Ini Lho, 5 Cara Menjadi Sosok Orangtua Asyik yang Dibutuhkan Anak

Menjadi orangtua memang tidaklah mudah, ini yang perlu Mama dan Papa lakukan

7 Mei 2021

Ini, 5 Cara Menjadi Sosok Orangtua Asyik Dibutuhkan Anak
Pixabay/ParentRap

Menjadi orangtua memang tidak mudah. Seiring bertambahnya usia si Anak, Mama juga akan mendapatkan banyak pelajaran baru. Belum lagi saat si Anak selalu memberikan petunjuk tentang apa yang sedang dibutuhkannya. Mama sebisa mungkin harus menjadi sosok pertama yang selalu ada untuknya.

Sebagai orangtua, tugas Mama perlu menggali informasi apa yang dibutuhkan anak dalam segi intensitas hubungan, Mama harus bisa berusaha menyeimbangkan ini ya.

Jika Mama ingin belajar menjadi sosok orangtua yang dibutuhkan anak mama dalam kesehariannya. Berikut rangkuman dari Popmama.com yang bisa membantu Mama.

1. Orangtua yang mengetahui minat anak dan beri dukungan

1. Orangtua mengetahui minat anak beri dukungan
Freepik

Setiap anak pasti memiliki minat yang berbeda-beda. Sebagai orangtua, Mama perlu mengetahui hobi hingga minat si Anak. Mama bisa melihat dari kebiasaan selama dirinya di luar atau di dalam rumah.

Jika minat yang ditunjukkan si Anak di jalur yang positif, Mama bisa mendukung minatnya. Perlu Mama ketahui, anak-anak akan sangat senang didukung mengenai apa yang menjadi kesukaannya.

Dengan merangkul minat si Anak, tanpa disadari Mama sudah memberikan banyak hal kepadanya. Mulai dari kesadaran kalau Mama begitu peduli, membangun komunikasi dan hubungan yang lebih baik, menumbuhkan rasa kepercayaan diri hingga membuatnya terpacu memberikan yang terbaik untuk orangtuanya.

Editors' Picks

2. Orangtua yang mendengarkan saat anak sedang bercerita

2. Orangtua mendengarkan saat anak sedang bercerita
Freepik/peoplecreations

Ma, biasakan diri untuk mendengarkan cerita si Anak dengan penuh perhatian tetapi tanpa berkomentar.

Beri komentar ketika anak selesai bercerita atau ketika mereka meminta saran kepada Mama.

Kalau Mama terlalu cerewet terus berkomentar itu akan hanya membuat si Anak merasa tidak nyaman saat bercerita dengan Mama. Jangan sampai karena Mama terlalu banyak berkomentar membuatnya risih, sehingga enggan bercerita kembali.

Dengan menahan komentar dan memilih untuk mendengarkan, Mama juga akan menciptakan komunikasi yang lebih menyenangkan dan memiliki kualitas. Saat Mama berusaha mendengarkan masalah si Anak hingga selesai, Mama akan mendapatkan lebih banyak informasi mengenai perasaannya secara jujur. Dirinya pun akan merasa nyaman saat Mama berusaha mendengarkan ceritanya dan jika ada masalah lagi, si Anak akan datang kembali ke Mama lalu bercerita.

Pelajaran lain yang bisa si Anak dapatkan saat dirinya merasa didengarkan oleh Mama yaitu konsep belajar menghargai. Dirinya akan belajar menghargai orang lain yang sedang bercerita dengan cara mendengarkan.

3. Orangtua yang mengajarkan anak menyelesaikan masalah

3. Orangtua mengajarkan anak menyelesaikan masalah
Unsplash/Amy Treasure

Semakin usia si Anak bertambah pasti dirinya akan menemukan banyak masalah di dalam hidupnya. Hal utama yang perlu diajarkan kepada anak adalah cara memahami masalah dan menyelesaikannya.

Namun, saat belajar itu, Mama bisa lho ikut berkontribusi untuk menyelesaikan masalahnya. Mama sendiri bisa berusaha untuk memahami masalah dari sudut pandang si Anak.  

Dengan begitu, Mama bisa lho belajar untuk menuntun dan mengajarkannya menyelesaikan masalah dengan baik. Tak jarang di usia anak-anak, mereka kesulitan menyelesaikan masalah yang ada sehingga kemudian mengabaikannya. Jangan biarkan dirinya terus bersikap seperti ini ya, Ma.

Mama perlu mengajarkan si Anak untuk berani dalam menyelesaikan masalah apapun di hadapannya. Ajarkan juga dirinya untuk melihat masalah dari berbagai sudut padang agar si Anak. Ini akan membuat dirinya terbiasa menemukan beragam solusi dalam menyelesaikan semua masalah. 

4. Orangtua yang melatih anak untuk berempati

4. Orangtua melatih anak berempati
Unsplash/Annie Spratt

Untuk mengajarkan si Anak berempati itu bisa dari usia dini lho, Ma.

Tidak perlu memasalahkan seberapa kecil usianya, paling penting itu bisa menyadarkan dirinya untuk bisa pelan-pelan belajar berempati. Mama bisa memulainya dengan memberikan contoh terhadap apa yang sedang terjadi di dalam atau sekitar rumah.

Rasa empati memang seharusnya dimiliki setiap orang, termasuk anak-anak. Saat berempati, si Anak seolah-olah akan mencoba menempatkan diri menjadi seperti orang lain.

Anak-anak yang sudah diperkenalkan berempati tentunya punya segudang segi positif nih. Mulai dari lebih senang membantu orang lain atau teman-temannya yang membutuhkan, tidak bersikap agresif, memiliki kepedulian terhadap masalah atau perasaan orang lain hingga belajar berkontribusi untuk sosial seperti menyumbang.

5. Orangtua yang setia menemani dan membimbing anak

5. Orangtua setia menemani membimbing anak
Unsplash/Peter Hershey

Perlu diingat nih kalau anak-anak di rumah itu masih belum dewasa, dirinya masih memiliki keterbatasan pengalaman hidup.

Untuk itu, Mama tetap perlu membimbing si Anak dalam segala kondisi. Meskipun menjadi orangtua itu tidak mudah, Mama perlu membantunya belajar, tumbuh, dan berkembang menjadi individu yang sehat dan bahagia.

Kehadiran Mama di dalam hidup si Anak itu punya makna dan nilai sendiri lho. Mama akan menjadi teladan dirinya dalam menyikapi banyak hal.

Apa yang dilihat dirinya sewaktu kecil akan diterapkannya, Mama perlu memberikan banyak nilai-nilai positif agar si Anak menjadi pribadi yang membanggakan.

Seiring banyaknya informasi, pengetahuan dan pengalaman, Mama pasti bisa menjadi sosok orangtua yang dibutuhkan anak-anak di rumah.

Kalau ingin berdiskusi tentang cara menjadi orangtua terbaik, bisa klik disini nih, Ma. Tetap semangat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.