Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Menari Bantu Mengurangi Depresi pada Anak dengan Menyenangkan
Freepik/nensuria
  • Depresi pada anak sering sulit dikenali, sehingga diperlukan pendekatan yang aman dan menyenangkan seperti menari untuk membantu mereka mengelola emosi

  • Melalui gerakan tubuh, menari membantu anak memahami hubungan antara tubuh dan emosi serta memberi cara non-verbal untuk mengekspresikan perasaan

  • Sebagai aktivitas kelompok yang positif dan minim risiko, menari dapat menjadi pendamping yang efektif dalam mendukung kesehatan mental anak

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Depresi tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga dapat dialami anak. Gejala depresi pada anak sering kali sulit dikenali karena mereka belum sepenuhnya mampu mengungkapkan perasaan mereka dengan kata-kata.

Beberapa tanda yang mungkin terlihat adalah perubahan mood yang ekstrem, kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya disukai, kesulitan tidur, atau bahkan penurunan prestasi di sekolah.

Selain pendekatan medis dan terapi konvensional, menari dapat menjadi pendekatan non-obat yang membantu anak dalam mengelola depresi secara lebih menyenangkan.

Dance Movement Therapy (DMT) merupakan bentuk terapi seni kreatif yang mengintegrasikan aspek fisik, emosional, kognitif, dan sosial melalui gerakan tubuh.

Berbeda dengan olahraga biasa, DMT fokus pada hubungan antara tubuh dan pikiran, di mana gerakan tubuh digunakan sebagai cara untuk mengekspresikan dan memproses emosi.

Berikut Popmama.com rangkum bagaimana menari bisa bantu mengurangi depresi pada anak!

1. Menari membantu anak meredakan gejala depresi

Freepik

Salah satu keunggulan menari sebagai terapi untuk anak adalah pendekatannya yang menyenangkan dan tidak terasa seperti pengobatan.

Anak secara alami suka bergerak, dan menari memberikan dampak yang sehat untuk energi dan emosi mereka.

Menari membantu anak lebih sadar terhadap tubuh mereka, mengekspresikan emosi melalui gerakan, dan merasakan koneksi dengan diri sendiri. Proses ini terjadi secara alami dalam konteks yang menyenangkan, sehingga anak lebih terbuka dan responsif.

Yang penting, menari memberikan pengalaman positif yang dapat mengangkat mood anak dan memberikan mereka sesuatu yang ditunggu-tunggu.

Dalam konteks depresi di mana anak sering kehilangan minat pada aktivitas, menari bisa menjadi sesuatu yang membuat mereka senang dan kembali menemukan kegembiraan dalam bergerak.

2. Manfaat menari bertahan dalam jangka waktu lama

Freepik

Salah satu kekhawatiran Mama adalah apakah menari memberikan efek sementara atau benar-benar membantu dalam jangka panjang.

Kabar baiknya, manfaat menari tidak hanya dirasakan saat anak sedang menari, tetapi juga bertahan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Keterampilan dan kesadaran yang anak pelajari melalui menari dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mereka belajar cara untuk lebih sadar terhadap tubuh dan emosi mereka, dan keterampilan ini tidak hilang begitu saja setelah sesi menari berakhir.

Ketika anak menghadapi situasi yang menantang atau emosi yang sulit, mereka dapat menggunakan gerakan dan kesadaran tubuh yang telah mereka pelajari untuk membantu mengatur diri mereka.

Manfaat jangka panjang ini sangat penting dalam konteks depresi, di mana tujuannya bukan hanya mengurangi gejala saat ini tetapi juga memberikan anak keterampilan untuk mengelola kesehatan mental mereka di masa depan.

3. Menari membantu anak memahami hubungan tubuh dan emosi

Freepik

Anak sering kali belum sepenuhnya memahami atau mampu mengungkapkan emosi mereka dengan kata-kata. Mereka mungkin tahu bahwa mereka merasa tidak enak atau sedih, tetapi tidak dapat menjelaskan lebih detail apa yang mereka rasakan atau mengapa.

Menari bekerja berdasarkan konsep hubungan antara tubuh dan pikiran. Konsep ini mengakui bahwa tubuh dan emosi saling memengaruhi, ketika merasa sedih, tubuh merespons dengan cara tertentu, dan sebaliknya, cara bergerak dapat memengaruhi cara merasa.

Melalui menari, anak diajarkan untuk lebih sadar terhadap sensasi tubuh mereka, pernapasan, dan gerakan. Mereka belajar mengenali bagaimana emosi tertentu dirasakan dalam tubuh, misalnya ketegangan di bahu saat cemas, atau badan yang terasa berat saat sedih.

Selain itu, anak juga belajar bahwa mereka dapat memengaruhi cara mereka merasa melalui gerakan. Jika mereka merasa sedih dan badan terasa berat, mencoba bergerak dengan cara yang lebih ringan dan terbuka dapat membantu mengubah mood mereka. Ini memberikan mereka rasa kontrol atas emosi mereka.

