Selama ini, banyak orangtua masih menganggap kekerasan pada anak terbatas pada bentakan, tamparan, atau luka fisik.
Padahal, jenis kekerasan itu ada banyak ragamnya, Ma. Mulai dari kekerasan verbal, psikis, hingga yang kini paling sulit dideteksi yakni kekerasan di ruang digital.
Salah satu bentuk kekerasan digital yang paling berbahaya adalah cyberbullying. Ironisnya, tak sedikit dari kita yang masih meremehkan dampaknya, menganggap anak "lebay" atau "baper" ketika mereka terganggu oleh hinaan di media sosial.
Padahal, data dan fakta membuktikan bahwa cyberbullying itu nyata, serius, dan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak kita yang masih duduk di bangku SD hingga SMA.
Agar lebih memahami bahaya dari cyberbullying, berikut Popmama.com melansirkan dari berbagai sumber.
