Perbedaan Hadas dan Najis yang Perlu Anak Ketahui

Sebelum beribadah, yuk ajak anak menyucikan diri dari hadas dan najis

27 Oktober 2021

Perbedaan Hadas Najis Perlu Anak Ketahui
Islam.nu.or.id

Mayoritas masyarakat Indonesia adalah penganut agama Islam. Sebagai umat Muslim, kita sangat dianjurkan untuk selalu bersih, terlebih saat akan melaksanakan ibadah.

Islam sendiri menjadi agama yang sangat menjunjung tinggi kebersihan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kebersihan adalah Sebagian dari iman.

Sehingga seluruh umat Muslim diwajibkan memastikan tubuhnya bersiih dan suci dari hadas dan najis yang menjadi penghalang beribadah.

Hadas dan najis sendiri memiliki perbedaan, Ma. Untuk itu, sebagai orangtua kita perlu memberikan penjelasan kepada anak-anak terkait hadas dan najis yang dianggap kotor dan membuat tidak sahnya ibadah yang anak kerjakan.

Untuk mengetahui perbedaan keduanya, berikut Popmama.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai perbedaan hadas dan najis yang bisa dijadikan referensi bagi Mama dan Papa dalam mengajarkan pada anak.

Editors' Picks

1. Pengertian hadas dan najis

1. Pengertian hadas najis
Pexels/Sora Shimazaki

Sebelum mengetahui perbedaannya, ketahui dulu pengertian dari hadas dan najis itu sendiri, Ma.

Berikut penjelasan yang bisa Mama ajarkan pada anak terkait hadas dan najis.

Hadas yaitu keadaan seseorang yang tidak berada dalam keadaan suci dikarenakan adanya sesuatu yang datang dan ditetapkan sebagai hal yang dapat membatalkan keadaan suci.

Terdapat dua jenis hadas, yakni hadas kecil dan hadas besar.

Sebagian ulama dan para ahli fiqih menyebutkan menetapkan jika buang air kecil dan besar, kentut, keluarnya mazi dan wadi dalam keadaan sehat sebagai hadas kecil.

Sementara untuk hadas besar antara lain mengeluarkan mani dalam keadaan sadar maupun tidur atau umumnya disebut mimpi basah, dan haid.

Sementara najis, dilansir dari NU Online ialah segala sesuatu yang dianggap kotor dan menjadikan tidak sahnya ibadah salat. Sehingga najis hukumnya wajib untuk dihilangkan sampai bersih sehingga sah untuk melakukan ibadah, terutama salat.

Najis sendiri memiliki beberapa macam, Ma. Diantaranya adalah najis Mukhaffafah, najis Mutawwasithah, najis Mughallazah, najis Mafu.

2. Melihat perbedaan dari segi hakikat

2. Melihat perbedaan dari segi hakikat
Freepik

Setelah memahami pengertian hadas dan najis, selanjutnya dilasnir dari NU Online bahwa perbedaan keduanya yang dapat dilihat dari segi hakikatnya. 

Najis dari segi hakikat ialah perkara yang zhahir dan bisa dilihat, seperti halnya air kencing, darah, dan lain sebagainya.

Sementara untuk hadas ialah perkara maknawi yang ada di dalam tubuh manusia dan tidak dapat dilihat oleh panca indra.

3. Perbedaan secara implikasi dan hukum fiqih

3. Perbedaan secara implikasi hukum fiqih
Pixabay/Hans

Sementara itu, perbedaan hadas dan najis juga dibedakan secara implikasi dan hukum fiqih.

Terdapat 5 perbedaan hadas dan najis yang mendasari, berikut diantaranya:

  1. Dilihat dari segi niat. Untuk menghilangkan hadas, dibutuhkan niat agar tubuh Kembali suci dari hadas. Sementar untuk menghilangkan najis, tidak diperlukan adanya niat.
  2. Selanjutnya adalah air. Maksudnya, dalam menghilangkan hadas dibutuhkan air sebagai syarat menyucikan diri. Sementara menghilangkan najis tidak harus dengan air, Ma. Seperti misalnya istinja yang bisa dihilangkan dengan menggunakan batu.
  3. Dalam membersihkan najis, anak mama diharuskan membersihkan tempat yang bernajis hingga zat najisnya hilang. Sementara untuk hadas, anak mama cukup membersihkan anggota tubuh dengan dengan berwudhu jika hadas kecil, serta mandi janub untuk menghilangkan hadas besar.
  4. Menghilangkannya berbeda-beda. Jika hadas seperti kentut, buang air kecil, buang air besar, dan sebagainya, Mama cukup mengajarkan pada anak menyucikan dirinya dengan sekali berwudhu. Berbeda dengan menghilangkan najis. Jika anak mama terkena kotoran binatang pada bagian tangan, kaki, wajah, dan bagian anggota tubuh lainnya, makai a harus membersihkannya satu persatu pada setiap bagian.
  5. Menghilangkan dengan tayamum. Sebagaimana yang diketahui, bahwa umat Muslim diizinkan menyucikan diri menggunakan cara tayamum, jika memang tidak memungkinkan adanya air. Begitu pula untuk hilangkan hadas, anak mama bisa menghilangkannya dengan cara tayamum. Meski menghilangkan najis tak diperbolehkan dengan cara tayamum, namun pendapat ulama Hanabilah menyebutkan bahwa menghilangkan najis juga bisa menggunakan cara yang sama dengan tayamum. Wallahualam.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan hadas dan najis dalam Islam Mama dan Papa ajarkan pada anak.

Semoga informasinya bermanfaat dan bisa menjadi referensi dalam memberikan pembelajaran pada anak di rumah ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.