4. Menari memperbaiki cara anak memandang tubuh mereka

Freepik

Anak dengan depresi sering mengalami persepsi negatif tentang diri mereka, termasuk tentang tubuh mereka. Mereka mungkin merasa bahwa mereka tidak cukup baik, tidak cukup kuat, atau tidak disukai. Persepsi negatif ini dapat memperburuk depresi dan menurunkan kepercayaan diri.

Menari membantu anak mengembangkan kesadaran yang lebih besar terhadap tubuh mereka dan cara menerimanya dengan lebih positif. Melalui gerakan, anak belajar untuk lebih menghargai apa yang tubuh mereka dapat lakukan, daripada fokus pada bagaimana tubuh mereka terlihat.

Ketika menari, fokusnya adalah pada eksplorasi gerakan dan ekspresi, bukan pada penampilan atau performa. Anak tidak hanya dinilai berdasarkan seberapa bagus mereka menari, tetapi didorong untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri mereka dengan bebas.

Ketika anak mulai merasa lebih nyaman dan positif tentang tubuh mereka, ini menciptakan ruang untuk penerimaan diri yang lebih besar secara keseluruhan. Perubahan kecil dalam cara anak memandang dan merasakan tubuh mereka dapat memiliki dampak besar pada kesehatan mental.

5. Menari menjadi opsi untuk mengekspresikan emosi anak

Freepik

Salah satu tantangan terbesar dalam membantu anak dengan depresi adalah kesulitan mereka dalam mengungkapkan apa yang mereka rasakan.

Anak belum memiliki kosakata emosional yang cukup untuk menggambarkan pengalaman internal mereka. Mereka mungkin tahu bahwa mereka merasa tidak baik, tetapi tidak tahu bagaimana menjelaskannya.

Terapi konvensional sangat bergantung pada komunikasi verbal, yang bisa menjadi hambatan bagi anak. Menari menawarkan alternatif dengan menggunakan gerakan tubuh sebagai bahasa emosi. Anak tidak perlu menjelaskan perasaan mereka dengan kata-kata, mereka dapat mengekspresikannya melalui gerakan.

Gerakan tubuh dapat mengungkapkan apa yang sulit dikatakan. Misalnya, anak yang merasa terbebani mungkin secara alami bergerak dengan bahu membungkuk dan langkah yang berat. Mereka akhirnya memiliki cara untuk mengeluarkan apa yang ada di dalam, dan ini sendiri dapat sangat melegakan.

6. Menari jadi pendamping yang aman

Freepik

Salah satu kekhawatiran orangtua tentang pengobatan depresi pada anak adalah penggunaan antidepresan dan efek sampingnya. Antidepresan pada anak biasanya hanya direkomendasikan untuk kasus yang berat dan setelah terapi lain tidak berhasil, karena potensi efek samping yang signifikan.

Untuk anak dengan depresi ringan, menari dapat menjadi bagian dari pendekatan awal yang aman sebelum atau bersamaan dengan intervensi lain.

Menari juga dapat menjadi pendamping untuk terapi lain yang sudah dijalani anak. Jika anak sudah menjalani terapi bicara atau terapi perilaku kognitif, menambahkan menari dapat memberikan manfaat tambahan tanpa mengganggu atau mengurangi efektivitas terapi yang sudah ada.

Namun, perlu ditekankan bahwa menari adalah pendamping, bukan pengganti terapi profesional. Jika anak menunjukkan gejala depresi yang berat atau tidak membaik, konsultasi dengan profesional kesehatan mental tetap sangat penting.

7. Menari dalam kelompok membantu anak merasa tidak sendirian

Freepik

Depresi sering membuat anak merasa terisolasi dan sendirian. Mereka mungkin merasa bahwa tidak ada yang memahami apa yang mereka alami, atau bahwa mereka berbeda dari anak lain. Isolasi ini dapat memperburuk depresi dan membuat anak semakin menarik diri.

Menari, terutama dalam kelompok, memberikan kesempatan untuk mengatasi isolasi ini dengan cara yang unik. Dalam sesi menari kelompok, anak dapat bergerak bersama anak lain, berbagi ruang, dan berinteraksi melalui gerakan tanpa tekanan untuk langsung berbicara atau menjelaskan perasaan mereka.

Pengalaman bersama dalam kelompok dapat membantu anak merasa tidak sendirian. Melihat anak lain juga bergerak, mengekspresikan diri, dan bekerja melalui emosi mereka dapat memberikan validasi dan dukungan.

Menari menawarkan pendekatan yang aman dan menyenangkan untuk membantu anak mengelola depresi, terutama sebagai bagian dari dukungan kesehatan mental yang menyeluruh.

Apakah Mama tertarik untuk menjadikan aktivitas menari sebagai rutinitas di rumah?

Editorial Team