Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tips agar Kamar Tidur Anak Tidak Pengap, Rutin Bersihkan Debu
Pexels/Christopher Moon
  • Buka jendela pada pagi atau sore hari agar udara segar masuk, serta gunakan exhaust fan atau kipas bila ventilasi terbatas dan pastikan furnitur tidak menghalangi ventilasi.

  • Jaga kamar tetap lega dan bersih dengan mengurangi barang menumpuk, menata penyimpanan, serta rutin membersihkan debu pada furnitur, lantai, sprei, selimut, sarung bantal, dan tirai.

  • Atur kenyamanan suhu melalui penggunaan kipas atau AC yang tepat, perlengkapan tidur ringan, pengurangan perangkat penghasil panas, serta tanaman indoor aman yang dirawat tanpa menambah kelembapan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamar tidur yang nyaman menjadi salah satu hal penting agar anak bisa beristirahat dengan lebih tenang. Namun, sirkulasi udara yang kurang baik dapat membuat kamar terasa pengap, panas, dan kurang nyaman, terutama jika ruangan jarang mendapatkan udara segar.

Kondisi kamar yang pengap bisa membuat anak lebih mudah merasa gerah saat tidur. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memperhatikan kebersihan sekaligus memastikan sirkulasi udara di kamar tetap optimal.

Nah, berikut Popmama.com siap membahas beberapa tips agar kamar tidur anak tidak pengap.

Deretan Tips agar Kamar Tidur Anak Tidak Pengap

1. Buka jendela kamar anak di pagi atau sore hari

Pexels/ Thirdman

Sirkulasi udara yang baik menjadi salah satu kunci agar kamar anak tidak terasa pengap. Mama bisa membuka jendela pada pagi atau sore hari untuk membantu udara segar masuk dan menggantikan udara yang terperangkap di dalam ruangan.

Jika kamar tidak memiliki jendela yang cukup atau ventilasinya terbatas, pertimbangkan penggunaan exhaust fan atau kipas untuk membantu pergerakan udara. Pastikan juga tidak ada furnitur besar yang menutupi area ventilasi.

2. Jangan terlalu banyak menaruh barang di kamar

Pexels/Max Vakhtbovych

Kamar anak yang dipenuhi terlalu banyak barang bisa membuat ruangan terasa lebih sempit dan sirkulasi udara menjadi kurang optimal. Mainan, buku, pakaian, hingga berbagai dekorasi sebaiknya ditata dengan rapi dan tidak menumpuk di satu area.

Mama bisa memilih furnitur multifungsi atau menyediakan kotak penyimpanan agar barang-barang anak tetap tertata. Selain membuat kamar terasa lebih lega, cara ini juga memudahkan Mama saat membersihkan ruangan anak.

3. Rutin membersihkan kamar dari debu

Unsplash/Dina Badamshina

Debu yang menumpuk bukan hanya membuat kamar terlihat kotor, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas udara di dalam ruangan. Oleh karena itu, bersihkan lantai, meja, rak, dan permukaan furnitur secara rutin agar kamar anak tetap nyaman.

Jangan lupa mencuci sprei, sarung bantal, selimut, dan tirai secara berkala. Area-area tersebut bisa menjadi tempat menumpuknya debu, sehingga perlu diperhatikan saat Mama melakukan kegiatan bersih-bersih.

4. Gunakan kipas atau AC dengan bijak

Pexels/NEOSiAM 18+

Kipas angin maupun AC dapat membantu menjaga suhu kamar tetap nyaman ketika udara terasa panas. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi ruangan dan kenyamanan anak.

Jika menggunakan kipas, hindari mengarahkan angin secara langsung dan terus-menerus ke tubuh anak. Sementara itu, bila memakai AC, pastikan filter dibersihkan secara rutin agar udara yang berembus tetap bersih dan sirkulasinya berjalan optimal.

5. Pilih sprei dan perlengkapan tidur yang nyaman

Freepik/freepik

Material perlengkapan tidur juga bisa memengaruhi rasa nyaman anak ketika berada di kamar. Mama dapat memilih sprei, selimut, dan pakaian tidur dengan bahan yang ringan serta dapat menyerap keringat dengan baik.

Hindari penggunaan selimut atau bedding yang terlalu tebal ketika suhu kamar sedang panas. Selain membuat anak lebih mudah berkeringat, perlengkapan tidur yang terlalu tebal juga dapat membuat suasana kamar terasa semakin gerah.

6. Kurangi barang yang menghasilkan panas

Pexels/Taryn Elliott

Beberapa perangkat elektronik dapat menghasilkan panas ketika digunakan dalam waktu lama. Televisi, komputer, lampu tertentu, hingga perangkat elektronik lainnya sebaiknya tidak dinyalakan terus-menerus di kamar anak jika memang tidak diperlukan.

Mama juga bisa memilih lampu dengan tingkat pencahayaan yang sesuai dan mematikan perangkat elektronik ketika anak sudah tidur. Dengan begitu, panas yang dihasilkan di dalam ruangan bisa diminimalkan.

7. Tambahkan tanaman yang sesuai untuk dalam ruangan

Unsplash/Nicolas J Leclercq

Tanaman hias tertentu dapat menjadi pilihan untuk membuat kamar terasa lebih segar sekaligus mempercantik ruangan. Namun, Mama sebaiknya tetap memperhatikan jenis tanaman yang ditempatkan di kamar anak dan memilih tanaman yang aman.

Beberapa tanaman yang bisa jadi pilihan untuk ditempatkan di dalam ruangan, antara lain:

  • Lidah mertua (snake plant): mudah dirawat dan tahan terhadap kondisi cahaya yang beragam.

  • Lidah buaya (aloe vera): bisa ditempatkan di area yang mendapat cukup cahaya.

  • Spider plant: cocok untuk indoor dan cukup mudah dirawat.

  • Parlor palm: tanaman indoor yang cukup mudah dirawat dan cocok untuk mempercantik kamar.

Meski begitu, jangan terlalu banyak menaruh tanaman karena tanah yang lembap berpotensi meningkatkan kelembapan ruangan jika tidak dirawat dengan baik.

Pastikan tanaman mendapatkan perawatan tepat dan kamar tetap memiliki ventilasi yang cukup agar tidak justru terasa lembap dan pengap.

Nah, itu dia beberapa tips agar kamar tidur anak tidak pengap. Semoga bisa diterapkan, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article