10 Kebiasaan dalam Islam agar Kaya Raya Dunia dan Akhirat, Ajarkan pada Anak

Orangtua dianjurkan menanamkan kebiasaan spiritual sejak dini agar anak meraih keberkahan, ketenangan jiwa, serta kesuksesan dunia dan akhirat.
Kebiasaan utama meliputi salat tepat waktu, bersyukur, terus belajar, beristigfar, bersedekah, bertawakal, dan menjaga kehalalan rezeki.
Anak juga diarahkan produktif setelah Subuh, memilih lingkungan positif, menjaga silaturahmi keluarga, serta menyeimbangkan doa dan amal dengan usaha nyata.
Setiap orangtua tentu ingin anak tumbuh sukses di dunia sekaligus selamat di akhirat. Kaya raya bukan hanya soal harta, tapi juga keberkahan hidup dan ketenangan jiwa.
Sayangnya, banyak orangtua hanya fokus mengejar nilai akademis tanpa membekali anak dengan kebiasaan spiritual yang mendasar.
Dalam agama Islam sendiri, ada kebiasaan-kebiasaan yang bisa Mama tanamkan pada anak sejak dini. Nah, kebiasaan inilah yang nantinya membekas kuat hingga dewasa.
Mulai dari salat tepat waktu hingga rajin bersedekah, semuanya bisa menjadi fondasi hidup yang kokoh. Yuk, mulai ajarkan kebiasaan ini agar anak tumbuh menjadi pribadi yang kaya secara hakiki.
Berikut Popmama.com rangkumkan kebiasaan dalam Islam untuk ditanamkan kebaikan sejak dini agar kaya dunia dan akhirat.
1. Salat tepat waktu

Pexels/Alena Darmel Salat tepat waktu adalah amalan yang paling dicintai Allah SWT. Dalam Hadits Bukhari 527, Rasulullah SAW bersabda bahwa salat pada waktunya adalah amalan yang paling dicintai Allah, sebelum berbakti kepada orangtua dan jihad di jalan Allah.
Dengan membiasakan anak salat di awal waktu, kita melatih kedisiplinan dan tanggung jawabnya sejak dini. Anak yang terbiasa menjaga salat akan tumbuh dengan hati yang terhubung kepada Allah.
Nah, ketenangan dan keberkahan waktu inilah yang bisa menjadi kunci rezeki lancar serta hidup yang lebih teratur.
2. Selalu bersyukur

Magnific/wirestock Allah menjanjikan dalam Surah Ibrahim ayat 7 bahwa jika kita bersyukur, pasti akan ditambah nikmat.
Mengajarkan anak bersyukur atas apa pun yang dimilikinya membuatnya tidak mudah mengeluh dan selalu merasa cukup. Rasa syukur inilah yang membuka pintu rezeki dan kebahagiaan yang lebih luas.
Anak yang terbiasa bersyukur akan lebih optimis dan tangguh menghadapi tantangan. Ia belajar bahwa kebahagiaan bukan berasal dari banyaknya harta, melainkan dari hati yang lapang menerima karunia Allah.
3. Mau terus belajar

Magnific/freepik Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim. Dalam Hadits Ibnu Majah 925, Rasulullah SAW berdoa memohon kepada Allah ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.
Nah, Mama dan Papa bisa menanamkan kecintaan belajar pada anak sejak kecil, bukan hanya untuk nilai sekolah, tapi untuk bekal hidupnya kelak nanti.
Dengan belajar, anak akan memiliki wawasan dan keterampilan untuk meraih rezeki yang halal. Ilmu juga menjadi cahaya yang membimbingnya mengambil keputusan bijak dalam kehidupan sehari-hari.
4. Perbanyak istigfar

Pexels/seyyed ebrahimm Surah Nuh ayat 10-12 menjelaskan bahwa dengan memperbanyak istigfar, Allah akan menurunkan hujan yang lebat, memperbanyak harta dan anak-anak, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai.
Mengajarkan anak beristigfar sejak dini membiasakannya memohon ampun kepada Allah atas kesalahan kecil, serta menjadi jalan pembuka rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
5. Sedekah meski masih susah

