YouTube.com/MPRRIOfficial
Ketegangan dimulai saat babak final yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Muncul pertanyaan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan dalam pemilihan anggota BPK. Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab dengan tegas bahwa DPR memilih anggota BPK dengan pertimbangan DPD dan diresmikan Presiden. Namun, juri justru memberikan poin minus lima karena dianggap salah.
Hal yang memicu protes keras adalah ketika pertanyaan yang sama dilempar ke Regu B dari SMAN 1 Sambas. Mereka memberikan jawaban yang persis sama, kata demi kata, dengan jawaban Regu C sebelumnya. Anehnya, untuk jawaban yang identik ini, juri justru memberikan poin sempurna 10 dengan alasan inti jawabannya sudah benar.
Juri (Indri Wahyuni) berdalih bahwa saat Regu C menjawab, suara mereka dianggap kurang jelas atau artikulasinya tidak tegas. Juri mengklaim mereka tidak mendengar Regu C menyebutkan kata "pertimbangan DPD".
Ia menekankan bahwa dalam sebuah kompetisi besar, kemampuan menyampaikan gagasan dengan suara yang lantang dan jelas sangatlah krusial.