“Fakta yang tak bisa ditolak, warna gaun Wanda (Nirmala) memiliki kesamaan dengan ‘penyihir baik Glinda’ dalam dongeng Wizard Of Oz karya L Frank Braum, yang terbit tahun 1900 dan difilmkan oleh Disney tahun 1939,” tulis Hanung.
Hanung Bramantyo Ungkap Pendekatan Baru untuk Film Oki & Nirmala

Film fantasi Oki & Nirmala dari Majalah Bobo akan disutradarai Hanung Bramantyo, yang turut menulis naskah bersama Utiuts, dengan jadwal tayang bioskop pada 2027.
Hanung Bramantyo mengembangkan Negeri Dongeng melalui sentuhan alam Indonesia dan pendekatan Revisionist Re-telling, memadukan unsur kostum Eropa serta Nusantara untuk membentuk Nirmala sebagai karakter lokal.
Tissa Biani memerankan Nirmala dan Azzamy Syauqi sebagai Oki, Hanung Bramantyo juga membahas kemiripan gaun merah muda Nirmala dengan Glinda tanpa menyebutnya sebagai bukti penjiplakan.
Karakter Oki dan Nirmala yang telah menemani masa kecil anak-anak Indonesia lewat Majalah Bobo akan segera hadir dalam bentuk film layar lebar. Film fantasi bertajuk Oki & Nirmala ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 2027.
Dalam unggahan Instagram, Hanung membagikan pandangannya mengenai karakter Nirmala. Hanung membahas kemiripan gaun merah muda Nirmala dengan sosok Glinda, penyihir baik dalam kisah The Wizard of Oz.
Unggahan tersebut menarik perhatian karena Hanung turut menjelaskan pendekatan kreatif yang digunakan untuk mengadaptasi karakter ikonik itu ke dalam versi film yang lebih lokal.
Nah, dalam artikel ini Popmama.com telah merangkum mengenai Hanung Bramantyo ungkap pendekatan baru untuk film Oki & Nirmala.
Yuk, disimak!
1. Hanung Bramantyo dipercaya menyutradarai film Oki & Nirmala

Instagram.com/filmokinirmala Hanung Bramantyo dipercaya menjadi sutradara film Oki & Nirmala, yang mengangkat kisah dari Negeri Dongeng dalam Majalah Bobo ke layar lebar. Ia juga terlibat dalam penulisan naskah bersama Utiuts.
Menggarap film fantasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Hanung. Ia perlu menerjemahkan dunia yang selama ini dikenal melalui ilustrasi menjadi sebuah dunia visual yang terasa hidup dan penuh keajaiban.
Hanung juga ingin menghadirkan Negeri Dongeng dengan sentuhan Indonesia. Menurutnya, keindahan alam tanah air memiliki potensi untuk menjadi bagian dari dunia fantasi yang menarik bagi anak-anak.
Melalui film ini, Hanung berharap penonton dari berbagai generasi bisa kembali menikmati kisah Oki dan Nirmala, sekaligus mengenalkan karakter legendaris tersebut kepada anak-anak masa kini. Film ini ditargetkan tayang pada 2027.
2. Hanung Bramantyo membahas kemiripan gaun Nirmala dengan penyihir Glinda

Instagram.com/hanungbramantyo Dalam unggahannya, Hanung membahas sejarah karakter Oki dan Nirmala yang disebutnya berawal dari kisah berbahasa Belanda berjudul Pukkie en Wanda in Sprookjesland.
Ia kemudian menyoroti gaun merah muda yang dikenakan Wanda, nama Nirmala dalam versi yang dibahasnya, karena memiliki kemiripan dengan kostum Glinda, penyihir baik dalam The Wizard of Oz.
Hanung menjelaskan bahwa karakter Glinda telah dikenal luas melalui kisah The Wizard of Oz, yang novelnya terbit pada 1900 dan diadaptasi menjadi film pada 1939. Popularitas karakter tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang ia soroti ketika membahas inspirasi di balik sosok Nirmala.
Hanung juga mengaitkan pembahasan tersebut dengan novel Wicked karya Gregory Maguire, yang mengembangkan karakter dari dunia The Wizard of Oz melalui sudut pandang berbeda.
Namun, ia tidak menyatakan bahwa kemiripan tersebut merupakan bukti pasti penjiplakan. Hanung justru mengajukan kemungkinan adanya inspirasi dari karakter penyihir baik yang populer pada masanya.
3. Tissa Biani dan Azzamy Syauqi menjadi pemeran Nirmala dan Oki

Instagram.com/filmokinirmala Dalam film Oki & Nirmala, karakter Nirmala diperankan oleh Tissa Biani, sedangkan Oki diperankan oleh Azzamy Syauqi. Keduanya akan menghidupkan kembali karakter ikonik dari Majalah Bobo yang telah menemani imajinasi anak-anak Indonesia selama puluhan tahun.
Hanung menjelaskan bahwa ia ingin mengadaptasi Wanda atau Nirmala menjadi karakter lokal dengan memadukan unsur kostum Eropa dan Nusantara.
Pendekatan ini disebutnya sebagai Revisionist Re-telling, yakni menceritakan kembali kisah atau karakter yang sudah dikenal melalui interpretasi baru.
Ia menegaskan pendekatan tersebut bukan sekadar menjiplak, melainkan mengembangkan karakter dengan sentuhan berbeda agar lebih sesuai dengan identitas lokal.
Sementara itu, kehadiran Tissa dan Azzamy menjadi salah satu hal yang menarik untuk dinantikan. Penonton akan melihat bagaimana keduanya membawakan karakter Oki dan Nirmala dalam format film layar lebar, dengan dunia Negeri Dongeng yang dikembangkan melalui visi kreatif Hanung.
Itulah rangkuman mengenai Hanung Bramantyo ungkap pendekatan baru untuk film Oki & Nirmala. Adaptasi Oki dan Nirmala menjadi kesempatan untuk mengenalkan kembali kisah klasik kepada generasi baru.
Dengan sentuhan lokal yang diusung Hanung Bramantyo, menarik untuk melihat bagaimana dunia dongeng legendaris ini diwujudkan di layar lebar pada 2027.




















