Bullying masih menjadi persoalan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, baik dalam bentuk ejekan, penghinaan, pengucilan, ancaman, maupun kekerasan fisik.
Perilaku tersebut tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga menunjukkan adanya persoalan yang perlu diperhatikan dari sisi perkembangan sosial dan emosional anak.
Pertanyaannya, mengapa ada anak yang tega menyakiti temannya berulang kali?
Apakah mereka memang tidak memiliki empati, atau ada proses tertentu dalam cara berpikir yang membuat tindakan tersebut terasa dapat dibenarkan?
Sejumlah penelitian menemukan bahwa perilaku bullying berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari kemampuan berempati, cara anak membenarkan perilakunya, pengaruh teman sebaya, pola asuh, hingga lingkungan sekolah.
Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan yang dapat membantu Mama memahami alasan di balik perilaku tersebut.
