Minta Uang Sekolah, Remaja di Bandung Tewas Dianiaya Papanya

RR meninggal dunia setelah terlibat dalam pertengkaran keluarga yang bermula dari permintaan uang untuk kebutuhan sekolah.
Polisi menyebut RR mengalami kekerasan fisik setelah berusaha membela ibunya dalam pertengkaran tersebut.
DR ditetapkan sebagai tersangka setelah ibu RR melapor dan polisi menemukan cedera akibat kekerasan benda tumpul.
Seorang remaja berinisial RR (15) di Cicalengka, Kabupaten Bandung, meninggal dunia setelah diduga dianiaya papa kandungnya sendiri, DR (37). Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (19/10/2026) setelah muncul pertengkaran di dalam keluarga terkait uang Rp500 ribu.
Menurut keterangan kepolisian yang dikutip dari ANTARA, uang tersebut semula disiapkan ibu RR untuk membayar uang pangkal sekolah anaknya. Namun, DR diduga meminta uang itu untuk digunakan bermain judi online.
Pertengkaran kemudian memuncak hingga RR yang berusaha membela sang Mama justru menjadi sasaran kekerasan.
Berikut Popmama.com angkum kronologi lengkap kasus tersebut.
Table of Content
1. Pertengkaran bermula dari uang Rp500 ribu untuk sekolah RR

Pexels/Michelle Hart Peristiwa bermula sekitar pukul 18.00 WIB di Kampung Dungus Maung, Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka. DR meminta uang sebesar Rp500 ribu kepada istrinya, SS (33), hingga terjadi perselisihan di antara keduanya.
Berdasarkan keterangan Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto, menyebut uang tersebut sebelumnya telah disiapkan untuk membayar uang pangkal sekolah RR. Namun, dari keterangan yang diperoleh polisi, DR diduga ingin menggunakan uang tersebut untuk bermain judi online.
Detail bahwa uang tersebut berkaitan dengan kebutuhan sekolah membuat persoalan ini terasa semakin ironis karena RR sendiri masih berstatus pelajar kelas 10 SMK.
2. RR berusaha membela sang Mama saat pertengkaran terjadi

Pexels/MART PRODUCTION Saat kedua orangtuanya bertengkar, RR disebut tidak tinggal diam. Remaja berusia 15 tahun itu berusaha membantu sang Mama dan menegur papanya karena dianggap memperlakukannya dengan kasar.
RR berusaha membantu sang Mama, tetapi tindakan tersebut justru diduga memicu kemarahan DR. Polisi menyebut sang Papa kemudian melampiaskan emosinya kepada anak kandungnya sendiri hingga terjadi kekerasan fisik.
3. RR diduga dicekik, ditendang, hingga dilempar lampu

Pexels/cottonbro studio Berdasarkan keterangan kepolisian yang dikutip ANTARA, DR diduga memiting leher RR selama sekitar 10 menit. Korban juga disebut ditendang pada bagian leher dan belakang kepala masing-masing satu kali.
Selain itu, polisi menyebut RR mengalami pemukulan dan sempat dilempar menggunakan lampu. Kekerasan tersebut menyebabkan RR tersungkur dan tidak sadarkan diri. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
4. Hasil autopsi menemukan kekerasan benda tumpul di kepala

Pexels/cottonbro studio Setelah RR meninggal dunia, pemeriksaan autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematiannya.
Hasilnya menunjukkan adanya resapan darah di bagian belakang kepala akibat kekerasan benda tumpul. Menurut polisi, cedera seperti itu dapat disebabkan oleh pukulan maupun tendangan.
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar dalam proses penyidikan terhadap DR setelah kematian anak kandungnya.
5. Sang Mama melapor polisi, DR ditangkap malam itu juga

Pexels/Ron Lach Setelah kejadian, SS selaku ibu RR melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Cicalengka pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 22.48 WIB. Polisi kemudian mengamankan DR pada malam yang sama.
DR selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menjeratnya dengan Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang-Undang Perlindungan Anak serta sejumlah pasal dalam KUHP baru. Ancaman hukumannya disebut mencapai 15 tahun penjara.
Kasus RR menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam rumah tangga dapat menempatkan anak dalam posisi yang sangat berbahaya. Dalam kasus ini, RR justru kehilangan nyawanya setelah berusaha melindungi sang Mama saat pertengkaran berlangsung.
Di sisi lain, persoalan judi online juga kembali muncul sebagai faktor yang menurut polisi melatarbelakangi konflik keluarga tersebut. Uang yang semula disiapkan untuk kebutuhan pendidikan RR justru disebut menjadi sumber pertengkaran yang berakhir tragis.






















