Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Instagram.com/gramediakids
  • Gramedia Science Day 2026 digelar di City Hall Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, pada 17 Oktober, melibatkan 880 peserta dari lebih 200 SD Jabodetabek.

  • Bertema Science Rescue Challenge, peserta belajar mitigasi bencana melalui pembuatan gedung tahan badai dan airdrop pelindung telur, disertai uji teori serta presentasi.

  • Penyelenggaraan ke-11 sejak 2016 membagi peserta menjadi sekitar 440 tim beranggotakan dua orang; penilaian dilakukan dosen dan praktisi sains berdasarkan proses, kreativitas, serta efisiensi bahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ajang kompetisi sains paling ditunggu-tunggu kembali hadir menyapa anak-anak Indonesia dengan keseruan yang luar biasa!

Gramedia Science Day 2026 hadir di Jakarta lagi nih, Ma!

Sebelumnya, Gramedia Science Day 2026 telah sukses diselenggarakan di Surabaya dengan total 300 lebih peserta.

Di Jakarta sendiri, acara ini mengusung tema yang sangat relevan dengan situasi di Indonesia saat ini.

Suasana meriah tampak jelas dari semangat para ilmuwan cilik yang memenuhi lokasi acara sejak pagi hari.

Kegiatan edukatif ini dirancang untuk mengasah keterampilan berpikir kritis sekaligus kreativitas anak-anak tingkat sekolah dasar.

Melalui pendekatan yang menyenangkan, anak-anak diajak untuk melihat bahwa belajar sains bisa menjadi pengalaman yang sangat mengasyikkan. 

Dukungan penuh dari orangtua dan sekolah semakin menambah semangat  para peserta di setiap tahap kompetisi.

Tidak hanya sekadar berlomba, ajang ini juga menjadi sarana yang tepat untuk mempererat kerja sama tim antar peserta, lho. 

Berbagai tantangan unik yang disiapkan mampu memicu rasa ingin tahu yang tinggi dari setiap anak yang berpartisipasi. 

Mari lihat di Popmama.com aksi seru 880 ilmuwan cilik di Gramedia Science Day Jakarta 2026!

1. Lokasi dan partisipasi peserta dari berbagai sekolah

Popmama.com/Raisha Nurul Riza

Ajang kompetisi Gramedia Science Day 2026 kali ini diselenggarakan di City Hall Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026. 

Kolaborasi antara Gramedia dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini sukses menarik perhatian banyak pihak, lho. 

Antusiasme yang tinggi juga terlihat dari keterlibatan lebih dari 200 sekolah dasar dari seluruh wilayah Jabodetabek, Ma! 

Pemilihan lokasi juga mempermudah akses bagi para keluarga yang ingin datang memberikan dukungan langsung. 

Selain arena kompetisi, area sekitar juga dilengkapi dengan berbagai stan edukatif serta hiburan yang ramah anak, nih. 

Hal ini menjadikan acara sains ini tidak hanya sebagai tempat bertanding, tetapi juga destinasi rekreasi edukatif keluarga yang menyenangkan.

2. Mengusung tema terkait bencana alam

Popmama.com/Raisha Nurul Riza

Mengangkat tema utama "Science Rescue Challenge", kompetisi tahun 2026 ini terinspirasi dari kondisi Indonesia yang akhir-akhir ini sedang tidak baik-baik saja, Ma.

Karena Indonesia belakangan ini mengalami bencana alam. 

Tema ini dipilih dengan tujuan agar anak-anak dapat memahami mitigasi risiko secara aplikatif. 

Para peserta diajak memikirkan solusi ilmiah untuk membantu menyelamatkan sesama melalui eksperimen yang mendidik. 

Melalui pendekatan sains praktis, anak-anak dilatih untuk membuat gedung yang anti angin badai dan membuat airdrop yang dapat menyalurkan bantuan.

Tentunya secara praktis dan bahan yang digunakan hanyalah praktik ya, Ma.

Pemahaman ini disajikan secara interaktif agar mudah dicerna oleh anak usia sekolah dasar. 

Diharapkan pengalaman ini dapat menumbuhkan kepedulian sosial dan kesadaran lingkungan yang tinggi pada generasi muda.

3. Jumlah peserta dan konsiste sejak tahun 2016

Popmama.com/Raisha Nurul Riza

Acara Gramedia Science Day ini telah masuk ke dalam penyelenggaraan yang ke-11 kalinya lho, Ma!

Acara ini pertama kali dilaksanakan pada pada tahun 2016.

Acara ini juga mencatat rekor partisipasi yang luar biasa, Ma. 

Sebelumnya, Gramedia Science day di Surabaya telah dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang sangat antusias. 

Tahun ini, tercatat ada sebanyak 880 peserta dari wilayah Jabodetabek yang ikut ambil bagian memeriahkan kompetisi di Jakarta.

Rekam jejak yang panjang ini membuktikan komitmen berkelanjutan Gramedia dalam mendukung pendidikan anak di Indonesia. 

