Bintil dan Benjol Merah pada Pusar Bayi, Apa Penyebabnya?

Masalah kulit seringkali dialami bayi. Ketahui penyebabnya agar bisa mendapatkan pengobatan tepat

22 Februari 2020

Bintil Benjol Merah Pusar Bayi, Apa Penyebabnya
Freepik/A3pfamily

Ruam dan iritasi merupakan hal yang banyak dialami oleh bayi. Kulitnya yang sensitif masih beradaptasi dengan cuaca, udara atau pun paparan substansi-substansi yang ada di lingkungan sekitarnya, baik yang terlihat maupun tidak. 

Area tubuh yang biasanya mengalami masalah kulit adalah bagian sekitar perut hingga pantat bayi. Benjolan merah di sekitar pusar seringkali ditemukan pada bayi. Benjolan ini berwarna kemerahan dan tak jarang menimbulkan rasa gatal yang mengganggu bayi. Lalu, apa saja sih penyebab munculnya benjolan merah di sekitar pusar bayi? Berikut Popmama.com merangkum beberapa faktor penyebabnya, dilansir dari hellomotherhood.com:

1. Ruam popok yang menjalar ke area pusar

1. Ruam popok menjalar ke area pusar
Freepik

Ruam popok sangat umum dialami oleh bayi akibat jamur yang menginfeksi daerah yang bersentuhan dengan popok. Gejala ruam popok ditandai dengan ruam merah yang berbintil-bintil di area popok dan sekitarnya. 

Jamur tumbuh di area sekitaran popok karena habitat yang cocok bagi mereka berkembangbiak, yaitu daerah yang hangat dan lembap. Kondisi ini seringkali menjalar hingga area pusar. Jadi pastikan untuk membersihkan dengan baik saat mengganti popok bayi dan memastikan area ini selalu kering.

2. Roseola infatum

2. Roseola infatum
Freepik/preechab

Roseola adalah salah satu infeksi virus yang banyak dialami bayi dan anak-anak sebelum mencapai usia TK. Dilansir dari American Academy of Pediatrics, roseola diidap oleh anak usia 6 bulan hingga 3 tahun. 

Roseola diawali dengan demam tinggi yang bisa berlangsung selama seminggu. Setelah demam menghilang, ruam mulai muncul dan menjalar di daerah perut sebelum menyebar ke area tubuh yang lain. Roseola merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus, jadi antibiotik tidak dapat melawannya. 

3. Eksim atau dermatitis

3. Eksim atau dermatitis
Freepik/a3pfamily

Eksim, atau juga dikenal sebagai dermatitis, merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan rasa gatal disertai ruam kemerahan yang tersebar di seluruh tubuh. Sebagian besar bayi tumbuh dengan kondisi kulit kronis ini hingga usia kanak-kanak.

Dokter akan memberikan obat berupa krim untuk menghilangkan rasa gatal dan antihistamin untuk membantu mengurangi gatal agar bayi bisa tidur di malam hari. Jika dermatitis disebabkan oleh stimulus, misalnya karena iritasi akibat paparan produk yang dipakai di sekitar rumah, salep kortison ringan dapat mengurangi reaksinya.

Editors' Picks

4. Biang keringat dan alergi

4. Biang keringat alergi
healthline.com

Biang keringat atau alergi juga dapat menyebabkan timbulnya benjolan atau bintil-bintil merah di sekitar pusar. Jika bayi mengalami gatal-gatal, teliti lagi makanan atau obat apapun yang dikonsumsinya baru-baru ini. Pertimbangkan untuk mengganti merk deterjen, pelembut pakaian, dan sabun bayi yang biasa digunakan. 

Setelah stimulus atau paparan menghilang, benjolan atau bintil pun biasanya akan menghilang secara bertahap. Benjolan atau bintil juga bisa menjadi pertanda adanya infeksi tunggul pusar bayi baru lahir. Segera cari pertolongan medis jika kondisinya makin memburuk.

5. Cacar air

5. Cacar air
littlebossworld.com

Cacar air atau varicella adalah infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella zooster. Seperti roseola, tandanya adalah bintik-bintik merah yang muncul di area tubuh, termasuk di pusar. Bedanya, bintik karena cacar air, akan berubah menjadi gelembung berisi air setelah 1-2 hari gejala muncul. 

Gelembung itu menyebabkan gatal dan rasa panas di kulit. 

Tips Mencegah dan Mengatasi Iritasi pada Bayi

Tips Mencegah Mengatasi Iritasi Bayi
shutterstock/golfx

Ruam bisa muncul kapan pun, terkadang penyebabnya tidak diketahui pasti. Berikut hal-hal yang harus dihindari agar tidak menimbulkan iritasi berbahaya:

  • Sabun dengan formulasi kimiawi tinggi,
  • mandi busa,
  • pelembap yang mengandung pewangi,
  • asap rokok.

Gunakan produk yang khusus diformulasikan untuk kulit bayi yang sensitif. Terutama jika bayi pernah mengalami ruam sebelumnya. Jaga kulit bayi agar senantiasa bersih dan terhidrasi. Oleskan sedikit petroleum jelly atau krim popok di wilayah yang bergesekan dengan popok untuk mencegah terjadinya ruam.

Semoga informasi ini bermanfaat, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.