Perhatikan! Inilah Cara Menghadapi Anak Remaja Perempuan Pemarah

Mama dan Papa perlu bersabar dalam mengahadapi anak remaja perempuan yang pemarah.

31 Maret 2021

Perhatikan Inilah Cara Menghadapi Anak Remaja Perempuan Pemarah
additudemag.com

Tidak ada orangtua yang ingin memiliki anak remaja pemarah bukan? Tentunya karena sikap tersebut akan sangat menganggu dan menimbulkan keresahan bagi orangtua sendiri. Tetapi bagaimanapun juga selalu ada kemungkinan anak remaja perempuanmu memiliki sikap tersebut. 

Sikap pemarah yang dimiliki anak remaja perempuan seringkali membuat orangtua binggung bagaimana cara terbaik untuk menganggapinya. Mungkin juga ada rasa takut kehilangan rasa kepercayaan anak ketika orangtua tidak dapat menanggapi amarah anak remaja dengan baik. 

Sebagai orangtua kamu tidak perlu takut. Sebenarnya anak-anakmu akan tetap mencintaimu. Hanya saja emosinya yang tidak stabil membuat mereka tidak segan untuk melawan bahkan membentakmu, 

Ada banyak banyak hal juga yang menjadi penyebab munculnya amarah pada anak remaja perempuanmu. Seperti masalah yang mereka hadapi di sekolah, permasalahan dengan teman-teman, atau bahkan masalah dengan masa depan mereka.

Belum lagi pengaruh perubahan hormon drastis yang dialami anak perempuanmu di masa pubertas. Faktanya melansir dari evolvetreatment.com, hormon mempengaruhi kedewasaan pikiran. Namun korteks prefrontal, bagian pembuat keputusan yang mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan yang akan dilakukan masilah dalam perkembangan. 

Korteks prefrontal sendiri akan selesai ketika anak-anakmu dewasa kelak. Itulah mengapa mereka bertindak impulsif dan kesulitan untuk mengontrol emosi mereka di usia remaja.

Karena itulah anak perempuan pemarah dapat dikatakan sebagai hal yang wajar. Namun perlu kamu diperhatikan, sebaiknya kamu menganggapi mereka dengan baik, apalagi ketika sedang emosi meningkat. 

Popmama.com akan membantumu menemukan cara terbaik berhadapan dengan anak remaja perempaun pemarah. Ikuti cara-cara ini ya Mama dan Papa!

1. Cobalah untuk mendengarkannya

1. Cobalah mendengarkannya
nspt4kids.com

Ketika melihat anak remaja perempuannya marah tidak jarang kedua orangtua hanya akan berusaha menenangkannya. Membiarkannya dan berusaha tidak memperparah kondisi, atau bahkan ikut marah dan membentaknya dengan nada yang tinggi. 

Tindakan-tindakan tersebut sebenarnya kurang tepat untuk menanggapi situas tersebut. Tindakan yang salah  hanya akan membuat anak merasa tidak diperhatikan dan tidak dihormati di dalam keluarganya sendiri. 

Dikutip dari goodhousekeeping.com, Mama dan Papa sebenarnya dapat mencoba meluangkan waktu dan mendengarkan keluh kesahnya. Cobalah untuk mendengarkan dan tunjukkan bahwa kamu mengerti apa yang merasakan saat itu. 

Ketika kamu tidak dapat mendengarkannya waktu ia marah, pastikan kamu selalu mendengarnya saat kamu memiliki kesempatan untuk itu.  

2. Berhentilah memperlakukannya seperti anak kecil

2. Berhentilah memperlakukan seperti anak kecil
Freepik/tirachardz

Di usia remaja, anak perempuanmu akan mulai merasakan keperluan untuk lebih mandiri dan dewasa. Sedangkan orangtua akan memberi batasan-batasan agar mereka tumbuh menjadi seorang yang dewasa secara fisik, pikiran dan mental.

