Bolehkah Anak 10 Tahun Memakai Deodoran? Apa Efek Sampingnya?

Atasi bau keringat dengan menggunakan deodoran

26 Oktober 2021

Bolehkah Anak 10 Tahun Memakai Deodoran Apa Efek Sampingnya
Freepik

Menginjak usia puber yang dimulai pada usia 8-10 tahun, anak akan banyak melakukan aktivitas hingga mengeluarkan banyak keringat. Sebagian anak mensiasatinya dengan menggunakan deodoran. 

Namun untuk beberapa orangtua masih belum mengizinkan si Anak untuk memakainya dengan alasan masih kecil. Tidak ada waktu khusus kapan anak harus memakainya, semua dimulai dari kebutuhan masing-masing.

Jadi jangan heran jika kini sudah banyak anak di usia 8-10 tahun sudah menggunakan deodorant.

Untuk dapat menjawab keresahan para orangtua mengenai bolehkah anak 10 tahun menggunakan deodaran? Apa efek sampingnya? Popmama.com akan merangkum fungsi serta efek samping dari deodoran. 
 

1. Fungsi deodoran untuk anak

1. Fungsi deodoran anak
Pexels/Trinity Kubassek

Aroma tubuh yang tidak sedap serta keringat tidak hanya datang dari orang dewasa, anak juga bisa mengalaminya. Masa pubertas yang dialami anak membuat kelenjer keringat anak menjadi lebih aktif dari biasanya, karena itulah keringat mereka juga akan lebih banyak. 

Kemunculan bulu pada bagian-bagian tertentu seperti ketiak menandakan proses pubertas pada anak. Bulu pada ketiak ini juga yang menjadi penyebab timbulnya aroma tidak sedap. Keringat yang keluar melalui ketiak disertakan juga dengan bakteri yang mengikutinya. 

Jadi untuk mensiasatinya anak menggunakan deodoran untuk menutupi aroma tersebut. Sama seperti orang dewasa yang menggunakan deodoran untuk menghilangkan bau sementara. 

Editors' Picks

2. Amankah deodoran untuk anak?

2. Amankah deodoran anak
Pexels/Archie Binamira

Sebenarnya ada dua produk yang bisa dipilih orangtua untuk mengatasi bau badan pada anak. Pertama deodoran dan yang kedua antiperspiran. Fungsi keduanya hampir sama untuk mengatasi keringat, namun deodoran fungsinya lebih pada mencegah timbulnya bau badan karena keringat.

Sedangkan antiperspiran memiliki fungsi untuk membatasi produk keringat yang berlebihan. Sebelum memilih, ketahui dulu bau badan anak berasal dari mana, namun disarankan cukup memilih produk yang mengandung deodoran saja.

Mengingat bahwa  setiap keringat yang keluar dari tubuh manusia itu memiliki fungsinya masing-masing, jadi tidak perlu dibatasi ya, Ma.

Selama anak memilih deodoran yang memiliki fungsi sama layaknya yang digunakan orang dewasa untuk menghilangkan bau keringat serta bau badan, sehingga penggunaan deodorant] untuk anak juga terbilang aman.

Walaupun deodoran untuk anak aman digunakan, alangkah baiknya orangtua tetap memperhatikan cara petunjuk pemakaiannya. Baik dari kandungan di dalamnya serta pengemasan dari produk agar semuanya terjamin aman untuk anak. 

3. Efek samping dari kandungan tertentu deodoran anak

3. Efek samping dari kandungan tertentu deodoran anak
Pexels/Bruna Saito

Memilih deodoran dengan bahan natural sudah menjadi pilihan wajib. Namun bagaimana dengan kandungan-kandungan lain dan bagaimana efeknya?

Hendaknya para orangtua bisa mendampingi anak atau membantu anak dalam memilih deodoran yang tepat. Ketika memilih produk deodoran, perhatikan kandungan di dalamnya.

Hindari produk yang mengandung phtalates dan parabenDeodoran yang memiliki kandungan bahan kimia tersebut dikabarkan bisa memengaruhi hormon pada anak. 

Efek samping pada penggunaan deodoran bisa dari kandungan produk itu sendiri, atau alergi pada anak. Penggunaan pada anak yang memiliki alergi terhadap suatu kandungan bahan tertentu bisa dibantu terlebih dahulu oleh orangtuanya. 

Caranya, sebelum digunakan pada anak secara langsung di daerah ketiak, orangtua bisa lebih dulu membantunya dengan cara mencoba di permukaan kulit dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Jika ada reaksi tertentu yang muncul setelahnya, ada baiknya tidak perlu dilanjutkan. Dikhawatirkan akan ada reaksi penolakan dari produk ketika dipakaikan kepada anak. 

4. Mengenal kandungan phtalates dan paraben

4. Mengenal kandungan phtalates paraben
Pexels/John Kovacich

Dilansir dari laman National Biomonitoring Program, phtalates ialah sekelompok bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik agar lebih tahan lama. phtalates juga biasa disebut plasticizer. Bahan biasanya terdapat di dalam produk-produk lain seperti, minyak pelumas, sabun, sampo, dan semprotan untuk rambut. 

Sedangkan paraben seperti yang dikutip dari laman www.chemicalsafetyfacts.org ialah sekelompok bahan pengawet yang digunakan dalam produk kosmetik, produk kebersihan pribadi, produk makanan serta obat-obatan. Paraben sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan jamur bakteri serta anti-mikroba. 

5. Membuat deodoran dengan bahan alami

5. Membuat deodoran bahan alami
Pexels/Andrea Piacquadio

Jika masih merasa belum aman untuk menggunakan deodorant pada anak, maka orangtua juga bisa membuatkan deodoran dengan bahan alami.

Caranya ialah dengan mencampurkan 1/4 cangkir baking soda, kemudian 1/4 cangkir bubuk pati garut, tidak lupa juga untuk menyiapkan 4 sendok makan minyak kelapa dan 1/4 sendok minyak esensial seperti lavender, tea tree atau aroma-aroma yang lain sesuai dengan keinginan. 

Campur semua bahan yang sudah disiapkan menjadi satu, lalu aduk hingga rata. Setelah itu letakan pada wadah yang telah disiapkan.  

Semoga informasi tadi bisa menjadi pertimbangan yang baik untuk para orangtua serta anak sebelum memutuskan untuk menggunakan deodoran ya. 

Itulah penjelasan mengenai bolehkan anak 10 tahun pakai deodoran yang perlu diketahui demi kesehatan. Semoga bermanfaat ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.