Berdasarkan usia dan kelainan kulit, dermatitis atopik dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase infantil (0-2 tahun), anak (2 tahun-pubertas), dan dewasa.
Fase infantil (usia 2 bulan – 2 tahun)
Umumnya lesi awal muncul pada usia 2 bulan, biasanya simetris pada kedua pipi, kemudian menyebar ke dahi, kulit kepala, telinga, leher, pergelangan tangan dan tungkai. Alergen (pencetus) yang berperan dalam fase ini adalah makanan, seperti susu sapi, telur, soya dan gandum.
Fase anak (usia 2 - 10 tahun)
Fase ini dapat bersifat langsung maupun lanjutan dari fase infantil, muncul di lipat siku, lipat lutut, lesi juga bisa mengenai bagian luar sendi serta pergelangan tangan dan pergelangan kaki, kelopak mata dan leher. Anak dapat mengalami gangguan fungsional karena nyeri apabila timbul luka pada kulit.
Pada dermatitis berat (lebih dari 50% luas permukaan tubuh) seringkali terjadi gangguan psikologis. Alergen yang berperan dalam fase ini adalah aeroalergen (pencetus yang dihirup) seperti tungau, debu rumah, wol dan serpihan hewan piaraan selain alergi makanan.
Fase remaja dan dewasa (usia > 13 tahun)
Lesi khas pada fase ini adalah eksim likenifikasi (penebalan kulit) pada daerah lipatan, plak hiperpigmentasi (perubahan warna kulit menjadi lebih gelap), dan skuama (bersisik) di pergelangan tangan, pergelangan kaki, leher dan kelopak mata.
Gatal terutama pada malam hari yang berkaitan dengan kondisi psikologis, sehingga pasien dewasa sering mengeluh kelainan ini dicetuskan oleh gangguan emosional. Kekambuhan terjadi saat terpajan dengan alergen spesifik atau lingkungan tertentu.