Perbedaan pandangan inilah yang menyebabkan anak akan merasa kesal atau marah ketika diberikan aturan. Mereka juga umumnya tidak suka ketika kamu terlalu banyak mengaturnya. Apalagi jika orangtua terlalu mencampuri atau membatasi anak remajanya.

Apalagi ketika ia marah, Mama dan Papa sebaiknya tidak merasa khawatir berlebihan dengan tidak berhenti bertanya apa yang terjadi dan mencoba menangkannya dengan caramu. Memang itu merupakan hal yang baik tetapi itu dapat membuat anak perempuanmu merasa terganggu. 

Ini tidak hanya akan membantu mengurangi rasa marah mereka, namun juga kemampuan mereka dalam membuat keputusan yang akan sangat penting ketika mereka dewasa kelak. 

Editors' Picks

3. Tunjukkanlah rasa empati padanya

3. Tunjukkanlah rasa empati padanya
yourteenmag.com

Selain halnya mendengarkan, Mama dan Papa juga dapat menunjukkan empati pada anak remajamu. Ini lebih baik daripada berargumen, berdebat, dan berteriak pada mereka. 

Ketika menghadapi anak perempuan pemarah, cobalah untuk memenangkan dirimu sendiri terlebih dahulu dan sadarilah bahwa mereka marah karena tengah merasa stres atau berada dalam masalah. 

Cobalah mengucapkan kata-kata dan tindakan yang menunjukkan rasa empati dan kepedulianmu pada mereka. Seperti misalnya:

"Mama benar-benar sedih melihatmu begitu, pasti sangat tidak enak rasanya merasa kesal seperti itu."

"Papa melihatmu sangat gusar, sedih rasanya kamu harus melalui hal tersebut."

Ucapkan kata-kata tersebut sewajarnya dan tidak memaksa. Tindakan berlebihan hanya akan membuat anak perempuanmu merasa terganggu. 

4. Ajak anak meluapkan emosinya secara positif

4. Ajak anak meluapkan emosi secara positif
Freepik

Rasa amarah merupakan emosi negatif yang menganggu pikiran dan tubuh. Tetapi emosi tersebut sebenarnya dapat diatasi dengan mudah, salah satu caranya dengan meluapkan emosi marah tersebut pada hal-hal yang positif. 

Mama dapat mengajak anak perempuanmu meluapkan emosi mereka pada hal-hal yang positif, khususnya ketika mereka merasa geram. Ini akan menjadi cara yang baik mengatur dan mengahadapi emosi negatif secara konstruktif. 

Cobalah lakukan hal-hal seperti ini sebagai cara meluapkan rasa amarah anak remajamu:

  • Mengikuti aktivitas fisik. Impuls untuk melakukan hal-hal fisik sangatlah tinggi bagi ketika marah pada kebanyakan remaja. Mereka dapat meluapkan rasa marah ke dalam aktivitas fisik seperti berolahraga dan latihan fisik lainnya.
  • Mendengarkan musik. Musik sangat membantu anak remaja untuk mengetahui dan mengekspresikan perasaan mereka. Mendengarkan musik kesukaan juga dapat membuat mereka tersenyum kembali. Mereka dapat mendengarkan, menyanyi, atau bahkan ikut menari dengan irama musik. 
  • Meluangkan waktu sendiri. Terkadang ketika marah, anak-anak membutuhkan waktu sendirian untuk menenangkan diri, menangis, atau apapun yang tidak menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri dan orang lain. 
  • Menulis atau menggambar dengan kreatif. Menulis atau menggambar juga menjadi cara lain meluapkan emosi negatif yang anak mama rasakan. Mereka dapat meluapkan apa yang mereka rasakan ke dalam suatu karya yang mampu melepaskan perasaan negatif tersebut. 

