Waspada, Ma! Berkedip Berlebihan Bisa Pertanda Penyakit

Ketahui alasan anak berkedip berlebihan, anak mungkin sakit atau stres

23 Juli 2019

Waspada, Ma Berkedip Berlebihan Bisa Pertanda Penyakit
pixabay.com/virginia332

Berkedip adalah cara mata melindungi diri dari ketegangan. Seorang anak rata-rata berkedip 3 hingga 17 kali per menit.

Berkedip berlebihan bisa menjadi pertanda ketidaknyamanan atau masalah mata. Ada berbagai macam penyebab mengapa anak sering berkedip. Cari tahu penyebabnya sehingga Mama dapat mengatasi masalah ini.

Yuk simak ulasan Popmama.com soal anak yang berkedip berlebihan.

Penyebab Berkedip Berlebihan

Penyebab Berkedip Berlebihan
Freepik

Ada sejumlah alasan yang menyebabkan anak berkedip lebih dari biasanya, antara lain:

  1. Kejang otot di wajah yang memengaruhi otot di dalam dan di sekitar mata. Kemarahan yang berlebihan dapat menyebabkan perkembangan kejang otot di wajah. Sebaiknya konsultasi dengan psikolog anak jika masalahnya adalah psikologis.
  2. Rabun jauh  merupakan salah satu penyebab umum berkedip berlebihan. Kunjungi spesialis mata dan periksa mata anak. Anak Mama mungkin membutuhkan kacamata.
  3. Jika anak terlalu banyak berkedip dan mata berair, bisa jadi anak mengalami alergi.
  4. Mata terlalu kering juga bisa menyebabkan anak sering berkedip. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kedipan mata yang berlebihan tetapi juga sensasi terbakar atau gatal di mata. Pastikan anak tidak menggosok matanya. Dokter biasanya akan meresepkan tetes mata atau tetes mata hidrasi untuk membantu meringankan iritasi.
  5. Ketegangan mata dapat menyebabkan kedipan yang berlebihan. Membaca dengan pencahayaan yang buruk, terlalu banyak menatap layar komputer atau gadget dan bahkan kurang tidur dapat menyebabkan ketegangan.
  6. Obsessive Compulsive Disorder (OCD) sering tidak terdiagnosis. Jika OCD cukup buruk, ini dapat menyebabkan kedipan mata yang cukup sering.
  7. Infeksi yang disebabkan oleh ketombe atau bakteri di mata dapat menjadi alasan anak berkedip terus-menerus. Infeksi ini dikenal dengan sebutan blepharitis.

Editors' Picks

Cara Terbaik untuk Menghentikan Anak Berkedip Berlebihan

Cara Terbaik Menghentikan Anak Berkedip Berlebihan
Pixabay/pexels

Ada beberapa tindakan yang dapat Mama lakukan untuk mengurangi kedipan mata yang berlebihan ini:

  • Lindungi mata

Menggunakan kacamata pelindung melindungi mata dari debu, sinar matahari dan iritasi lainnya.

  • Cegah mata kering

Makanan yang mengandung asam lemak Omega-3 membantu mencegah kekeringan pada mata dengan merangsang kelenjar air mata dan mengurangi peradangan.

  • Kelola stres

Bantu anak mengelola stress. Cari tahu apa penyebab anak menjadi stres lalu bersama-sama mencari jalan keluarnya.

  • Terapkan pola makan dan gaya hidup sehat

Makan makanan yang kaya nutrisi, minum banyak air, dan mengadopsi gaya hidup sehat membantu menjaga kesehatan mata dan mengurangi kedipan mata yang berlebihan.

  • Membersihkan mata dan konsumsi vitamin

Minta anak untu rutin mencuci matanya dengan air bersih. Konsumsi makanan yang mengandung seng dan vitamin A juga dapat membantu mengurangi kedipan mata yang berlebihan.

Tindakan Pencegahan

Tindakan Pencegahan
Freepik

Kesehatan mata sangatlah penting. Oleh karena itu, untuk melindungi mata, Mama dapat melakukan beberapa hal seperti:

  • Pastikan anak selalu membaca, menonton TV, atau menggunakan gadget di ruangan yang terang.
  • Cukup tidur setiap hari.
  • Batasi penggunaan gadget.
  • Olahraga rutin tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh tetapi juga mata.
  • Beri anak suplemen vitamin jika dibutuhkan.

Penting untuk diingat bahwa mata yang berkedip berlebihan pada anak bukanlah sesuatu yang fatal atau tidak dapat diperbaiki. Jika Mama melihat tanda-tanda di bawah ini, sebaiknya segera membawa anak ke dokter untuk diperiksa:

  • Anak sering menggosok matanya.
  • Anak kesulitan membuka matanya setelah bangun di pagi hari.
  • Anak menyipitkan matanya untuk membaca tulisan yang jaraknya jauh.
  • Salah satu atau kedua matanya sering berwarna merah.
  • Anak berkedip lebih dari 17 kali per menit secara teratur.
  • Anak sering marah atau menunjukkan tanda-tanda stres.
  • Anak cenderung panik dan tidak bisa duduk diam jika segala sesuatu di ruangan itu tidak teratur. Ini menunjukkan OCD.

Jangan panik jika Mama melihat anak berkedip secara berlebihan. Ikuti instruksi dokter anak dan pantau anak dengan cermat.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;