Lebih Stabil, Ini Dia Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia 8-12 Tahun

Selain perkembangan emosi, usia ini anak juga melatih perkembangan sosialnya

13 Oktober 2020

Lebih Stabil, Ini Dia Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia 8-12 Tahun
Freepik/yanalya

Membahas tentang perkembangan emosi anak tentu berkaitan dengan kemampuan mereka dalam mengenali, memahami, serta mengendalikan emosi yang dirasakan. Setiap anak tentu memiliki ciri perkembangan emosi yang berbeda, Ma.

Jika usia balita anak sering meluapkan emosinya dengan menangis, marah-marah bahkan sampai memukul, anak berarti masih belum mampu mengendalikan emosinya dengan baik.

Berbeda dengan usia sekolah seperti 8-12 tahun yang perkembangan emosinya jauh lebih matang dan stabil dibanding usia di bawah mereka. Dengan stabilnya perekembangan emosi anak usia ini, tentunya keterampilan sosialnya pun ikut berkembang dengan baik, Ma.

Untuk itu, berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai tahap perkembangan emosi anak usia 8-12 tahun serta hubungan sosialnya yang perlu Mama ketahui. Disimak yuk, Ma!

Editors' Picks

1. Tahap perkembangan emosi anak usia 8-12 tahun

1. Tahap perkembangan emosi anak usia 8-12 tahun
Freepik

Pada fase usia ini atau usia anak sekolah, ia akan belajar bagaimana beradaptasi lebih dalam secara kelompok. Jadi tak hanya perkembangan emosinya saja yang terlatih, perkembangan sosialnya pun ikut terlatih dengan bertambahnya usia mereka, Ma.

Untuk anak usia 9-10 tahun, anak biasanya mulai bisa mengatur ekspresi emosi serta merespon distress emosional pada orang lain. Anak juga mulai belajar mengenai hal yang membuatnya merasakan emosi negatif, sehingga mereka dapat beradaptasi dan mengendalikan dirinya.

Berbeda pada anak usia 11-12 tahun yang semakin memahami norma-norma yang ada di lingkungan sekitarnya. Usia ini anak jaug lebih luwes dan tidak sekaku ketika masa balita atau kanak-kanak. Usia ini juga mulai memahami penilaian baik dan buruk dapat dibuah sesuai keadaan dan situasi yang ada.

2. Perkembangan emosi sosial anak usia sekolah

2. Perkembangan emosi sosial anak usia sekolah
Huffington Post

Pada fase usia sekolah ini, biasanya juga memasuki waktunya mereka alami masa puber, Ma. Jika sudah berbicara masalah puber, maka perkembangan emosi anak meliputi rasa semangat, galau, dan bahkan mudah malu pasti menjadi bagian dari emosi harian mereka.

Meski emosinya sudah jauh lebih matang dan stabil dari masa kanak-kanaknya dulu. Namun sikap mereka masih mudah berubah-ubah tergantung suasana hatinya.

Jadi tak hanya orang dewasa saja yang sering alami perubahan suasana hati, anak usia ini pun demikian, Ma.

Perubahan suasana hati ini merupakan masa penyesuaian diri dengan perubahan fisiknya. Anak juga mungkin merasa lebih tertekan dengan materi sekolah yang lebih sulit dari usia di bawah mereka.

Tak hanya materi sekolah yang membuatnya merasa stres, kehidupan sosial atau pertemanan di usia ini pun juga lebih sulit dibanding usia kanak-kanak.

Jadi saat anak berkeluh kesah pada Mama bahwa ia sedang stres, jangan disepelekan ya, Ma!

Cobalah luangkan waktu Mama untuk mengobrol santai dengannya. Mama juga bisa memberikan solusi bagaimana caranya ia menghadapi masalah yang membuatnya stres, dengan begitu anak akan lebih tenang dan dapat mengendalikan emosi dalam dirinya lebih baik lagi.

Baca juga:

3. Cara menstimulus anak agar cerdas emosi

3. Cara menstimulus anak agar cerdas emosi
Healthline.com

Sebagai orangtua, kita memiliki peran penting dalam memastikan proses perkembangan emosi sosial anak berjalan dengan baik dan sehat.

Sebab pada prinsipnya, membangun emosi sosial berarti mengajari mereka untuk memahami serta mengontrol emosinya, termasuk saat mereka mengahdapi masalah.

Ketrampilan dalam mengontrol emosi tentu akan memengaruhi pembentukan karakter dirinya dan bermanfaat hingga ia dewasa. Untuk itu, sama dengan tahapan perkembangan lainnya, kemampuan emosi anak pun harus distimulasi agar dapat dikendalikan, Ma.

Sama seperti menstimulasi perkembangan anak usia 6 tahun ke atas, Mama bisa merangsang anak dengan memintanya mengenali terlebih dahulu emosi yang ia rasakan.

Misalnya saat pulang sekolah anak terlihat kesal, tanya padanya apa yang membuat ia kesal.

Setelah memahami emosi anak, lihatlah dari sudut pandang anak ketika ia mengalami suatu masalah yang membuatnya merasa kesal. Saat Mama memahami anak melalui sudut pandang mereka, maka Mama juga dapat memberikan rasa empati serta membantunya dalam menyikapi masalah yang dihadapinya.

Di usia ini, anak biasanya mulai paham bagaimana mengatur dirinya ketika sedang emosi. Saat anak berhasil mengendalikan emosinya, Mama bisa memberikan anak hadiah sebagai pencapaian karena ia telah berhasil mengontrol diri atas emosi yang ada dalam dirinya.

Cara-cara di atas bisa Mama lakukan untuk merangsang perkembangan emosi dan ketrampilan sosial anak agar nantinya dapat berkembang dengan baik dan sehat.

Nah, itu tadi informasi mengenai tahap perkembangan emosi anak usia 8-12 tahun. Semoga informasinya dapat bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.