Dari tahun ke tahun, minat sekolah dan orangtua untuk mengikutsertakan anak-anak mereka terus mengalami peningkatan yang signifikan. 

Keberlanjutan program ini menjadi bukti nyata pentingnya wadah kompetisi sains yang menyenangkan bagi anak-anak. 

4. Sistem pembagian tim menggunakan tabel periodik

Popmama.com/Raisha Nurul Riza

Dari secara keseluruhan 880 lebih peserta, kemudian dibagi ke dalam sekitar 440 tim, di mana setiap tim 2 anggota. 

Pengelompokan unik ini menggunakan konsep tabel periodik kimia agar terasa lebih edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak, lho! 

Kerja sama tim yang solid menjadi kunci utama bagi para peserta untuk menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan nih, Ma. 

Pembagian tugas dalam kelompok dapat melatih anak untuk saling berkomunikasi dan menghargai pendapat teman sebaya. 

Selain itu, anak-anak juga belajar cara membagi strategi dan memecahkan masalah bersama di bawah tekanan waktu. 

Pengalaman berkolaborasi ini menjadi modal berharga bagi pembentukan karakter dan keterampilan sosial mereka di sekolah maupun kehidupan sehari-hari. 

5. Rangkaian pembukaan acara yang meriah dan khidmat

Popmama.com/Raisha Nurul Riza

Rangkaian acara dibuka dengan khidmat melalui opening ceremony yang menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.

Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama demi kelancaran acara. 

Setelah itu, acara diisi dengan sambutan dari pihak Gramedia, BRI, dan PIM sebelum akhirnya dilakukan peresmian pembukaan kompetisi secara resmi. 

Suasana pembukaan terasa semakin meriah dengan hadirnya para pendukung seperti orangtua dan guru pendamping di lokasi. 

Riuh tepuk tangan dari pendukung membakar semangat para peserta sejak menit pertama acara dimulai. 

Momen peresmian diawali dengan seremoni khusus Ma, dan sebagai tanda dimulainya perjuangan para ilmuwan cilik. 

Seluruh rangkaian pembukaan dikemas secara energik agar anak-anak merasa gembira dan siap menghadapi tantangan sains. 

6. Penilaian profesional dari para dewan juri

Instagram.com/gramediakids

Kompetisi ini dinilai langsung oleh dewan juri yang profesional dan kompeten di bidangnya lho, Ma!

Tidak asal memilih, juri acara ini terdiri dari para dosen serta praktisi sains. 

Juri ahli tersebut adalah Dr. Yasinta Ratna Esti Wulandari, S.Si., M.Si., Wahyu Setioko, S.Si., M.A., Ph.D., serta Dr. Robi Sobirin, S.Si., M.Si. 

Kehadiran para juri ini memastikan penilaian kompetisi berjalan objektif dan mendidik bagi perkembangan kognitif anak. 

Para juri secara cermat mengamati kelayakan teknis serta ide kreatif yang ditunjukkan oleh setiap tim. 

Kriteria penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses penalaran ilmiah dan efisiensi bahan yang digunakan. 

Masukan constructive dari para ahli ini tentu menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi ilmuwan cilik.

7. Tantangan uji teori hingga eksperimen

Popmama.com/Raisha Nurul Riza

Tantangan pertama yang harus diselesaikan oleh para ilmuwan cilik adalah uji teori berupa 40 soal pilihan ganda yang harus dikerjakan dalam durasi waktu 25 menit, Ma.

Selanjutnya, peserta menghadapi tantangan eksperimen pertama yaitu membangun gedung tahan badai menggunakan sedotan, tusuk gigi, dan gunting selama 30 menit dengan tinggi minimal 30 cm. 

Eksperimen kedua adalah membuat airdrop selama 45 menit untuk melindungi telur sebagai paket rapuh agar aman, stabil, dan tidak pecah saat dijatuhkan dari ketinggian 1,5 meter menggunakan alat dan bahan seminimal mungkin. 

Dari hasil eksperimen tersebut, tim yang berhasil memenuhi standar penilaian pilihan akan terpilih untuk mempresentasikan karya serta konsep ilmiah mereka di depan dewan juri. 

Melalui uji teori dan eksperimen ini, ketelitian serta ketahanan struktur bangunan peserta diuji secara langsung di depan dewan juri dan penonton. 

Uji coba airdrop serta sesi presentasi menjadi momen paling mendebarkan saat paket telur dijatuhkan dan ide desain buatan peserta diuji langsung oleh para ahli.

Penyelenggaraan acara ini tentu membawa dampak yang sangat positif bagi tumbuh kembang anak-anak di bidang pendidikan non-formal. 

Selain mengasah aspek kognitif, kegiatan interaktif seperti ini terbukti ampuh dalam melatih motorik halus dan ketangkasan berpikir anak.

Itu dia Ma, aksi seru 800 ilmuwan cilik di Gramedia Science Day Jakarta 2026!

Semoga acara ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang untuk mencetak lebih banyak ilmuwan cilik berprestasi. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article