8 Cara Tepat Merawat Tali Pusar Bayi Hingga Puput

Jika tak ingin pusarnya infeksi, lakukanlah perawatan yang tepat seperti berikut!

11 Oktober 2018

8 Cara Tepat Merawat Tali Pusar Bayi Hingga Puput
Flickr.com/alpha

Ketika dalam kandungan, bayi akan mendapatkan gizi dan oksigen dari dalam darah Mama melalui plasenta yang tersambung oleh tali pusar yang panjangnya sekitar 60-70 cm.

Namun setelah lahir, bayi tidak membutuhkan lagi tali pusar yang selama ini membantunya bernapas serta mendapatkan nutrisi.

Pasalnya, kebutuhan si Kecil kini sudah bisa disediakan langsung oleh Mama. Maka dari itu, dokter atau bidan akan memotong tali pusar bayi yang masih terhubung dengan Mama sekitar 2-3 cm.

Meskipun terlihat mudah dalam merawat tali pusar bayi, namun ternyata tak jarang beberapa orangtua baru kesulitan saat merawatnya hingga benar-benar lepas.

Nah, untuk memberikan edukasi bagi orangtua baru, berikut Popmama.com telah merangkum 8 langkah tepat merawat tali pusar bayi hingga terlepas dengan sendirinya.

1. Pastikan tangan Mama bersih

1. Pastikan tangan Mama bersih
Pexels/rawpixel

Cucilah tangan Mama terlebih dulu ketika akan membersihkan tali pusar bayi menggunakan sabun antiseptik dan juga air yang mengalir.

Mengingat bahwa tali pusar bayi sangatlah sensitif, maka mencuci tangan sebelum membersihkannya bertujuan untuk menghindari kuman-kuman yang ada pada tangan agar tidak masuk ke tubuh bayi melalui luka di tali pusarnya.

2. Menjaga kebersihan tali pusar bayi yang baru lahir

2. Menjaga kebersihan tali pusar bayi baru lahir
Commons.wikimedia.org

Untuk menjaga kebersihan tali pusar si Kecil, Mama harus selalu menggunakan kain yang lembut dan juga air hangat untuk mencegah infeksi. 

Jika pada saat memandikan si Kecil tali pusarnya terkena air, maka Mama harus segera mengeringkannya menggunakan kain kasa atau cotton bud yang steril.

Caranya adalah dengan menggulirkan cotton bud ke kanan dan ke kiri di atas tali pusar bayi secara perlahan agar kotoran-kotoran yang ada pada pusar bayi menempel pada bagian kapasnya.

Ketika merawat tali pusar bayi, maka sebaiknya Mama tidak menggunakan antiseptik. Pasalnya, antiseptik akan  membuat tali pusar bayi kering lebih lama lagi.

Mama boleh menggunakan cairan antiseptik asalkan sesuai dengan saran dokter atau bidan dan untuk membersihkan kotoran yang lengket.

Namun agar lebih aman, Mama cukup membersihkannya menggunakan air hangat dan kain lembut atau kain yang mempunyai daya serap air.

Setelah itu, keringkanlah tali pusar bayi agar tidak terjadi infeksi akibat lembap dan kuman yang menempel.

3. Jaga tali pusar bayi agar tetap kering

3. Jaga tali pusar bayi agar tetap kering
Flickr.com/jeffhebear

Agar cepat kering dan lepas, sebaiknya tali pusar bayi tidak dibungkus dengan apapun. Hal tersebut bertujuan agar udara dapat masuk dan akhirnya tali pusar mengering dengan sendirinya lalu terlepas. 

Jika Mama memakaikan popok untuk si Kecil sebaiknya jangan sampai popok menutupi tali pusar bayi, gunakan popok di bawah tali pusar bayi saja.

Selain itu, Mama juga sebaiknya tidak memasangkan baju bayi yang terlalu ketat untuknya, gunakan saja baju yang sedikit longgar agar tidak mengganggu tali pusar bayi yang belum kering.

4. Gunakan spons untuk memandikannya

4. Gunakan spons memandikannya
Pixabay/sanjasy

Saat memandikan si Kecil, maka Mama cukup gunakan spons untuk membasuh area tubuhnya. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga tali pusar bayi agar tidak terkena air dan menjaga agar tali pusar bayi tetaplah kering.

Mama juga dapat memandikan si Kecil sambil merendamnya ketika tali pusarnya sudah putus.

Editors' Picks

5. Ganti kain kasa pada pusar bayi secara berkala

5. Ganti kain kasa pusar bayi secara berkala
Commons.wikimedia.org

Jangan terlalu lama memasangkan kain kasa apalagi saat keadaan tali pusar bayi lembap. Pasalnya, kain kasa yang lembap dapat membuat tali pusar bayi menjadi infeksi. 

Perlu Mama ketahui juga, jangan pernah membersihkan pusar bayi menggunakan kapas karena bisa saja serabut-serabut yang ada pada kapas menempel pada pusar bayi.

Serabut kapas yang menempel tersebut pasti akan sulit dibersihkan karena pusarnya pun masih dalam keadaan yang basah.

6. Jangan terkena air saat memandikannya

6. Jangan terkena air saat memandikannya
Flickr.com/valentina powers

Ketika memandikan si Kecil yang tali pusarnya belum putus, maka Mama harus lebih berhati-hati lagi. Jangan biarkan tali pusarnya terkena air ketika mandi.

Jika tali pusar bayi belum mengering atau lepas, maka Mama cukup memandikan bayi dengan menggunakan waslap yang disudah dimasukkan kedalam air hangat, lalu usapkan secara perlahan kebagian tubuh bayi dan jangan sampai tali pusarnya terkena air.

7. Hindari menggunakan salep atau obat apapun terkecuali dengan saran dokter

7. Hindari menggunakan salep atau obat apapun terkecuali saran dokter
Flickr.com/jencu

Jangan pernah coba-coba untuk mengoleskan salep atau obat luar untuk mengeringkan pusar bayi mama. Jika tanpa saran dan resep dari dokter, maka bisa saja hal buruk terjadi pada pusarnya.

Hal terburuk yang dapat terjadi adalah infeksi hingga pendarahan.

8. Jangan memaksa tali pusar bayi lepas dengan cara menariknya

8. Jangan memaksa tali pusar bayi lepas cara menariknya
Flickr.com/brent

Biarkan tali pusar bayi lepas dengan sendirinya dan jangan pernah mencoba untuk menarik tali pusarnya ya, Ma. Jika Mama masih memaksanya, maka bukan tidak mungkin bayi mama akan merasa kesakitan dan menangis.

Selain 8 poin di atas, Mama juga harus mengetahui ciri-ciri bayi yang mengalami infeksi pada tali pusarnya. Salah satu cirinya adalah ia akan mengalami demam, lemah, lesu, rewel atau menangis tak henti-henti juga tidak mau minum ASI. 

Disamping itu, warna tali pusar bayi juga akan berwarna kemerahan, sedikit membengkak, dan tali pusarnya mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Jika sudah begitu, maka Mama harus sesegera mungkin membawa bayi ke dokter karena hal ini akan berbahaya jika dibiarkan begitu saja.

Baca juga: Segala hal yang perlu Mama ketahui seputar mitos tali pusar