TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tak Disangka, Ada 7 Manfaat Bermain Video Game Bagi Perkembangan Anak

Ada fakta menarik, ternyata bermain game bisa membuat penglihatan menjadi lebih baik!

3 Maret 2022

Tak Disangka, Ada 7 Manfaat Bermain Video Game Bagi Perkembangan Anak
Freepik/user18526052

Bermain video game menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan oleh anak-anak hingga remaja, mulai dari menggunakan ponsel hingga menggunakan tablet dan komputer. 

Inilah yang membuat banyak orangtua melakukan pembatasan ketika anak-anak bermain video game. Beberapa anak ada yang kurang tidur akibat bermain video game hingga tengah malam dan ada juga yang sampai sepenuhnya kecanduan oleh video game.

Meskipun Mama mungkin telah mendengarkan banyak hal buruk seputar bermain game, sebenarnya kegiatan ini memiliki dampak positif juga bagi perkembangan anak. Tentunya jika penggunaannya masih dibatasi secara sehat!

Kira-kira, apa saja manfaat video game untuk anak?

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa manfaat bermain video game bagi perkembangan anak. Buat Mama yang penasaran, yuk langsung cek informasinya di bawah ini!

1. Meningkatkan dorongan untuk membaca

1. Meningkatkan dorongan membaca
Freepik/Wirestock

Dilansir dari Science Daily, sebuah penelitian baru di tahun 2022, menunjukkan bahwa anak-anak yang bermain video game mendapat sedikit dorongan untuk keterampilan membaca. Ini berlaku bahkan untuk anak-anak yang kesulitan membaca, dan bahkan saat bermain game aksi.

Para peneliti berpikir bahwa ini mungkin terjadi karena anak-anak perlu mengetahui instruksi teks untuk bermain.

Ada juga faktor kesenangan. Misalnya anak-anak yang enggan membuka buku tradisional, mungkin lebih menyukai membaca situs web atau forum internet untuk mendapatkan informasi terbaru tentang permainan favorit mereka.

Namun, ini tidak berarti video game dapat menggantikan buku ya!

2. Meningkatkan kecerdasan visual-spasial

2. Meningkatkan kecerdasan visual-spasial
Freepik

Kecerdasan visual spasial merupakan salah satu kecerdasan dari delapan kecerdasan manusia. Anak dengan kecerdasan visual spasial menonjol dalam geometri, sehingga pandai membaca peta, memvisualisasikan, membuat, dan memanipulasi sesuatu dalam suatu ruang, objek, atau bangunan.

Menariknya, ada beberapa game seperti Minecraft yang diatur dalam dunia virtual 3D, sehingga harus dinavigasi oleh anak-anak. Hasilnya, anak-anak yang memainkan permainan ini memiliki kesempatan untuk melatih keterampilan visual-spasial mereka.

Sehingga dapat menyebabkan pemahaman yang lebih baik tentang jarak dan ruang, seperti yang mungkin dilakukan oleh pilot pesawat, arsitek, bahkan pemain catur.

Editors' Picks

3. Melatih keterampilan pemecahan masalah

3. Melatih keterampilan pemecahan masalah
Freepik/Miksturaproduction

Inti dari setiap video game adalah menyelesaikan tantangan. Banyak game seperti misteri, hingga mengelola kota atau kerajaan virtual, menawarkan anak-anak kesempatan untuk menghadapi masalah dan bekerja untuk menemukan solusi.

Dilansir dari Science Alert, sebuah penelitian yang dilakukan dari University of Electronic Science and Technology of China dan Macquarie University di Sydney di tahun 2015, mengatakan bahwa bermain game meningkatkan keterampilan dan logika pemecahan masalah.

Para peneliti melakukan pemindaian fMRI pada 27 gamer profesional dan menemukan bahwa mereka memiliki lebih banyak materi abu-abu dan konektivitas yang meningkat antara subregional tertentu di korteks insular.

Dalam praktiknya, ini berarti peningkatan kemampuan kognitif, yang mencakup peningkatan keterampilan pemecahan masalah dan logika.

Banyak pemain game yang membutuhkan banyak perencanaan, pemikiran strategis, dan menggunakan logika untuk mencapai tujuan dalam game. Sehingga masuk akal jika mereka akan meningkatkan perkembangan di area otak yang didedikasikan untuk pemecahan masalah dan logika.

4. Meningkatkan koneksi sosial anak baik di dunia nyata dan di online

4. Meningkatkan koneksi sosial anak baik dunia nyata online
Pexels/Vanessa Loring

Beberapa anak mengalami kesulitan menyesuaikan diri dan berteman dalam kehidupan nyata. Dan video game dapat menjadi tempat perlindungan bagi mereka untuk menemukan orang-orang untuk terhubung dengan cara yang positif.

