6 Hal yang Harus Diketahui Saat Mengajar Anak untuk Berkata “Tidak"

Anak harus diajar untuk berkata tidak, ini melindunginya dari bahaya yang mungkin terjadi

10 Juni 2019

6 Hal Harus Diketahui Saat Mengajar Anak Berkata “Tidak"
Freepik/wavebreak

Anak terus belajar mengenai segala hal. Mereka juga mudah dipengaruhi oleh lingkungannya. Salah satu hal yang harus dipelajari oleh anak Mama adalah menolak dan mengalami penolakan.

Seorang anak harus belajar untuk menegaskan penolakan terhadap sesuatu yang tidak mereka sukai atau setujui. Hal ini tentunya tidak mudah tetapi Mama bisa memberi pengertian dan mengajarkan bagaimana caranya berkata tidak.  

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui Mama saat mengajar anak untuk berkata "tidak".

1. Kapan waktunya untuk mengatakan tidak

1. Kapan waktu mengatakan tidak
Freepik

Anak mungkin tidak yakin atau tidak tahu kapan harus menolak sesuatu. Ada berbagai situasi yang dialami atau dilihat oleh anak setiap hari yang dapat mempengaruhi pandangan atau pendapat anak.

Sebagai orangtua, sangat penting untuk membantu anak memahami situasi apa yang tidak dapat diterima dan bagaimana mereka harus mengungkapkannya. Mampu mengatakan tidak juga akan melindungi anak dari intimidasi dan pelecehan seksual.

2. Beritahu anak bahwa tidak masalah untuk menolak atau berkata tidak

2. Beritahu anak bahwa tidak masalah menolak atau berkata tidak
Pixabay/edsavi30

Cara terbaik bagi orangtua untuk membantu anak dalam menyatakan ketidaksukaan mereka adalah dengan menerima penolakan dari anak. Tentu saja, bukan berarti orangtua menerima setiap argumen yang dilontarkan anak. Namun, ketika anak diberi kebebasan untuk mengatakan tidak, itu membuat anak menjadi percaya diri.

Dengan menerima penolakan anak yang masuk akal, anak Mama belajar bahwa menolak itu bukan masalah besar. Asalkan ada alasan yang kuat dan dapat diterima.

Editors' Picks

3. Memilah kata “tidak” dari anak

3. Memilah kata “tidak” dari anak
Freepik/a3pfamily

Sebagai orangtua, Mama harus bisa memilih mana penolakan yang bisa dikabulkan dan mana yang tidak. Misalnya anak menolak untuk tidur sesuai jadwal sedangkan jika anak tidak tidur tepat waktu, ia akan mengantuk keesokan harinya.

Dengan mengetahui apa yang tidak disukai oleh anak dan apakah itu baik atau buruk untuk anak, maka Mama dapat dengan mudah untuk mengambil keputusan. Tidak semua penolakan anak harus dikabulkan ya, Ma.

4. Gunakan kata-kata positif

4. Gunakan kata-kata positif
Freepik/Pressfoto

Untuk membantu anak menolak tanpa merasa marah atau takut, orangtua harus terus menggunakan kata-kata positif.

Ketika orangtua menunjukkan empati, anak merasa aman dalam berbagi tentang perasaan dan apa yang ada dalam pikiran mereka. Anak harus diingatkan terus menerus bahwa menyatakan ketidaksukaan itu perlu. Tetapi anak juga perlu belajar bahwa ada cara untuk menunjukkan penolakan tanpa emosi atau marah-marah. Mengasuh secara positif memang tidak mudah, Ma. Yuk dicoba.

5. Ajak anak untuk berbagi tentang perasaan mereka

5. Ajak anak berbagi tentang perasaan mereka
Freepik

Pendidikan kecakapan hidup terutama berfokus pada ikatan yang sehat antara orang tua dan anak. Salah satu cara untuk membangun ini adalah dengan mendorong anak untuk membagikan apa yang mereka alami dan rasakan.

Ketika anak menyatakan penolakan tentang apa pun, pertama-tama, hargai mereka karena telah membagikannya kepada Mama. Ini membentuk dasar kepercayaan pada alam bawah sadar mereka. Selanjutnya Mama dapat membantu untuk memperjelas dan lebih terbuka tentang apa yang tidak mereka sukai, alasan mereka menolak.

6. Hindari memaksa, mengontrol, dan mendikte

6. Hindari memaksa, mengontrol, mendikte
Freepik/peoplecreations

Mama ingin anak bisa berkata tidak atau menolak apa yang tidak ia setujui. Ini tidak bisa dilakukan secara instan. Jangan memaksa anak untuk bisa menolak sesuai. Sebaiknya tunggu sampai anak merasa nyaman untuk menyatakan penolakannya.

Mengontrol tindakan anak agar hasilnya sesuai yang Mama harapkan memang mudah tetapi biasanya tidak akan berlangsung lama. Mengontrol hanya akan membuat Mama stres dan anak pun tertekan.

Latih anak secara perlahan dan terus menerus. Tiap anak berbeda-beda. Ada yang dapat dengan mudah menyatakan penolakan, ada yang membutuhkan waktu.

Selamat mencoba!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.