya akan kandungan omega 3 dan DHA. Bisa dibilang ikan teri juga tidak kalah sehat dari salmon lho, Ma.

Dari berbagai manfaat yang berguna untuk kesehatan, ikan teri dapat dijadikan salah satu bahan MPASI untuk si Kecil. Jika Mama ingin mengetathui lebih banyak informasi terkait penggunaan ikan teri sebagai salah satu bahan MPASI sekaligus pengolahannya, kali ini Popmama.com akan merangkumnya. 

1. Apa saja manfaat ikan teri saat dijadikan bahan MPASI?

1. Apa saja manfaat ikan teri saat dijadikan bahan MPASI
indiamart.com

Banyak orang yang belum mengetahui bahwa ikan teri juga bisa menjadi MPASI. Kandungan ikan teri yang kaya nutrisi dan bergizi memiliki banyak manfaat untuk tubuh si Kecil. 

Selain itu, ikan teri termasuk jenis yang tinggi akan kandungan omega 3 dibandingkan makanan laut lainnya. Perlu diketahui bahwa kandungan omega 3 dapat memberikan manfaat untuk si Kecil, seperti meningkatkan kecerdasan, meningkatkan sistem imunitas tubuh hingga mampu menyeimbangkan koordinasi antara tangan dan matanya.

Jika rutin dikonsumsi, kesehatan jantung, hati, sendi dan tulang anak-anak bisa terjaga. 

Editors' Picks

2. Cara mengolah ikan teri yang tepat

2. Cara mengolah ikan teri tepat
alibaba.com

Perlu Mama ketahui bahwa ketika ikan dimasak, maka kandungan gizi nutrisinya akan berkurang. Maka dari itu, Mama harus benar-benar memperhatikan cara memasak ikan teri agar nutrisinya tidak berkurang.

Ikan teri yang sudah dibeli di pasar perlu dilakukan pengolahan secara tepat, terutama ketika ingin disajikan sebagai bahan MPASI. 

Cara pengolahan ikan teri yang baik yaitu dengan meletakkan ikan dalam chiller atau freezer setelah dibeli. Penyimpanannya pun perlu diperhatikan dengan baik apabila tidak digunakan. Ikan teri sebaiknya dibungkus ketat dalam plastik wrap/foil agar bisa bertahan sampai 3 bulan. 

Selain itu, untuk memastikan ikan teri dari pasar bebas dari kotoran dan tidak diliputi oleh garam perlu dicuci bersih. Mama bisa mencuci dan merendam ikan teri dengan air dingin untuk membuang garam dan mengurangi kotoran yang ada. 

Jika sudah dipastikan benar-benar bersih, maka ikan teri siap diolah menjadi berbagai jenis makanan favorit atau salah satu bahan untuk MPASI si Kecil. 

3. Bagaimana tips memilih ikan teri yang benar?

3. Bagaimana tips memilih ikan teri benar
yomoya.info

Perlu Mama ketahui bahwa kandungan merkuri pada ikan teri hanya mengandung 5 mikrogram merkuri. Ikan teri pun mengandung 2.300 mikrogram omega 3, sehingga cocok digunakan sebagai salah satu bahan MPASI. 

Saat sesi diskusi Pentingnya Asupan DHA dan Omega 3 dari Ikan Teri agar Anak Cerdas secara virtual pada Sabtu (19/12/2020), orangtua perlu memilih ikan teri secara tepat. Pilihlah ikan teri yang benar-benar segar. 

Pastikan untuk memilih ikan teri segar daripada yang kering. Hal ini dikarenakan ditakutkan ada bahan pengawet tinggi yang terkandung dalam ikan teri kering, apalagi kalau bahkan kandungan garamnya cukup tinggi. Kedua hal itu bisa berpengaruh bagi kesehatan si Kecil lho, Ma.

4. Apa saja rekomendasi ikan yang cocok untuk MPASI?

4. Apa saja rekomendasi ikan cocok MPASI
Pexels/Eva Elijas

Untuk Mama yang ingin memulai MPASI dengan ikan teri ataupun makanan lainnya. Tentunya Mama perlu memikirkan gizi yang baik untuk si Kecil yaitu dengan memberikan makanan yang kaya akan vitamin, protein, bahkan omega 3.

Mama bisa memilih ikan yang masih segar, bertulang besar atau lunak. Namun, pastikan untuk menghindari yang mengandung merkuri dan pengawet. Apalagi banyak jenis ikan laut yang mengandung merkuri, sehingga tidak kesehatan dan perkembangan anak ketika dikonsumsi.

“Pilihlah ikan yang kandungan merkurinya sedikit seperti ikan teri, salmon, udang, kepiting, dan lainnya. Untuk ikan yang kandungan merkurinya tinggi, seperti tuna, tenggiri, lobster, dan lainnya,” ujar dr. Putri Sakti DP,M.Gizi, Sp.GK di acara Pentingnya Asupan DHA dan Omega 3 dari Ikan Teri agar Anak Cerdas. 

Memberikan MPASI instan setiap hari pun tentunya tidak bagus untuk kesehatan si Kecil. Untuk itu, Mama sebaiknya memberikan MPASI yang dibuat sendiri dan tetap memperhatikan kandungan gizinya. Ikan teri ataupun olahan ikan lainnya bisa diberikan sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Gantilah menu setiap hari agar si Kecil tidak bosan. Dengan berganti-ganti menu, si Kecil akan terbiasa untuk mengeksplor rasa dari berbagai jenis makanan.

5. Apa saja efek mengkonsumsi ikan asin secara berlebihan?

5. Apa saja efek mengkonsumsi ikan asin secara berlebihan
Pexels/Mumtahina Tanni

Ikan teri memilki dua jenis, yaitu yang kering dan basah. Apakah Mama pernah memberikan ikan teri kering kepada si Kecil? Sebaiknya jangan diberikan lagi karena ikan teri kering mengandung banyak garam dan jika dikonsumsi secara berlebihan akan berpengaruh bagi kesehatan.

Sebelum terlambat, ada baiknya untuk hindari ikan teri kering. Hal ini dikarenakan proses pengolahan ikan teri kering menggunakan banyak garam, sehingga tidak baik untuk dikonsumsi secara berlebihan.  

Efek samping mengonsumsi ikan teri secara berlebihan bisa menyebabkan meningkatnya risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi serta gangguan kesehatan lain akibat kandungan logam berbahaya atau merkuri.

Itulah beberapa informasi tentang ikan teri yang bisa dijadikan MPASI. Untuk Mama yang akan memulai MPASI semoga bisa memahami informasi ini baik-baik ya, Ma. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.