Mengetahui Orang yang Memerkosanya Bebas, Gadis 11 Tahun Bunuh Diri

Orangtua korban ingin adanya UU yang berguna untuk melindungi anak dari predator seks

18 November 2020

Mengetahui Orang Memerkosa Bebas, Gadis 11 Tahun Bunuh Diri
Unsplash/Eva Blue

Seorang gadis malang berusia 11 tahun di Perth, Australia harus mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Bukan tanpa alasan gadis bernama Annalisse itu mengakhiri hidupnya begitu saja, diketahui ia bunuh diri setelah mengetahui orang yang memerkosa dia bebas karena membayar jaminan.

Kepergian Annalisse tentu membuat keluarga terpukul, sebab sang Mama Samantha Wilson menyebutkan bahwa anaknya adalah gadis yang ceria dan pintar, yang dibiarkan begitu saja oleh polisi dan pengadilan.

Adanya kejadian ini, membuat Samantha meminta segera dibuatnya UU yang berguna untuk melindungi seluruh anak di Australia dari adanya predator seks yang tersebar.

Hal ini sebagaimana di kutip dari The West Australian, "Kami hanya ingin UU Annalisse bisa segera disahkan sehingga anak-anak mendapat perlindungan. Karena putri saya, dia ketakutan," ungkapnya.

Editors' Picks

1. Proses pemakaman gadis malang, Annalisse

1. Proses pemakaman gadis malang, Annalisse
Pertamananpemakaman.jakarta.go.id
Ilustrasi

Gadis berusia 11 tahun ini mengakhiri hidupnya pada Oktober lalu setelah orang yang diduga memerkosanya, Peter Frederick Humes, dibebaskan dengan jaminan.

Proses pemakaman pun digelar secara khikmat dan penuh haru dari keluarga dan kerabat korban. Annalisse dimakamkan pada Senin waktu setempat (16/11/2020).

Atas kepergiaan gadis ini, keluarga merasa sedih ketika memberikan penghormatan terakhir.

Pihak keluarga menyebutkan bahwa mereka percaya Annalisse telah tenang di surga dan tengah tersenyum pada mereka dari atas sana.

2. Penderitaan korban dan keluarga

2. Penderitaan korban keluarga
Freepik/pressfoto

Meski pelaku yang memerkosanya telah mendapat dakwaan pasal penetrasi seksual atas anak di bawah 13 tahun, tetapi pelaku masih diizinkan berkeliyaran karena membayar jaminan.

Korban pun merasa tertekan karena sebagaimana diberitakan oleh The Sun, gadis malang itu dilaporkan telah diperkosa Humes, lelaki berusia 61 tahun pada tahun 2014 hingga 2018 silam.

Mail Online juga memberitakan bahwa pihak keluarga menggelar peringatan di depan Gedung Parlemen Australia Barat pada bulan lalu. Pihak keluarga menuntut pemerintah setempat untuk membuat hukum yang diberi nama Annalisse Ugle.

Hukum tersebut intinya meminta pemerintah memastikan para predator seksual anak tetap ditahan. Sebab mereka merasa sangat kehilangan dan tertekan atas kasus yang ditimpa oleh sang anak.

3. Pelaku kembali ditahan atas tuduhan yang diterimanya

3. Pelaku kembali ditahan atas tuduhan diterimanya
Pexels/Cameron Casey

Menteri Utama Australia, Mark McGowan mengakui bahwa polisi sudah melakukan kesalahan dengan membiarkan Humes bebas begitu saja. Menurutnya, ini sangat tak bisa dipahami dan ada kesalahan yang terjadi dari pihak kepolisian.

Pihak kepolisian melalui Asisten Komisioner Regional WA, Jo McCabe mengakui hal tersebut. Ia menekankan bahwa seharusnya anggotanya tak memberikan izin bebas pada predator seksual yang membuat resah banyak orangtua.

Setelah banyaknya tuntutan dan tuduhan yang diterimanya, Humes kini dilaporkan sudah kembali ditangkap dan dipenjara atas perbuatan keji yang ia lakukan terhadap anak-anak di bawah umur.

Itu dia informasi mengenai kejadian yang menimpa gadis Annalisse di Australia. Semoga informasi di atas dapat menjadi pembelajaran bagi Papa dan Mama untuk selalu waspada mendampingi putra putri tercinta.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.