5 Kalimat Terlarang Orangtua yang Tidak Boleh Dikatakan Pada Anak

Bagaimana perasaan Mama jika mendengar ada orangtua bicara ini kepada anaknya?

14 November 2018

5 Kalimat Terlarang Orangtua Tidak Boleh Dikatakan Anak
Freepik/bearfotos

Memiliki anak adalah anugerah terindah yang diberikan oleh sang Pencipta pada setiap orangtua. Mama setuju kan? Namun pada kenyataannya, mendidik anak bukanlah hal mudah dan tidak bisa dianggap remeh. 

Setiap orangtua membutuhkan tenaga dan kesabaran ekstra saat mendidik anaknya. 

Sebab terkadang anak dapat melakukan tindakan yang tak sesuai keinginan orangtua, sehingga hal tersebut membuat orangtua marah dan tanpa disadari keluar kalimat terlarang orangtua dari lisan.

Kalimat terlarang orangtua yang sering diucapkan pada anaknya sebisa mungkin harusnya dapat dihindari.

Saat merasa marah atau jengkel kepada anak, terkadang orangtua tanpa sadar mengucapkan kalimat yang kurang pantas. Mungkin itu dilontarkan kepada si Anak tanpa sengaja. 

Akan tetapi, kalimat-kalimat seperti itu justru tak boleh diucapkan karena bisa diserap sebagai informasi oleh anak. Berikut ini Popmama.com bagikan 5 kalimat terlarang orangtua yang harus dihindari untuk diucapkan kepada anak. 

1. Jangan menangis, cengeng!

1. Jangan menangis, cengeng
Unsplash/Laith Abuabdu

Apakah menangis adalah hal yang salah jika dilakukan oleh anak kecil? 

Menangis adalah cara ampuh yang biasa dilakukan oleh anak untuk menyalurkan emosi dan perasaannya entah itu saat takut, cemas ataupun sedih. 

Mengucapkan kalimat, “Jangan menangis” dan kalimat serupa lainnya akan membuat anak berpikir bahwa menangis adalah hal yang tidak wajar dan tidak pantas dilakukan. 

Akan lebih baik kalau Mama meminta anak untuk menjelaskan emosi yang dirasakannya. Ucapkan, "Bagaimana perasaan kamu saat ini, Nak?"

Dengan begitu, secara tidak langsung Mama telah mengajarkan sikap simpati dan empati. Anak juga jadi bisa jujur tentang perasaanya pada dirinya sendiri.

Selain itu, Mama juga memperkenalkan hal baru yang bisa menjadi hobi bagi anak mama. Mereka bisa melakukan hal yang ia sukai, termasuk juga pada saat ia senang atau sedih. Anak mama jadi tahu cara mengekspresikan perasaannya dengan cara yang positif.

2. Caranya bukan begitu, biar Mama saja yang kerjakan!

2. Cara bukan begitu, biar Mama saja kerjakan
www.momsecure.com
mama wajib mengatur penggunaan smartphone pada anak

Kalimat tersebut seringkali terlontar ketika kinerja anak tidak sesuai dengan keinginan Mama sebagai orangtua. 

Misalnya, saat menyuruh untuk melipat sebuah kertas, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan, kalimat terlarang orangtua ini terkadang akan terucap. 

Tanpa disadari, kalimat tersebut ternyata dapat menghambat perkembangan anak untuk lebih aktif melakukan sesuatu. 

Sederhananya, anak akan merasa takut salah dan minder saat melakukan suatu pekerjaan. 

Alangkah baiknya, kalau Mama dan anak melakukan pekerjaan secara berbarengan sambil dijelaskan cara melakukannya dengan baik dan benar. 

Mengerjakan bersama-sama justru bisa membantu anak untuk semakin mengerti dan bisa tumbuh dengan rasa percaya diri yang tinggi. 

Editors' Picks

3. Kamu nakal! Kamu bodoh!

3. Kamu nakal Kamu bodoh
Hermes Rivera

Anak akan mudah menyerap kata-kata yang diucapkan oleh orangtua dan lingkungannya. 

Jadi, jangan kaget jika kamu sering mengucapkan kata-kata buruk seperti, nakal, gemuk, atau bodoh, lambat laun anak juga akan berkembang dan sering mengatakan apa yang kamu katakan. 

Ubahlah kata-kata negatif tersebut menjadi kalimat yang memberikan energi positif. 

Misalnya, “Jika kamu rajin belajar kamu akan mengerti banyak hal, kamu kan anak yang pintar.” 

Mama juga bisa menjelaskan, apa sih untungnya menjadi orang pintar. Dengan begitu, anak akan merasa lebih semangat dan termotivasi. 

4. Mama sedang sibuk, jangan ganggu!

4. Mama sedang sibuk, jangan ganggu
huffingtonpost.com

Ketika mengatakan kalimat terlarang orangtua yang seperti ini, anak akan merasa kehadiran mereka tidak berarti buat kamu. 

Anak juga bisa merasa terbuang dan seperti dianggap tidak diinginkan. Ini sangat bahaya untuk perkembangan mental anak.

Kadang orangtua mengalihkan perhatian anak dengan memberikan game online atau memberikan smartphone agar anak-anak sibuk sendiri.

Langkah terbaik yang bisa Mama lakukan adalah mengalihkan perhatian mereka dengan kegiatan positif. Setelah waktu kamu senggang, hampirilah dan bantulah si Anak. 

Kegiatan positif bisa seperti merajut, gambar sketsa menggunakan pensil, merajang sayuran sebelum dimasak, atau melihat koreografi tarian di YouTube.

5. Dulu kakakmu bisa melakukan ini saat kecil, mengapa kamu tidak bisa?

5. Dulu kakakmu bisa melakukan ini saat kecil, mengapa kamu tidak bisa
Unsplash/Andrew Seaman

Pernahkan kamu berpikir bahwa membandingkan anak dengan si Kakak atau dengan teman sebayanya akan berdampak buruk untuk masa depannya. 

Anak akan tumbuh dengan rasa minder dan rendah diri. Selain itu, saat dewasa anak juga akan mencoba berperilaku seperti orang lain. Biarkanlah lebih baik jika si Anak tumbuh sebagai dirinya sendiri.

Mendidik anak bukanlah perkara yang mudah. Mama sebaiknya menghindari kalimat terlarang bagi orangtua. Jangan ucapkan 5 kalimat di atas pada anak-anak karena ini bisa menjadi salah satu cara mendidik yang benar.