Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Guru PJOK Ajarkan Strength Training, Ini Manfaatnya untuk Anak!
Instagram.com/aagungf
  • Guru PJOK memperkenalkan strength training kepada siswa; dr. Dion Haryadi menilai latihan kekuatan penting sebagai fondasi kebugaran untuk aktivitas anak sehari-hari.

  • Latihan kekuatan yang disesuaikan dengan usia, kemampuan, teknik, beban, dan durasi serta didampingi guru dapat membantu anak membangun tubuh kuat dan bugar.

  • dr. Dion menyatakan strength training tidak membuat anak pendek; pembiasaan sejak dini juga membantu anak memandang olahraga sebagai kebutuhan dan membangun kebiasaan aktif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selama ini, pelajaran PJOK mungkin lebih sering identik dengan bermain sepak bola, bola voli, senam, atau mempelajari berbagai aturan dalam olahraga.

Namun, sebuah video yang dibagikan guru PJOK @aagungf menunjukkan kegiatan yang sedikit berbeda. Para siswa terlihat diajarkan strength training atau latihan kekuatan sebagai bagian dari aktivitas olahraga mereka di sekolah.

Video tersebut kemudian mendapat perhatian dari dr. Dion Haryadi. Dokter sekaligus edukator kesehatan itu menilai latihan kekuatan justru menjadi salah satu kemampuan yang penting dikenalkan kepada anak sejak dini.

Menurutnya, latihan beban tidak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa atau atlet, tetapi merupakan fondasi kebugaran yang dibutuhkan manusia sepanjang kehidupan.

Pembahasan dr. Dion juga menyinggung kekhawatiran yang masih sering dimiliki orangtua, termasuk anggapan bahwa latihan beban dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan anak.

Lantas, apa saja manfaat strength training bagi anak yang disoroti oleh dr. Dion? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya. Yuk, simak!

1. Latihan kekuatan merupakan fondasi kebugaran

Instagram.com/aagungf

dr. Dion Haryadi menyebut latihan beban dan latihan kekuatan sebagai fondasi bagi tubuh yang perlu dikenalkan sejak anak-anak.

Menurutnya, kemampuan untuk menjadi lebih kuat bukan hanya dibutuhkan oleh atlet atau orang dewasa yang rutin berolahraga. Anak juga membutuhkan kekuatan fisik untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari, bermain, bergerak, serta mengikuti kegiatan di sekolah.

Pengenalan latihan kekuatan sejak usia muda juga dapat membantu anak memahami bahwa menjaga kebugaran merupakan bagian dari kebutuhan tubuh. dr. Dion mengatakan, tubuh anak lebih mudah menjadi kuat dan bugar ketika latihan dilakukan sejak masih muda.

Meski begitu, latihan kekuatan untuk anak tetap perlu disesuaikan dengan tahap tumbuh kembangnya. Jenis gerakan, beban, durasi, dan teknik tidak seharusnya disamakan dengan latihan orang dewasa.

Pendampingan dari guru atau orang yang memahami latihan anak juga penting agar gerakan dilakukan secara aman dan tepat.

Dengan pendekatan yang sesuai, strength training dapat menjadi salah satu bentuk aktivitas fisik yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi kebugaran anak secara konsisten.

2. Anak dapat membangun tubuh yang lebih kuat

Instagram.com/aa

Mengenalkan latihan kekuatan sejak usia muda dapat membantu anak membangun kebugaran fisiknya.

dr. Dion Haryadi menjelaskan bahwa tubuh anak masih berada dalam tahap perkembangan sehingga latihan yang dilakukan dengan tepat dapat membantu mereka menjadi lebih kuat dan bugar secara konsisten.

Menurutnya, latihan kekuatan tidak semestinya hanya dikaitkan dengan aktivitas orang dewasa yang ingin membentuk otot.

Anak juga membutuhkan tubuh yang kuat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari bermain, berlari, membawa barang, hingga mengikuti berbagai kegiatan fisik di sekolah.

Meski begitu, latihan untuk anak tentu tidak dapat disamakan dengan program latihan orang dewasa.

Intensitas, gerakan, teknik, durasi, serta jenis beban perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan masing-masing anak. Pengawasan dari guru atau pendamping yang memahami latihan fisik untuk anak juga penting agar aktivitas dilakukan dengan aman.