5. Hindari kekerasan atau nada bicara yang tinggi

5. Hindari kekerasan atau nada bicara tinggi
freepik/peoplecreations

Menghadapi anak remaja perempuan yang pemarah memang bukanlah hal yang mudah. Terkadang meraka akan menjadi bergitu keras kepala sampai-sampai ini membuatmu ikut kesal. Tidak jarang kondisi ini juga membuatmu lepas kendali dan akhirnya memarahi atau bahkan melakukan tindak kekerasan padanya.

Perlu kamu ketahui, itu sebenarnya merupakan salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika berhadapan dengan anak remaja pemarah. Tindakan negatif tersebut sebaiknya dijauhkan karena kamu tidak akan pernah dapat membuat anak melepas rasa amarahnya dengan kekerasan dan paksaan.

Tindakan kekerasan fisik dan emosional hanya akan memperumit masalah. Lama kelamaan ini akan menumbuhkan watak keras dalam diri remaja perempuanmu. Atau lebih parah lagi ini akan menumbuhkan perasaan dendam dan trauma.

6. Cobalah ajak mereka berdiskusi

6. Cobalah ajak mereka berdiskusi
raisingchildren.net.au

Sifat keras mungkin saja timbul akibat sesuatu yang membuat anak merasa kecewa dan sedih. Mereka sebenarnya ingin melepas apa yang menganggu pikiran mereka. Namun beberapa alasan menyebabkan mereka mengeluarkannya dalam bentuk amarah. 

Di saat menemukan anak remaja perempuanmu dalam kondisi emosi yang kurang baik, daripada memarahi atau membiarkannya, kamu dapat mencoba mendekati di waktu yang tepat dan mencoba berduskusi dengan mereka. 

Ketika anak mulai tenang cobalah ajak mereka bicara. Bicarakan apa masalah mereka dan bagaimana mereka ingin kamu membantunya. Berikan juga semangat dan tunjukan pengertian dna kepedulian pada mereka. 

Jika memungkinkan, kamu juga dapat memberikan sedikit gambaran apa yang terjadi jika mereka terus-menerus mengekspresikan beban pikirannya pada emosi yang negatif. Bagaimana hal ini akan mempengaruhi kehidupan mereka ketika mereka terbiasa melakukannya. 

Kamu juga dapat memberikan penjelasan mengenai hal yang sebaiknya mereka lakukan ketika merasa kesal. Tentunya hal yang tidak merugikan diri mereka sendiri dan orang lain. 

7. Bantulah anak remaja perempuanmu mengatasi rasa kesalnya

7. Bantulah anak remaja perempuanmu mengatasi rasa kesalnya
huffingtonpost.com

Menganggapi anak-anak dengan memberi pengertian dan memberinya ruang merupakan hal yang baik. Namun tidak ada salahnya juga jika kamu berniat membantu mereka mengatasi rasa kesal dan geram yang mereka alami. 

Tunjukkanlah bahwa dirimu hadir untuknya dan siap membantunya ketika ia dalam kesulitan. Ini dapat orangtua lakukan dengan berbagai macam cara, mulai dari memberikan anak masukan dan nasehat, juga mengajaknya melakukan aktivitas yang dapat membantunya meredakan rasa marah. 

Membantu anak-anak mengatasi rasa kesal terkadang bukan soal memberikan solusi. Namun terkadang dengan menyesuaikan tindakan agar tidak memperburuk kondisi anak remaja perempuanmu.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengalah dan memberikan anak remaja ruang yang mereka butuhkan. Seperti mempersilahkan mereka  beristirahat sejenak di kamar dan tidak menganggunya. Bahkan meluangkan waktu untuk mendengarkan keluh kesahnya.  

Itulah cara-cara yang dapat Mama dan Papa terapkan dalam menghadapi anak remaja perempuan yang pemarah. Selalu utamakan kasih dan rasa sabar ya ketika bertemu dengan kondisi seperti itu. Semoga bermanfaat. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.