Semakin Matang, Ini Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia 6 Tahun

Fase usia ini anak sudah semakin matang dan lebih mudah memahami

11 Oktober 2020

Semakin Matang, Ini Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia 6 Tahun
Freepik

Semakin bertambahnya usia anak, tentu perkembangan fisiknya dapat dilihat secara kasat mata ya, Ma. Namun tidak dengan perkembangan emosi mereka yang tidak terlihat secara jelas.

Untuk itu, agar orangtua lebih memahami buah hati mereka, orangtua diharapkan dapat mengetahui tahap perkembangan emosi anak agat aspek tersebut dapat bejalan dengan baik sesuai dengan tahapan usianya.

Berbeda dengan anak balita, di usia 6 tahun emosi anak akan semakin matang, Ma. Ia juga semakin mudah mengerti apa saja yang bisa mereka dapatkan dari emosi yang mereka punya. 

Namun perlu diketahui, emosi anak di usia ini akan mudah sekali berubah. Dari yang awalnya ia merasa bahagia, bisa tiba-tiba sedih hanya dalam beberapa waktu saja. Kondisi ini sangat sering ditemukan pada anak usia 6 tahun. 

Nah, untuk memahami lebih lanjut bagaimana tahap perkembangan emosi anak di usia 6 tahun. Yuk, simak informasi yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini!

Editors' Picks

1. Tahap perkembangan emosi anak usia 6 tahun

1. Tahap perkembangan emosi anak usia 6 tahun
Freepik/prostooleh

Selain usia yang sudah lebih matang dalam perkembangan emosinya, di fase usia ini anak juga mulai bisa menyelesaikan tugas perkembangan yang akan membantunya dalam menyiapkan diri memasuki tahap kedewasaan.

Di fase usia ini, tahapan perkembangan emosi anak mencakup hal berikut ini:

  • Memiliki rasa takut pada hal-hal tertentu yang sudah pernah diketahuinya, seperti takut monster, penculik, hewan besar, dan lainnya.
  • Sering merasa sudah menjadi “anak dewasa” yang mampu merawat dan mengayomi adik maupun anak yang usianya yang lebih muda darinya.
  • Sudah mulai mampu memahami perasaan orang lain yang tidak selalu sama dengan dirinya.

Sehingga di usianya ini, anak akan lebih paham mengenai emosi dirinya ataupun orang sekitarnya. Hal ini membuat ia mengerti bahwa tidak boleh mengatakan sesuatu hal yang dapat menyakiti perasaan orang lain.

2. Cara menstimulasi agar anak cerdas emosi

2. Cara menstimulasi agar anak cerdas emosi
Freepik/master1305

Sudah lebih matang dari usia balita, Mama harus lebih paham cara menstimuls emosi anak agar ia cerdas emosi. Sebelum mengasah kecerdasan emosi anak, sebagai orangtua Mama harus bisa mengenal dan mengendalikan emosi sendiri.

Sederhananya adalah, bagaimana orangtua akan mengajari anak dalam mengendalikan emosi jika ia sendiri sering kali kehilangan kontrol atas emosinya. Terlebih saat mengatasi anak yang sulit diatur. Jadi, kendalikan emosi sendiri dulu yuk, Ma!

Mama juga bisa mengajarkan anak untuk menyalurkan emosi positif. Misalnya saat mainan yang ia miliki dirusak, biasanya anak akan mengekspresikan dirinya dengan marah bahkan memukul. Beri tahu anak untuk menyalurkan emosinya itu lebih positif.

Dengan mengatakan kepada temannya bahwa merusak mainan orang lain bukanlah hal yang baik. Jika hal ini tidak mempan dan justru membuat anak diperlakukan tidak baik, ajak anak untuk mencari teman lain yang lebih baik dan dapat diajakberpikir positif.

Mama juga bisa menstimulus emosi anak dengan memberikan hadiah saat ia bisa mengendalikan emosinya. Tak selalu berupa mainan, cukup berikan pelukan atau acungan jempol sudah membuat anak merasa dihargai lho, Ma!

3. Lakukan cara ini untuk perkembangan emosional anak berjalan baik

3. Lakukan cara ini perkembangan emosional anak berjalan baik
Freepik/Pressfoto

Sebagai orangtua, tentunya kita menginginkan yang terbaik untuk buah hati tercinta. Terlebih untuk tumbuh kembangnya yang akan berdampak pada dirinya saat dewasa nanti.

Tak hanya perkembangan fisik, perkembangan emosi juga perlu diperhatikan agar perkembangannya dapat berjalan dengan baik sesuai tahap usianya.

Anak usia ini merupakan anak yang lebih aktif terlebih sudah memasuki usia sekolah, Ma.

Jadi cara yang bisa Mama lakukan adalah dengan mengajarkan anak bagaimana menguasai pelajaran yang diajarkan oleh guru di sekolah serta mendispilinkan diri untuk memahami materi yang diajarkan.

Mama juga bisa mengajak anak bermain dengan struktur atau mainan yang memiliki aturan tertentu. Misalnya ketika anak berpartisipasi dalam permainan kasti, ia akan belajar bagaimana caranya untuk menang namun tetap memerhatikan aturan dan kerja tim.

Di usia yang semakin matang dan mandiri, Mama dan Papa harus lebih bisa memahami emosi anak yang sering kali berubah dengan cepat. Seperti penjelasan poin sebelumnya, tetap beri tahu anak untuk menyalurkan emosi secara positif ya, Ma.

Jika anak sudah berhasil melakukannya, beri hadiah agar anak terus mengembangkan emosi dalam dirinya menjadi lebih baik lagi setiap harinya. Dengan begitu, anak akan terus belajar untuk mengendalikan emosi yang ada dalam dirinya.

Nah, itu dia informasi mengenai tahapan perkembangan emosi anak usia 6 tahun. Semoga informasi di atas bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.