Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PISA 2025: 53% Siswa Indonesia Gunakan AI untuk Belajar
Pexels/Haidar Azmi
  • Sebanyak 53 persen siswa Indonesia menggunakan chatbot AI setidaknya sekali seminggu untuk mendukung kegiatan belajar.

  • AI dimanfaatkan untuk riset topik baru oleh 32% siswa, merangkum teks oleh 39 persen, dan membuat draf tugas menulis oleh 30 persen siswa.

  • PISA 2025 mencatat siswa yang mencapai kecakapan dasar Level 2: 36,81 persen pada sains, 27,11 persen membaca, dan 16,93% matematika.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hasil PISA Indonesia 2025 memberikan gambaran yang cukup kompleks. Ada peningkatan pada kemampuan sains dan membaca siswa, tetapi sejumlah tantangan masih terlihat pada matematika serta pencapaian tingkat kecakapan dasar.

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga mulai mengubah kebiasaan belajar siswa Indonesia. Lebih dari separuh siswa diketahui telah memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk membantu proses belajar.

Apa yang dimaksud dengan PISA? PISA (Programme for International Student Assessment) adalah program penilaian pendidikan internasional yang mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam membaca, matematika, dan sains, serta menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut dalam kehidupan nyata.

PISA bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam bidang matematika, membaca, dan sains, sekaligus melihat kualitas sistem pendidikan di berbagai negara. 

Berikut Popmama.com rangkum tiga temuannya.

1. Sebanyak 53 persen siswa Indonesia menggunakan AI untuk belajar

Pexels/ROMAN ODINTSOV

Hasil PISA 2025 mencatat bahwa 53 persen siswa Indonesia menggunakan chatbot berbasis AI setidaknya sekali dalam seminggu untuk membantu proses belajar.

Angka ini menunjukkan bahwa AI mulai menjadi bagian dari aktivitas belajar siswa. Teknologi tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu ketika siswa ingin memahami materi atau mencari informasi tambahan di luar pembelajaran di kelas.


2. AI digunakan untuk mencari informasi hingga membantu tugas

Pexels/Ron Lach

Penggunaan AI oleh siswa Indonesia mencakup berbagai kebutuhan belajar. Berdasarkan data PISA 2025, sebanyak 32 persen siswa menggunakan AI untuk melakukan riset awal mengenai topik baru.

Selain itu, 39 persen siswa menggunakannya untuk merangkum teks yang perlu dibaca, sedangkan 30 persen memanfaatkan AI untuk membuat draf tugas menulis.

Meski dapat membantu proses belajar, penggunaan AI tetap membutuhkan kemampuan untuk memeriksa kembali informasi. Siswa perlu memahami bahwa jawaban yang diberikan chatbot tidak selalu benar sehingga tetap diperlukan kemampuan berpikir kritis.

3. Kemampuan dasar siswa masih menjadi tantangan

Pexels/Ron Lach

Di tengah meningkatnya penggunaan teknologi dalam pembelajaran, hasil PISA 2025 menunjukkan bahwa kemampuan dasar siswa Indonesia masih menjadi perhatian.

Pada PISA 2025, Level 2 digunakan sebagai batas kecakapan dasar. Sebanyak 36,81 persen siswa Indonesia mencapai level tersebut dalam sains, 27,11 persen dalam membaca, dan 16,93 persen dalam matematika.

Data ini menjadi konteks penting dalam melihat penggunaan AI di kalangan siswa. AI dapat menjadi alat bantu dalam proses belajar, tetapi pemanfaatannya tetap perlu diarahkan agar mendukung pemahaman materi dan kemampuan berpikir siswa, bukan sekadar menghasilkan jawaban.

Informasi selengkapnya dapat dibaca dalam artikel utama berikut ini: Hasil PISA 2025: Anak Indonesia Tekun tapi Tidak Yakin Bisa Berkembang

Curated For You

Editorial Team

Related Article