Video game menawarkan "waktu bermain virtual" dengan teman-teman di kehidupan nyata. Selain itu, video game juga bisa memberikan anak-anak sesuatu untuk dibicarakan di sekolah.

Saat ini, permainan adalah topik pembicaraan utama untuk anak-anak, seperti halnya olahraga dan musik. Ketertarikan pada game dapat membantu anak-anak yang kesulitan berinteraksi, menemukan topik untuk didiskusikan.

5. Peningkatan koordinasi tangan-ke-mata

5. Peningkatan koordinasi tangan-ke-mata
Pexels/RODNAE Productions

Efek positif lain dari bermain game adalah peningkatan koordinasi tangan-ke-mata. Sebuah studi dari University of Toronto pada tahun 2014 menemukan bahwa orang yang bermain game secara teratur memiliki keterampilan sensorimotor yang lebih baik daripada mereka yang tidak bermain video game.

Keterampilan ini adalah kunci untuk pembelajaran yang lebih cepat dan adopsi tugas yang memerlukan koordinasi tangan-ke-mata, misalnya seperti bersepeda, mengetik, atau tugas lain yang mengharuskan anak mengoordinasikan gerakan tangan dengan gerakan mata.

Penelitian ini melibatkan 18 gamer dan 18 non-gamer. Kedua kelompok harus melakukan tugas sederhana di layar mereka yang melibatkan mengikuti titik hijau dengan mouse. Pada awalnya, tampaknya tidak ada perbedaan besar antara kedua kelompok.

Namun, seiring dengan berjalannya pengujian dan berulang-ulang, pengujian menunjukkan bahwa gamer tampil dengan kecepatan dan akurasi yang lebih tinggi daripada non-gamer.

Permainan memungkinkan anak untuk mengembangkan kemampuannya dalam mempelajari pola dan gerakan sensorimotor lebih cepat dan lebih efisien, yang dapat membantunya dengan tugas-tugas di dunia fisik.

6. Pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat

6. Pengambilan keputusan lebih cepat akurat
Pexels/Tima Miroshnichenko

Peneliti dari University of Rochester di tahun 2010 menemukan bahwa video game dapat membantu para gamer membuat keputusan lebih cepat dan lebih akurat, yang dapat diterjemahkan ke dalam kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik dalam kehidupan nyata.

Studi ini juga menemukan bahwa jika anak mama bermain game aksi, khususnya, ia cenderung membuat keputusan yang lebih cepat dan lebih akurat, daripada non-gamer, dan bahkan terhadap pemain yang memainkan game dengan tempo lambat.

Saat dihadapkan dengan masalah, pemain game aksi 25 persen lebih cepat daripada pemain game lambat, dan keputusan mereka juga lebih akurat.

Keterampilan ini dapat berharga di bidang pekerjaan di mana pengambilan keputusan yang cepat sangat penting. Terutama jika anak ingin menjadi tentara, dokter, atau pilot, karena harus siap membuat keputusan lebih cepat dan lebih akurat.

7. Penglihatan yang lebih baik

7. Penglihatan lebih baik
Freepik/Oneinchpunch

Mungkin fakta yang terakhir ini bisa membuat Mama terkejut, karena banyak orangtua yang membatasi anak bermain game untuk mencegah kerusakan pada mata. Meskipun pernyataan Mama tak sepenuhnya salah, bermain game juga bisa membuat penglihatan anak lebih baik.

Sebuah studi dari tahun 2012 yang dilakukan oleh Timothy J Wright dan Daniel P Blakely dalam buku Video Game Play and Consciousness, menemukan bahwa orang yang bermain game dapat melihat lebih detail, terutama di bagian tepi penglihatan mereka.

Hal ini terutama berlaku untuk gamer aksi tembak-tembakan, di mana mengekstrak informasi dari periferal visual sangat penting untuk menemukan musuh atau bahaya.

Kemampuan untuk melihat lebih detail dalam penglihatan dan di pinggiran penglihatan, kemudian diterjemahkan menjadi kinerja yang lebih baik dalam tugas sehari-hari. Terutama ketika berjalan atau bersepeda di jalan raya.

Nah itulah 7 manfaat bermain video game bagi perkembangan anak. Meskipun bermain game bisa mendatangkan banyak manfaat, memakai gadget berlebihan juga bisa berdampak buruk pada aktivitas sehari-hari yang terhambat dan mengganggu kesehatan mata.

Sehingga penting untuk mengingatkan anak agar istirahat dari layar, idealnya selama 20-30 menit dari setiap jam penggunaan. Karena bagaimana pun juga, waktu layar yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi mata dan ketegangan mata.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk