Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral Tren Squishy Dipanaskan Lalu Meledak, Anak Ini Alami Luka Bakar
Businessinsider.com
  • Violet Zerbst, gadis 10 tahun, mengalami luka bakar serius pada wajah, bibir, dan mulut setelah squishy yang dipanaskan 30 detik di microwave meledak saat diremas.

  • Lebih dari lima anak dilaporkan mengalami insiden serupa, beberapa membutuhkan operasi dan cangkok kulit.

  • CPSC Amerika Serikay memeringati squishy tidak boleh dipanaskan karena dapat meledak dan menyemburkan isi panas. Orangtua diimbau mendampingi anak serta mengedukasi risiko tren media sosial.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Media sosial kembali memunculkan tren berbahaya yang menyasar anak-anak.

Kali ini, tren memanaskan squishy di microwave telah membuat beberapa anak yang mengikutinya mengalami luka bakar serius.

Violet, gadis berusia 10 tahun asal Australia menjadi salah satu korban setelah mencoba tren tersebut. Ia mengalami luka bakar di wajah, bibir, dan mulutnya akibat mainan yang meledak.

Mirisnya lagi, kejaeian ini bukanlah kasus pertama, Ma. Lebih dari lima anak dilaporkan mengalami hal serupa setelah mengikuti tren yang sama.

Para orangtua pun diimbau untuk lebih waspada dan selalu mendampingi anak saat bermain, terutama saat mengakses media sosial.

Untuk menjadi perhatian bersama, berikut Popmama.com rangkumkan ulasan selengkapnya.

1. Kronologi Violet Zerbst mengalami luka bakar

Businessinsider.com

Violet Zerbst mengikuti tren di media sosial dengan memanaskan squishy di dalam microwave. Tujuannya agar mainan itu menjadi lebih lembut, seperti yang ia lihat dalam video viral.

Melansir dari Business Insider, Violet memasukkan squishy ke dalam microwave selama sekitar 30 detik.

Setelah dikeluarkan, Violet mencoba meremasnya, namun mainan itu tiba-tiba meledak dan mengenai wajahnya.

Akibatnya, wajah, bibir, dan mulut Violet mengalami luka bakar serius dan harus dirawat di rumah sakit selama sekitar satu minggu untuk pemulihan.

Namanya bukan bukan satu-satunya korban, Ma.

Dari sumber yang sama menyebutkan bahwa lebih dari lima anak dilaporkan mengalami kejadian serupa, bahkan beberapa di antaranya membutuhkan operasi dan skin graft.

2. Apa itu squishy dan mengapa berbahaya?

Businessinsider.com

Squishy sendiri adalah mainan dengan tekstur kenyal, berbusa, atau seperti gel yang termasuk kategori "sensory toys".

Mainan ini mirip dengan fidget spinner, kinetic sand, dan magnetic balls yang populer di kalangan anak-anak.

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas squishy meroket pesat, tak hanya dikalangan anak tapi juga orang dewasa.

Instagram dan TikTok dipenuhi video memuaskan tangan yang meremas mainan dengan berbagai bentuk itu. Namun, di balik kepopulerannya, muncul laporan mengkhawatirkan.

Mulai dari kebocoran, bau kimia pada squishy, terbaru meledak karena tren memanaskan,

America's Poison Centers mengungkapkan bahwa lebih dari separuh dari 11.500 laporan tentang squishy sejak 2024 terjadi pada enam bulan pertama tahun 2026.

3. Peringatan penting untuk orangtua

Businessinsider.com

CPSC di Amerika Serikat mengeluarkan peringatan resmi agar squishy tidak dipanaskan di dalam microwave.

Squishy yang dipanaskan bisa meledak dan menyemburkan isi panas yang berisiko menyebabkan luka bakar serius.

Berbagai tren di media sosial yang anak lihat dan tidak dibarengi dengan pengetahuan inilah yang kemudian membuat mereka bisa dalam bahaya, Ma.

Orangtua perlu mendampingi anak saat bermain, terutama jika mereka meniru tren dari media sosial.

Pastikan anak memahami bahwa tidak semua tren viral aman untuk diikuti. Pastikan juga Mama memahami apa dampak dari tren yang akan diikutinya.

Edukasi tentang bahaya tren viral juga penting diberikan sejak dini. Dengan begitu, anak lebih berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh konten media sosial yang belum tentu aman.

Selain itu, awasi juga jenis mainan yang dimiliki anak dan baca aturan penggunaannya.

Yuk, lindungi anak dengan pendampingan dan edukasi yang tepat. Jangan sampai mainan yang seharusnya menghibur justru mendatangkan bahaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article