Magnific/jcomp Hadits Muslim 2588 menegaskan bahwa sedekah tidak mengurangi harta. Mama dan Papa bisa mengajak anak menyisihkan uang jajannya untuk berbagi kepada yang membutuhkan.
Bukan dilihat dari nominalnya, sedekah kecil yang dibiasakan sejak dini justru akan membentuk karakter dermawan dan empati pada anak.
Anak yang terbiasa bersedekah akan belajar bahwa rezeki bukan untuk ditumpuk sendiri. Ia tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan percaya bahwa Allah akan mengganti setiap kebaikan dengan yang lebih baik.
6. Percaya kepada Allah SWT

Pexels/Thirdman Yang paling terpenting, ajarkan pada anak untuk percaya akan ketetapan dan rezeki yang Allah berikan.
Hadits Tirmidzi 2344 menjelaskan bahwa jika kita bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberi rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung, yang keluar pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.
Ini adalah pelajaran tawakal yang perlu diajarkan sejak dini, yaitu dengan berusaha maksimal, lalu berserah diri kepada Allah.
Tawakal bukan berarti pasif ya, Ma, melainkan aktif berusaha sambil berserah hasilnya kepada Allah. Dengan begitu, anak pun tumbuh jadi pribadi yang lebih berani mencoba hal baru dan tidak mudah putus asa.
7. Jauhi perkara haram

Magnific/freepik Hadits Muslim 1015 mengingatkan bahwa doa orang yang makanannya haram tidak akan dikabulkan. Mama dan Papa perlu menanamkan kesadaran pada anak untuk selalu memilih yang halal, mulai dari makanan, uang jajan, hingga cara mendapatkan sesuatu.
Dalam ajaran islam, kehalalal adalah kunci keberkahan hidup. Dengan begitu, anak akan belajar bahwa rezeki yang halal meskipun sedikit lebih berharga daripada banyak tetapi tidak berkah.
8. Jangan tidur sehabis salat Subuh

Magnific Hadits Abu Daud 2606 menganjurkan untuk tidak tidur setelah salat Subuh karena waktu pagi adalah waktu penuh berkah.
Meski mata terasa masih berat, Mama dan Papa bisa mengajak anak melakukan aktivitas positif setelah Subuh, seperti membaca buku, olahraga ringan, atau membantu pekerjaan rumah.
Kebiasaan ini melatih produktivitas sejak dini, sehingga anak jadi lebih siap menjalani hari. Nah, waktu yang digunakan dengan baik inilah yang akan mendatangkan rezeki dan keberkahan yang lebih besar.
9. Berkumpul dengan orang yang lebih baik

Magnific/freepik Hadits Bukhari 2101 mengibaratkan teman yang baik seperti penjual minyak wangi yang akan menebarkan keharuman.
Itulah mengapa orangtua penting mengarahkan anak untuk memilih pertemanan yang membawa pengaruh positif. Karena lingkungan yang baik, anak pun akan membentuk kebiasaan dan pola pikir yang baik pula.
Anak yang tumbuh di lingkungan yang mendukung akan lebih mudah termotivasi untuk berprestasi dan berakhlak mulia. Ia belajar dari teladan orang-orang di sekitarnya tentang arti kerja keras dan kebaikan.
10. Jaga hubungan antar keluarga

Magnific Dalam Hadits Bukhari 5986 kita bisa melihat bagaimana Islam mengajarkan pentingnya menjaga silaturahmi dengan keluarga.
Mama dan Papa bisa mengajak anak untuk rutin bersilaturahmi ke rumah kakek, nenek, atau saudara lainnya untuk mendatangkan keberkahan dan memperpanjang umur.
Anak yang terbiasa menjaga hubungan keluarga akan tumbuh dengan rasa memiliki dan kasih sayang yang kuat. Ia belajar bahwa keluarga adalah support system terbaik dalam meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
Itu dia 10 kebiasaan dalam Islam yang bisa orangtua tanamkan pada anak untuk meraih kaya rasa dunia dan akhirat.
Meski kita sudah menanamkan ilmu agama pada anak sebagai bentuk ikhtiar, penting juga untuk mengajarkan anak keseimbangan dengan usaha dan kerja kerasa dari mereka ya, Ma, Pa.
Ajarkan bahwa doa dan amal harus berjalan seiring dengan tindakan nyata, karena Allah mencintai hamba yang berusaha dan tidak bermalas-malasan.






















