Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Google Berencana Lepas Jutaan Nyamuk, Ini 5 Fakta yang Perlu Mama Tahu
Pexels egorkemelev
  • Program yang didukung perusahaan induk Google ini bertujuan menekan populasi nyamuk penyebar penyakit seperti demam berdarah dan Zika tanpa penggunaan insektisida secara masif.
  • Nyamuk jantan pembawa bakteri Wolbachia dilepas agar telur hasil perkawinan dengan nyamuk betina liar tidak berkembang, sehingga populasi berkurang tanpa meningkatkan risiko gigitan manusia.
  • Jika disetujui otoritas lingkungan AS, sekitar 64 juta nyamuk jantan akan dilepas di Florida dan California selama dua tahun untuk mengendalikan spesies Aedes aegypti secara ramah lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendengar kabar bahwa jutaan nyamuk akan dilepas ke alam mungkin terdengar mengkhawatirkan. Namun, program yang didukung oleh perusahaan induk Google ini justru bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk penyebar penyakit seperti demam berdarah dan virus Zika.

Teknologi yang digunakan pun berbeda dari cara pengendalian nyamuk pada umumnya karena tidak mengandalkan penyemprotan insektisida dalam jumlah besar.

Lalu, bagaimana sebenarnya program ini bekerja? Berikut Popmama.com rangkum 5 fakta tentang rencana pelepasan jutaan nyamuk di Amerika Serikat.

1. Nyamuk yang dilepas bukan nyamuk biasa

Pexels icon0.com

Program ini menggunakan nyamuk jantan yang membawa bakteri alami bernama Wolbachia. Bakteri tersebut sebenarnya banyak ditemukan di alam dan tidak berbahaya bagi manusia.

Saat nyamuk jantan pembawa Wolbachia kawin dengan nyamuk betina liar, telur yang dihasilkan tidak akan berkembang menjadi larva. Dengan begitu, jumlah nyamuk di alam bisa berkurang secara bertahap dari generasi ke generasi.

2. Nyamuk jantan yang dilepas tidak menggigit manusia

Pexels/igudsupian

Salah satu hal yang paling sering membuat orang khawatir adalah kemungkinan jumlah gigitan nyamuk justru meningkat.

Namun Mama tidak perlu cemas, karena nyamuk yang dilepas adalah nyamuk jantan. Berbeda dengan nyamuk betina yang membutuhkan darah untuk menghasilkan telur, nyamuk jantan tidak menggigit manusia.

Artinya, meski jutaan nyamuk dilepas ke lingkungan, program ini tidak ditujukan untuk menambah risiko gigitan pada masyarakat.

3. Targetnya adalah nyamuk penyebar berbagai penyakit berbahaya

Pexels pixabay

Program ini secara khusus menargetkan spesies Aedes aegypti, yaitu nyamuk yang dikenal sebagai penyebar berbagai penyakit.

Spesies tersebut dapat membawa virus penyebab demam berdarah, demam kuning, Zika, hingga chikungunya. Karena itulah para peneliti mencari cara untuk menekan populasinya tanpa menimbulkan dampak besar terhadap lingkungan.

4. Metode serupa sudah pernah diuji di beberapa negara

Pexels/igudsupian

Sebelum diterapkan dalam skala yang lebih besar, pendekatan ini telah diuji di sejumlah wilayah.

Salah satu proyek uji coba di California dilaporkan hampir berhasil menghilangkan populasi nyamuk target di beberapa lokasi penelitian. Sementara itu, program serupa di Singapura disebut berhasil membantu menurunkan kasus demam berdarah secara signifikan dalam kurun waktu satu tahun.

Hasil tersebut membuat metode berbasis Wolbachia semakin banyak dilirik sebagai alternatif pengendalian nyamuk yang lebih ramah lingkungan.

5. Jika disetujui, jumlah nyamuk yang dilepas bisa mencapai puluhan juta

Pexels/egorkamelev

Rencana pelepasan nyamuk ini masih menunggu persetujuan dari otoritas lingkungan Amerika Serikat.

Jika mendapat lampu hijau, sekitar 16 juta nyamuk jantan akan dilepas setiap tahun di Florida dan 16 juta lainnya di California. Totalnya bisa mencapai 64 juta nyamuk dalam periode dua tahun.

Meski jumlahnya terdengar sangat besar, tujuan akhirnya justru untuk membuat populasi nyamuk penyebar penyakit semakin sedikit di masa depan.

Itulah 5 fakta tentang rencana pelepasan jutaan nyamuk di Amerika Serikat. Meski terdengar tidak biasa, inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi dan ilmu pengetahuan terus dikembangkan untuk membantu mengendalikan penyebaran penyakit tanpa bergantung sepenuhnya pada bahan kimia.

Editorial Team

Related Article