Kesalahan fatal yang kerap dilakukan Papa adalah menjadi penyelamat saat Mama sudah melarang. Mama pasti sering kali merasa jengkel ketika Papa bersikap demikian, kan?
Ketika Mama sudah mengatakan nggak, Papa juga nggak boleh mengatakan iya di depan anak. Tindakan itu justru bisa merusak wibawa Mama dan membuat anak belajar menyepelekan Mamanya karena merasa memiliki sandaran dari Papa.
Lebih lanjut, Mama Vita menyarankan protokol satu suara, yakni setiap kali anak merengek kepada Papa, cukup jawab dengan kalimat, "Kata Mama bagaimana? Kalau Mama bilang nggak, berarti Papa juga nggak."
Hal ini menunjukkan bahwa manajemen orangtua dalam mendidik anaknya itu solid dan tak bisa dipecah belah oleh siapa pun, termasuk anak sendiri.
Jadi, dapat digarisbawahi bahwa sebagai orangtua, kita perlu saling mendukung dan jalan beriringan untuk kepentingan anak, Ma, Pa.
Jika Papa nggak setuju dengan keputusan Mama, tegurlah Mama secara privat di dalam kamar, bukan di depan anak. Di depan anak, Mama dan Papa harus tampak sebagai satu paket yang utuh.
Jangan biarkan anak belajar 'politi'k dua kaki sejak dini, karena konsistensi dan kesatuan suara orangtualah yang menjadi fondasi utama rasa hormat anak terhadap kita sebagai orangtua.