Pengenalan sejak dini dapat membantu anak mengenal kemampuan tubuhnya sekaligus membangun kebiasaan aktif.

Jika dilakukan sesuai kebutuhan dan kemampuan, strength training dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik yang mendukung kebugaran anak.

3. Strength training tidak membuat anak menjadi pendek

Instagram.com/aagungf

Anggapan bahwa latihan beban dapat membuat anak berhenti tumbuh atau menjadi lebih pendek masih menjadi kekhawatiran sebagian orangtua.

Kekhawatiran tersebut juga membuat latihan kekuatan kerap dianggap belum perlu dikenalkan kepada anak. dr. Dion Haryadi justru memberikan penjelasan berbeda ketika membahas video guru PJOK yang mengajarkan strength training.

“Nggak akan bikin pendek ya, jangan khawatir,” ujar dr. Dion dalam unggahannya.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan kekhawatiran mengenai latihan beban dan pertumbuhan tinggi badan anak dalam jangka panjang.

Meski demikian, bukan berarti anak boleh melakukan latihan secara sembarangan. Aktivitas kekuatan tetap perlu diberikan dengan gerakan yang sesuai usia, kemampuan, dan kondisi fisik anak.

Teknik yang benar serta pengawasan juga menjadi bagian penting agar latihan berjalan aman.

Orangtua pun dapat melihat latihan kekuatan sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik, bukan semata-mata olahraga untuk membentuk otot.

Dengan pendekatan yang tepat, anak dapat belajar bergerak secara aktif sekaligus membangun kebiasaan menjaga kebugaran tubuh sejak dini tanpa harus merasa takut terhadap latihan beban yang dilakukan dengan benar.

4. Anak belajar menganggap olahraga sebagai kebutuhan

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Mengenalkan strength training sejak anak-anak ternyata tidak hanya berkaitan dengan kekuatan fisik. Dr. Dion Haryadi menilai kebiasaan tersebut juga dapat membantu mengubah cara anak memandang latihan beban. Anak yang sejak kecil terbiasa melakukan aktivitas kekuatan dapat melihat olahraga sebagai sesuatu yang wajar dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang lebih penting lagi, anak-anak ini jadi terbiasa sama latihan beban. Ngelihat latihan beban itu sebagai sesuatu yang wajar, sebagai sebuah kebutuhan, bukan sesuatu yang menakutkan,” jelas dr. Dion dalam unggahannya.

Pandangan tersebut dapat menjadi bekal ketika anak tumbuh semakin besar.

Alih-alih baru mengenal olahraga setelah dewasa, anak sudah memiliki pengalaman bahwa aktivitas fisik merupakan bagian dari rutinitas yang perlu dijaga dalam keseharian mereka.

Kebiasaan aktif juga dapat membuat anak lebih mengenal kemampuan tubuhnya, memahami pentingnya bergerak, dan menikmati aktivitas fisik.

Tentu, latihan tetap perlu disesuaikan dengan usia serta dilakukan dengan teknik yang tepat.

Peran orang dewasa dalam mendampingi anak juga penting agar latihan tidak berubah menjadi aktivitas yang berlebihan atau dilakukan tanpa memperhatikan keamanan.

5. Guru punya peran penting mengenalkan aktivitas fisik

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Video guru PJOK yang mengenalkan strength training kepada murid juga memperlihatkan bahwa pembelajaran olahraga dapat memiliki cakupan yang lebih luas.

Pendidikan jasmani tidak selalu harus berfokus pada kemampuan memainkan cabang olahraga tertentu atau menghafal berbagai aturan permainan. Anak juga perlu mendapat pemahaman mengenai cara menjaga tubuh tetap aktif dan bugar.

dr. Dion Haryadi menilai guru memiliki peran penting dalam mengenalkan latihan kekuatan kepada anak. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk membentuk generasi yang lebih produktif, kuat, dan bugar.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan apresiasi dr. Dion terhadap peran guru dalam memberikan bekal kepada anak, termasuk melalui aktivitas fisik.

Bagi Mama, pembelajaran seperti ini dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan olahraga dengan cara yang lebih beragam.

Selama dilakukan sesuai usia, kemampuan, dan prinsip keamanan, strength training dapat menjadi pengalaman positif yang membantu anak membangun kebiasaan aktif sejak sekolah hingga tumbuh dewasa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article