Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Aksi 3 Anak Pembobol 5 Toko di Padang Belajar dari Game

3 min read
Aksi 3 Anak Pembobol 5 Toko di Padang Belajar dari Game
Pinterest.com/kaasia1230284 & Tiktok.com/padang.time
  • Tiga anak berusia 10, 13, dan 14 tahun diduga membobol lima toko di Plaza Andalas Padang dalam dua aksi pada 21 dan 24 Agustus 2026.

  • Rekaman CCTV mengungkap pembagian peran mereka serta pencurian uang tunai, ponsel, dan pakaian; pemilik toko kemudian melaporkan kasus ini kepada polisi.

  • Ketiganya mengaku meniru strategi dari gim Roblox, lalu diamankan di kawasan Mako TNI AL; polisi menyita uang, ponsel, dan sepeda motor hasil penjualan barang curian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Fenomena kejahatan yang melibatkan anak di bawah umur kembali menyita perhatian publik, berita terbaru kini di Kota Padang. Aksi nekat yang dilakukan oleh 3 anak ini tergolong sangat berani dan terstruktur. Pasalnya aksi ini dilakukan oleh anak di bawah umur. 

Tiga anak yang masih sangat muda ini berhasil membobol lima toko sekaligus dalam satu kawasan plaza. Mereka mengeksekusi aksinya dengan cara seperti pelaku kejahatan berpengalaman. Publik pun dibuat heran dengan keberanian mereka.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi nekat tersebut tidak dilakukan secara kebetulan. Ketiga anak ini mengaku mendapatkan ide pencurian dari permainan yang sering mereka mainkan. Polisi pun bergerak cepat untuk mengamankan para pelaku beserta barang buktinya.

Berikut Popmama.com rangkum kronologi aksi 3 anak pembobol 5 toko di Padang belajar dari game.

  1. 1. Pembobolan toko di Plaza Padang

    Aksi 3 anak pencurian di toko plaza padang
    Tiktok.com/padang.time

    Diketahui pencurian dilakukan pada dua waktu berbeda. Aksi pencurian pertama dilakukan pada hari Jumat, 21 Agustus 2026. Kemudian aksi pencurian kedua dilakukan pada hari Senin, 24 Agustus 2026. 

    Ketiga bocah tersebut beraksi memanfaatkan kelengahan pengamanan di area toko Plaza Andalas Padang. Sasaran mereka mencakup berbagai jenis toko yang menyimpan aset berharga. Pelaku pencurian diketahui juga masih sangat mudah, yaitu anak usia 10, 13, dan 14 tahun.


  2. 2. Aksi terekam CCTV

    Aksi terekam oleh CCTV
    Pinterest.com/amah19964

    Tanpa disadari oleh ketiga anak tersebut, aksinya terekam oleh CCTV yang berada di kawana Plaza Padang tersebut. Adanya hal tersebut, pemiliki toko mengetahui pelaku dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Melalui CCTV tersebut juga diketahui bahwa ketiga anak tersebut mencuri uang tunai, beberapa ponsel, dan juga pakaian.

    Bukti visual ini menjadi kunci utama bagi kepolisian untuk mengenali identitas para pelaku. Rekaman memperlihatkan secara jelas pembagian peran di antara ketiga anak tersebut saat beraksi. 


  3. 3. Belajar mencuri dari gim

    Belajar mencuri dari gim
    Pinterest.com/kaasia1230284

    Setelah diinterogasi, ketiga anak tersebut mengakui belajar mencuri dari salah satu gim yang ramai di kalangannya, yaitu roblox. Mereka meniru berbagai trik serta strategi kejahatan yang ada di dalam permainan tersebut. 

    Pengaruh konten digital terbukti dapat membentuk pola pikir anak jika tanpa pengawasan. Pengakuan ini tentu menjadi sorotan tajam terkait dampak negatif dari hiburan gim online. 


  4. 4. Pelarian dan penangkapan di Mako TNI AL

    Tertangkap di Mako TNI AL
    Pinterest.com/amriyahn21

    Setelah berhasil diidentifikasi, polisi pun melakukan pengejaran kepada ketiga anak tersebut. Mulai dari daerah Marapalam, Jati, Gunung Pangilun, sebelum pada akhirnya polisi kehilangan jejak di kawasan Teluk Bayur. Namun pada akhirnya, ketiga anak tersebut diketahui masuk ke kawasan Mako TNI AL sehingga penangkapan terjadi di area tersebut. 

    Petugas di markas militer tersebut langsung mengamankan ketiganya sebelum diserahkan ke pihak kepolisian. Pelarian yang cukup jauh ini menunjukkan kepintaran mereka dalam menghindari intaian aparat. 


  5. 5. Barang bukti

    Barang bukti
    Pinterest.com/kpopsquadcom,petrusmutamachin

    Setelah berhasil ditangkap, polisi menemukan sejumlah barang bukti, seperti uang tunai, handphone, serta satu unit sepeda motor yang baru saja mereka beli dari hasil menjual barang-barang curian di marketplace. Seluruh barang bukti kini disita pihak berwajib guna proses hukum dan penyidikan lebih lanjut. Hasil penjualan dari marketplace tersebut menjadi petunjuk tambahan bagi penyidik.

    Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para orangtua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak mereka. Pengawasan yang konsisten sangat diperlukan agar anak tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif di media sosial maupun gim.

    Pendampingan moral serta komunikasi yang intensif di dalam keluarga juga menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya tindakan kriminal serupa. Peran aktif lingkungan sekitar juga sangat dibutuhkan guna membimbing tumbuh kembang anak ke arah yang lebih positif.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More