Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

9 Hal yang Membuat Nyamuk “Suka” dengan Kamu

9 Hal yang Membuat Nyamuk “Suka” dengan Kamu
Pexels/icon0.com
Intinya Sih
  • Nyamuk tertarik pada manusia yang menghasilkan lebih banyak karbon dioksida, memiliki suhu tubuh hangat, serta aroma keringat dan bakteri kulit tertentu.
  • Warna pakaian gelap, konsumsi alkohol, dan kondisi seperti kehamilan dapat meningkatkan daya tarik tubuh terhadap nyamuk.
  • Tingkat reaksi terhadap gigitan berbeda tiap orang, sehingga penggunaan lotion antinyamuk dan pakaian tertutup tetap penting untuk perlindungan efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernah merasa jadi orang yang paling sering digigit nyamuk saat kumpul outdoor bareng teman atau keluarga? Sementara orang lain santai tanpa bentol satu pun, kamu malah sibuk garuk-garuk kaki dan tangan. Ternyata, ada beberapa faktor ilmiah yang memang bisa membuat seseorang lebih “menarik” bagi nyamuk, lho.

Dilansir dari grunge.com, mulai dari suhu tubuh, bau keringat, hingga warna pakaian ternyata bisa memengaruhi seberapa sering nyamuk mendekat. Berikut Popmama.com rangkum apa saja hal yang membuat nyamuk lebih tertarik menggigit kamu!

1. Tubuhmu menghasilkan lebih banyak karbon dioksida

Nyamuk menggigit kulit manusia
Pexels/igudsupian

Nyamuk sangat tertarik pada karbon dioksida (CO2) yang dikeluarkan manusia saat bernapas. Semakin banyak CO2 yang dihasilkan tubuh, semakin mudah nyamuk menemukan targetnya.

Karena itu, orang dengan ukuran tubuh lebih besar, ibu hamil, atau orang yang baru selesai olahraga biasanya lebih sering digigit nyamuk. Aktivitas fisik membuat tubuh menghasilkan lebih banyak karbon dioksida dan panas tubuh meningkat.

2. Keringat dan bau badan bisa menarik nyamuk

Nyamu menggigit kulit manusia
Pexels pixabay

Setelah berkeringat, tubuh menghasilkan zat seperti asam laktat, amonia, dan senyawa lain yang ternyata disukai nyamuk. Itu sebabnya nyamuk lebih sering datang setelah seseorang berolahraga atau berada di cuaca panas.

Bahkan, bakteri alami yang hidup di kulit juga ikut memengaruhi aroma tubuh seseorang. Kombinasi bakteri tertentu bisa membuat tubuh lebih “mengundang” bagi nyamuk.

3. Suhu tubuh yang lebih hangat membuat nyamuk mendekat

Nyamuk menggigit kulit manusia
Pexels/jimmychan

Nyamuk menggunakan panas tubuh untuk menemukan pembuluh darah yang dekat dengan permukaan kulit. Jadi, orang dengan suhu tubuh lebih hangat cenderung lebih mudah digigit.

Biasanya kondisi ini terjadi setelah olahraga, saat demam ringan, atau ketika cuaca sedang panas dan tubuh mulai berkeringat.

4. Golongan darah tertentu lebih disukai nyamuk

Nyamuk hinggap di kulit manusia
Pexels/igudsupian

Beberapa penelitian menemukan bahwa nyamuk cenderung lebih tertarik pada orang dengan golongan darah O dibanding golongan darah lain, terutama tipe A.

Meski begitu, faktor ini bukan satu-satunya penyebab seseorang sering digigit nyamuk. Tetap ada pengaruh dari bau tubuh, suhu badan, hingga lingkungan sekitar.

5. Warna pakaian ternyata berpengaruh

Nyamuk saat hinggap di pakaian
Pexels/egorkamelev

Pakaian berwarna gelap seperti hitam, navy, atau merah tua membuat tubuh lebih mudah terlihat oleh nyamuk. Sebaliknya, warna terang seperti putih, krem, atau pastel cenderung lebih aman.

Kalau kamu sering beraktivitas di luar ruangan, terutama sore atau malam hari, memakai pakaian warna terang bisa membantu mengurangi risiko digigit nyamuk.

6. Minum alkohol bisa membuat tubuh lebih menarik bagi nyamuk

Nyamuk hinggap di kulit manusia
Pexels/jimmychan

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi alkohol, termasuk bir, menjadi lebih sering didatangi nyamuk dibanding sebelumnya.

Meski alasannya belum sepenuhnya dipahami, para peneliti menduga perubahan suhu tubuh dan metabolisme setelah minum alkohol ikut memengaruhi aroma tubuh manusia.

7. Ibu hamil lebih rentan digigit nyamuk

Nyamuk hinggap di kulit manusia
Pexels/jimmychan

Ibu hamil diketahui mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida dan memiliki suhu tubuh sedikit lebih hangat. Dua hal ini membuat nyamuk lebih mudah mendeteksi keberadaan mereka.

Karena itu, penggunaan lotion antinyamuk yang aman untuk ibu hamil serta pakaian tertutup sangat disarankan, terutama saat berada di area banyak nyamuk.

8. Tidak semua orang bereaksi sama terhadap gigitan nyamuk

Nyamuk hinggap di tumbuhan
Pexels/egorkemelev

Ada orang yang bentolnya langsung besar dan gatal, ada juga yang hampir tidak bereaksi apa-apa. Ini terjadi karena respons alergi tubuh terhadap air liur nyamuk berbeda-beda.

Jadi, kalau kamu merasa lebih sering digigit, belum tentu jumlah gigitannya memang lebih banyak. Bisa jadi tubuhmu hanya memberikan reaksi yang lebih terlihat.

9. Lotion antinyamuk tetap penting, tapi efeknya tidak selamanya

Seekor nyamuk hinggap di lantai
Pexels/ignaciovazquez

Obat antinyamuk memang membantu mengurangi gigitan, tetapi efeknya bisa berkurang seiring waktu. Karena itu, penggunaan ulang sesuai petunjuk sangat dianjurkan, terutama jika berada di luar ruangan dalam waktu lama.

Selain memakai repellent, kamu juga bisa mengurangi risiko gigitan dengan:

  • memakai pakaian lengan panjang,
  • menghindari genangan air,
  • menggunakan kelambu,
  • dan menjaga ruangan tetap bersih.

Nah, ternyata alasan seseorang sering digigit nyamuk bukan sekadar karena “darah manis”. Ada banyak faktor biologis dan kebiasaan sehari-hari yang membuat nyamuk lebih tertarik mendekat. Meski beberapa faktor memang tidak bisa diubah, kamu tetap bisa mengurangi risiko gigitan dengan perlindungan yang tepat, terutama saat musim hujan atau banyak beraktivitas di luar rumah.

Share Article
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More
7 Nama Negara dari Huruf E

7 Nama Negara dari Huruf E

31 Mei 2026, 00:20 WIBBig Kid