Ma, Begini 7 Cara Tepat Merawat Tali Pusar Bayi Hingga Puput

Agar tidak terjadi infeksi, lakukanlah perawatan yang tepat seperti berikut!

5 Mei 2020

Ma, Begini 7 Cara Tepat Merawat Tali Pusar Bayi Hingga Puput
Flickr.com/alpha

Ketika dalam kandungan, bayi akan mendapatkan gizi dan oksigen dari dalam darah Mama melalui plasenta yang tersambung oleh tali pusar yang panjangnya sekitar 60-70 cm.

Namun setelah lahir, bayi tidak membutuhkan lagi tali pusar yang selama ini membantunya bernapas serta mendapatkan nutrisi.

Pasalnya, kebutuhan si Kecil kini sudah bisa disediakan langsung oleh Mama. Maka dari itu, dokter atau bidan akan memotong tali pusar bayi yang masih terhubung dengan Mama sekitar 2-3 cm.

Meskipun terlihat mudah dalam merawat tali pusar bayi, namun ternyata masih banyak orangtua baru yang kesulitan saat merawatnya hingga benar-benar lepas atau puput.

Nah, untuk lebih memudahkan, berikut Popmama.com telah merangkum 8 langkah tepat merawat tali pusar bayi hingga terlepas dengan sendirinya.

1. Pastikan tangan Mama bersih

1. Pastikan tangan Mama bersih
Pexels/rawpixel

Cucilah tangan Mama terlebih dulu ketika akan membersihkan tali pusar bayi menggunakan sabun antiseptik dan juga air yang mengalir.

Mengingat tali pusar bayi masih sangat sensitif, maka mencuci tangan sebelum membersihkannya bertujuan untuk menghindari kuman-kuman yang ada pada tangan agar tidak masuk ke tubuh bayi melalui luka di tali pusarnya.

2. Menjaga kebersihan tali pusar bayi yang baru lahir

2. Menjaga kebersihan tali pusar bayi baru lahir
Commons.wikimedia.org

Untuk menjaga kebersihan tali pusar si Kecil, Mama harus selalu menggunakan kain yang lembut dan juga air hangat untuk mencegah infeksi. 

Jika pada saat memandikan si Kecil tali pusarnya terkena air, maka Mama harus segera mengeringkannya menggunakan kain kasa atau cotton bud yang steril.

Caranya adalah dengan menggulirkan cotton bud ke kanan dan ke kiri di atas tali pusar bayi secara perlahan agar kotoran-kotoran yang ada pada pusar bayi menempel pada bagian kapasnya.

Mama boleh menggunakan cairan antiseptik asalkan sesuai dengan saran dokter atau bidan yang merawat.

Namun agar lebih aman, Mama cukup membersihkannya menggunakan air hangat dan kain lembut atau kain yang dapat menyerap air.

Setelah itu, keringkanlah tali pusar bayi agar tidak terjadi infeksi akibat lembap dan kuman yang menempel.

Editors' Picks

3. Jaga tali pusar bayi agar tetap kering

3. Jaga tali pusar bayi agar tetap kering
Flickr.com/jeffhebear

Agar cepat kering dan lepas, sebaiknya tali pusar bayi tidak dibungkus dengan apapun. Hal tersebut bertujuan agar udara dapat masuk dan akhirnya tali pusar mengering dengan sendirinya lalu terlepas. 

Jika Mama memakaikan popok untuk si Kecil sebaiknya jangan sampai popok menutupi tali pusar bayi, gunakan popok di bawah tali pusar bayi saja.

Selain itu, Mama juga sebaiknya tidak memasangkan baju bayi yang terlalu ketat, gunakan saja baju yang sedikit longgar agar tidak mengganggu tali pusar bayi yang belum kering.

4. Gunakan waslap untuk memandikannya

4. Gunakan waslap memandikannya
Pixabay/sanjasy

Saat memandikan si Kecil, maka Mama cukup gunakan waslap untuk membasuh area tubuhnya. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga tali pusar bayi agar tidak terkena air terlalu banyak dan menjaga agar tali pusar bayi tetap kering.

Mama juga dapat memandikan si Kecil sambil merendamnya ketika tali pusarnya sudah putus.

5. Ganti kain kasa pada pusar bayi secara berkala

5. Ganti kain kasa pusar bayi secara berkala
Commons.wikimedia.org

Jangan terlalu lama memasangkan kain kasa apalagi saat keadaan tali pusar bayi lembap. Pasalnya, kain kasa yang lembap dapat membuat tali pusar bayi menjadi infeksi. 

Perlu Mama ketahui juga, jangan pernah membersihkan pusar bayi menggunakan kapas karena bisa saja serabut-serabut yang ada pada kapas menempel pada pusar bayi.

Serabut kapas yang menempel tersebut pasti akan sulit dibersihkan karena pusarnya pun masih dalam keadaan yang basah.

6. Hindari menggunakan salep atau obat apapun terkecuali dengan saran dokter

6. Hindari menggunakan salep atau obat apapun terkecuali saran dokter
Flickr.com/jencu

Mama sebaiknya tidak mencoba-coba memberikan salep atau obat luar untuk pusar bayi, dengan tujuan membuat pusar menjadi lebih cepat kering. Memberikan apapun tanpa saran dan resep dokter dapat membahayakan bayi.

Hal terburuk yang dapat terjadi bila melakukan hal tersebut adalah infeksi hingga perdarahan.

7. Jangan memaksa tali pusar bayi lepas dengan cara menariknya

7. Jangan memaksa tali pusar bayi lepas cara menariknya
Flickr.com/brent

Biarkan tali pusar bayi lepas dengan sendirinya dan jangan pernah mencoba untuk menarik tali pusarnya ya, Ma. Jika Mama masih memaksanya, maka bukan tidak mungkin bayi mama akan merasa kesakitan dan menangis.

Selain 8 poin di atas, Mama juga harus mengetahui ciri-ciri bayi yang mengalami infeksi pada tali pusarnya. Salah satu cirinya adalah ia akan mengalami demam, lemah, lesu, rewel atau menangis tak henti-henti, juga tidak mau minum ASI. 

Di samping itu, warna tali pusar bayi juga akan berwarna kemerahan, sedikit membengkak, dan tali pusarnya mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Jika sudah begitu, maka Mama harus sesegera mungkin membawa bayi ke dokter karena hal ini akan berbahaya jika dibiarkan begitu saja.

Baca juga:


 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.