Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
jeffrey eipstein
U.S. Department of Justice/Epstein Files

Intinya sih...

  • Kasus Jeffrey Epstein menunjukkan praktik grooming dan perdagangan anak yang berlangsung puluhan tahun, dengan korban remaja di bawah umur.

  • Meskipun bukti kuat sudah muncul sejak 1990-an, Epstein sempat mendapat hukuman ringan lewat plea deal kontroversial pada 2008.

  • Rilis jutaan dokumen pada 2026 membuka kembali investigasi jaringan eksploitasi global dan peran orang-orang di sekitar Epstein.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kasus Jeffrey Epstein menjadi sorotan dunia karena seolah mengungkap sisi gelap kejahatan seksual terhadap anak yang berlangsung selama puluhan tahun. Miliarder asal Amerika Serikat ini diduga menjalankan praktik grooming hingga perdagangan anak secara sistematis, dengan memanfaatkan kekuasaan, uang, serta jaringan elite untuk merekrut korban yang sebagian besar masih di bawah umur.

Sebenarnya laporan awal kasus ini pertama kali muncul tahun 1990-an. Lalu Departemen Kehakiman Amerika Serikat lau merilis dokumen besar-besaran pada akhir 2025 hingga awal 2026 ini.

Jeffrey Epstein menunjukkan bagaimana kejahatan terhadap anak bisa tersembunyi lama di balik privilese dan relasi kuat. 

Berikut Popmama.com berikan informasi mengenai kronologi dan rangkuman kasus Jeffrey Epstein, berfokus pada praktik grooming hingga child trafficking.

1. Laporan awal pelecehan terhadap remaja (1996)

U.S. Department of Justice/Epstein Files

Kasus Jeffrey Epstein berawal jauh sebelum isu besar muncul ke publik. Pada 1996, seorang seniman perempuan dan adiknya yang masih remaja (sekitar 12–16 tahun) melaporkan bahwa mereka mengalami pelecehan seksual oleh Epstein. 

Laporan ini ternyata berulang kali diabaikan oleh penegak hukum selama bertahun-tahun, meskipun dokumentasi internal kemudian menunjukkan ancaman dan tekanan yang diberikan agar korban tidak berbicara. Kasus ini sebenarnya sudah diangkat dalam serial dokumenter Jeffrey Epstein: Filthy Rich.

Kasus ini mencerminkan pola awal grooming di mana Epstein menggunakan akses, uang, dan kekuasaan untuk mendekati serta memanipulasi remaja. Saat itu kedua korban dalam posisi membutuhkan pembiayaan untuk bertahan hidup.

2. Penyelidikan polisi Palm Beach tentang remaja 14 tahun (2005–2006)

U.S. Department of Justice/Epstein Files

Pada 2005, polisi Palm Beach, Florida, menerima laporan dari keluarga seorang remaja 14 tahun yang diduga direkrut Epstein dengan iming-iming pekerjaan kecil. Korban diberi uang setelah pertemuan yang semula dikategorikan sebagai pijat, sebelum berkembang menjadi eksploitasi seksual setelahnya. 

Penyelidikan mengungkap bahwa pola serupa terjadi pada sejumlah gadis di bawah umur. Ini menggambarkan bagaimana Epstein melakukan pendekatan grooming yang lebih sistematis dan terorganisir dalam merekrut korban untuk tujuan eksploitasi.

3. Plea deal kontroversial dan hukuman ringan (2008)

U.S. Department of Justice/Epstein Files

Kasus yang menyeret Jeffrey Epstein banyak selesai di ruang informal. Satu-satunya kasus miliarder ini ditarik ke meja hijau pertama kali adalah pada tahun 2008. Meski ada banyak bukti kuat mengenai sexual abuse terhadap anak di bawah umur, Epstein mencapai kesepakatan hukum (plea deal). 

Ia hanya dijatuhi hukuman 18 bulan penjara terkait dua tuduhan ringan, termasuk permintaan jasa prostitusi dari anak di bawah umur. Hukumannya dilaksanakan dengan sistem work release yang memungkinkan Epstein keluar penjara siang hari.

Kesepakatan ini dipandang banyak pihak sebagai perlakuan istimewa. Di mana ada bukti dan pola eksploitasi yang ditemukan jauh lebih luas daripada tuduhan yang disahkan di pengadilan saat itu.

4. Virginia Giuffre dan pelebaran cerita korban (2010–2019)

U.S. Department of Justice/Epstein Files

Pada awal 2010-an, korban seperti Virginia Giuffre menjadi suara publik yang terang-terangan menyuarakan pengalaman mereka bersama Epstein. Ia mengklaim bahwa sejak usia 17 tahun dirinya direkrut untuk melakukan perjalanan bersama Epstein.

Tidak hanya dirinya karena ada banyak remaja seusianya saat itu yang masih di bawah umur juga direkrut untuk eksploitasi seksual Epstein dan beberapa nama besar lain dalam file yang saat ini viral.

Kesaksian ini termasuk foto bersama tokoh publik tertentu yang menimbulkan sorotan besar di media internasional serta memicu tekanan hukum dan publik untuk penyelidikan lebih jauh.

5. Penangkapan federal dan Gugatan Transparency Act (2019 dan 2025)

U.S. Department of Justice/Epstein Files

Pada 6 Juli 2019, Epstein kembali ditangkap oleh jaksa federal di New York atas dakwaan sex trafficking anak di bawah umur yang meliputi eksploitasi sejak awal 2000-an. Namun, sebelum sempat diadili, Epstein ditemukan tewas di sel tahanan pada 10 Agustus 2019 saat menunggu sidang atas kasus ini.

Setelah kematiannya, perhatian publik tak reda. Pada akhir 2025, Kongres AS mengesahkan Epstein Files Transparency Act, memaksa Departemen Kehakiman untuk merilis jutaan dokumen yang berkaitan dengan kasus itu, termasuk bukti, foto, dan berkas investigasi yang menunjukkan besarnya jaringan eksploitasi yang dijalankan Epstein.

6. Ghislaine Maxwell terbukti bersalah atas perekrutan dan grooming (2021)

Dok. Netflix

Ghislaine Maxwell yang merupakan mantan kekasih Epstein juga ikut diproses hukum dan pada 2021. Ia dinyatakan bersalah atas sex trafficking anak di bawah umur serta peranannya dalam merekrut dan berperan dalam men-grooming korban untuk keperluan Epstein.

Ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara karena keterlibatannya dalam membawa remaja di bawah umur ke dalam jaringan eksploitasi. Dari putusan itu, Ghislaine Maxwell menjaring anak-anak di bawah umur dari kontak awal hingga pengaturan pertemuan dengan Epstein.

7. Rilis dokumen besar-besaran dan investigasi lanjutan (2026)

Dok. Netflix

Pada awal 2026, Departemen Kehakiman AS merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen Epstein Files. Dokumen itu termasuk sejumlah besar bukti, foto, dan video yang berkaitan dengan kasus eksploitasi anak serta hubungan Epstein dengan tokoh terkenal lain di dunia, bahkan yang tengah berkuasa saat ini.

Publikasi berkas ini memicu investigasi baru terkait human trafficking di negara lain seperti Latvia. Pasalnya dokumen tersebut menunjukkan model dan warga negara asing yang berpotensi direkrut dan dieksploitasi untuk tujuan serupa.

Itulah tadi informasi mengenai kronologi dan rangkuman kasus Jeffrey Epstein, grooming hingga perdagangan anak. Semoga menjadi pembelajaran untuk kita semua.

Editorial Team