Hati-hati! 5 Pengalaman Buruk Masa Kecil Bisa Memicu Gangguan Psikopat

Hindari anak mama dari hal-hal buruk yang dapat memicu gangguan psikopat

28 Mei 2020

Hati-hati 5 Pengalaman Buruk Masa Kecil Bisa Memicu Gangguan Psikopat
Freepik/drobotdean

Mama kenal dengan istilah psikopat? Istilah yang satu ini mungkin sering kamu temukan di film-film berjenis thriller atau slasher horror. Psikopat merupakan salah satu penyimpangan sifat seseorang yang membuatnya memiliki rasa bersalah, ikatan emosional, dan empati yang rendah. 

Psikopat sendiri dikatakan sebagai gen bawaan dalam diri seseorang.

Namun ia tetap membutuhkan rangsangan dari peristiwa buruk atau traumatis saat kecil agar dapat membuatnya melekat dan tumbuh dalam sifat seseorang.  

Beberapa peristiwa dan mengalaman buruk saat kecil ternyata dapat menjadi pemicu psikopat. Yuk cari tahu apa saja itu di Popmama.com.

Penting juga bagi Mama untuk menghindarkan anak dari pengalaman-pengalaman yang berdampak buruk tersebut. 

1. Anak sering mengalami kekerasan di masa lalu

1. Anak sering mengalami kekerasan masa lalu
Pexels/Pixabay

Psikopat seringkali melakukan tindak kekerasan yang merugikan pihak yang menjadi korbannya. Seorang dengan gangguan ini akan melakukan hal tersebut tanpa rasa kasihan sama sekali. 

Sifatnya yang tega dan tak berperasaan ketika menyiksa korban mungkin timbul dan tumbuh dari peristiwa serupa yang ia alami saat masih kecil. Peristiwa tersebut berbekas dan membuatnya ingin melampiaskan luka masa lalunya pada orang lain.

Umumnya, ketika seorang anak mengalami kekerasan saat kecil, ia akan semakin terbiasa dan kebal seiring bertambah dewasa. Parahnya ia akan berbalik melakukan tindak kekerasan itu pada orang lain. 

Editors' Picks

2. Tidak mendapat perhatian dan kasih sayang yang cukup dari orang tua

2. Tidak mendapat perhatian kasih sayang cukup dari orang tua
Freepik/drobotdean

Di usia tumbuh kembangnya, perhatian dan kasih sayang dari orang tua menjadi salah satu hal yang anak butuhkan. Kurangnya afeksi dan perhatian semasa kecil akan menimbulkan gangguan psikopat.

Kurangnya kasih sayang dan afeksi ini ditunjukan dalam bentuk orangtua yang terlalu acuh, tidak pernah di rumah, atau anak hidup tanpa orangtua.

Saat seorang anak kehilangan kasih sayang dan afeksi dari orangtuanya, ia akan kelilangan keamanan emosionalnya juga. Inilah yang menjadi bibit tumbuhnya gangguan psikopat di dalam dirinya. 

3. Anak pernah mengalami peristiwa traumatis

3. Anak pernah mengalami peristiwa traumatis
Pexels/Matheus Bertelli

Peristiwa traumatis yang dialami seseorang di masa lalunya seringkali menjadi pemicu gangguan psikologi, tak terkecuali gangguan psikopat. Satu pengalaman traumatis cukup untuk merusak mentapnya. Sebut saja pengalaman seperti pelecehan seksual. 

Schraft, dkk (2006) melakukan penelitian terhadap remaja perempuan dengan gangguan psikopat. Datanya membuktikan bahwa sekitar 76 persen responden terbukti pernah mengalami pelecehan seksual.

Pengalaman itulah yang merusak perkembangan emosional dan empati seseorang. Hingga ia tumbuh dengan gangguan psikopat.

4. Anak terbiasa melihat kekerasan

4. Anak terbiasa melihat kekerasan
Freepik

Anak akan mudah untuk meniru apa yang mereka lihat setiap harinya. Ini berlaku juga ketika sedari kecil anak dibiasakan melihat hal-hal yang berbau kekerasan. Pribadinya yang masih belum mengerti baik atau buruk akan membenarkan tindakan tersebut melalui faktor kebiasaan.

Suatu penelitian yang dilakukan oleh Doktor psikologi klinis di University of Wisconsin-Madison, Monika Dargis dengan melibatkan 130 narapidana yang mengalami gangguan psikopat menemukan bahwa anak yang terbiasa dengan kekerasan dapat memicunya menjadi psikopat. 

5. Hidup dengan orang tua yang otoriter

5. Hidup orang tua otoriter
Freepik

Ternyata penyebab seseorang tumbuh menjadi seorang psikopat bukan hanya dari pengalaman buruk yang ia terima saat kecil, namun juga bisa timbul dari pola asuh orang tua. 

Sebuah penelitian menyatakan bahwa salah satu pola asuh orang tua yang berpengaruh ialah pola asuh yang otoriter. Orang tua dengan pola asuh ini umumnya memberikan tekanan, paksaan, dan perintah secara bertubi-tubi.

Seolah orangtua memiliki kuasa penuh terhadap anak. 

Sikap otoriter juga membuat anak seringkali menerima hukuman keras.Tindakan ini lama-kelamaan akan merusak kondisi emosional dan mental anak. 

Itulah 5 pengalaman buruk semasa kecil yang dapat memicu seseorang menjadi psikopat. Tidak salah memang jika mendidik anak secara tegas, namun Mama harus memperhatikan tindakanmu. Sebaiknya tidak terlalu keras dan menggunakan hukuman fisik terhadap kesalahannnya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.