5 Manfaat Penting Pendidikan Seks Anak yang Dilakukan Sejak Dini

Salah satu manfaatnya adalah ia tidak akan menjadi orang dewasa yang cabul

22 September 2018

5 Manfaat Penting Pendidikan Seks Anak Dilakukan Sejak Dini
Pixabay/Edsavi30

Topik seputar seks tak lagi menjadi sesuatu yang tabu untuk diperbincangkan dengan anak. Sebaliknya, sejumlah pakar dan psikolog justru menganjurkan para orangtua untuk sedini mungkin mengenalkan pendidikan seks kepada anak, mengingat perkembangan teknologi dewasa ini memudahkan siapa saja, termasuk anak-anak, untuk mengakses berbagai macam informasi.

Kebayang kan bagaimana jika anak menerima informasi yang berkaitan dengan seks dan pornografi tanpa bimbingan dan arahan dari orangtua?

Efek terburuknya, anak Mama bisa jadi kecanduan mengkonsumsi konten pornografi yang tentu saja bisa berakibat fatal terhadap perilaku dan pola pikirnya di kemudian hari.

Bagaimana cara menyampaikan informasi yang tepat dan benar kepada anak?

Arti ‘tepat’ disini sebenarnya merujuk pada porsi konten pendidikan seks yang diberikan harus menyesuaikan usia anak. Orangtua harus terbuka dan obyektif dalam memberikan informasi perihal seks kepada anak, sehingga mereka dapat mudah memahaminya.

Simak alasan dibalik pentingnya pendidikan seks usia dini agar Mama semakin yakin untuk melindungi si Kecil dari kejahatan seks dan pornografi yang kini semakin dekat mengintai anak-anak dan remaja.

1. Anak mengenal bagian tubuhnya

1. Anak mengenal bagian tubuhnya
Pixabay/Splitshire

Pada anak usia 4-10 tahun (early age), Mama bisa memulainya dengan mengenalkan nama dan fungsi anggota tubuh yang dimiliki oleh anak. Beri tahu bagian tubuh mana saja yang boleh dan tidak boleh dipegang atau dilihat oleh orang lain. Dengan demikian, anak dapat menjaga dan menghargai tubuhnya sendiri.

Dengan mengerti bahwa bagian tubuh tertentu tidak boleh dipegang orang lain, anak akan menghormati pula bagian tubuh orang lain. Sehingga ia tidak akan mengintip atau berusaha memegang bagian tubuh orang lain yang terlarang. Ia juga akan mengerti bahwa jika dipaksa melakukan itu, ia berarti sedang mengalami bahaya. 

2. Anak akan lebih terbuka pada orangtua

2. Anak akan lebih terbuka orangtua
Pixabay/1041483

Seks adalah topik yang sangat sensitif untuk dibicarakan, terutama oleh setiap anak menjelang usia remaja. Namun dengan memberikan pengertian yang tepat seputar seks dan orangtua dapat memposisikan diri sebagai sahabat yang mampu merangkul tanpa menghakimi, anak Mama pasti akan lebih terbuka menceritakan segala sesuatunya, termasuk seks!

Nah, ketika anak lebih santai dan terbuka berbicara tentang seks kepada orangtua, kemungkinan besar dia akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan terbuka kepada orangtuanya.

Editors' Picks

3. Anak mampu memproteksi dirinya sendiri

3. Anak mampu memproteksi diri sendiri
Pixabay/Antlantios

Informasi yang Mama berikan menjadi bekal bagi anak untuk melindungi dirinya sendiri. Anak akan lebih sigap membaca situasi dan membentengi diri ketika ada orang yang memperlakukan dia secara tidak sopan, baik secara verbal atau berupa tindakan yang mengarah pada perilaku seks.  

Ia juga akan memiliki kecenderungan untuk tidak melakukan hal-hal yang terkait dengan seks bebas. Ini akan menghindarinya dari perilaku seks pra-nikah, kehamilan dini, dan penyakit menular seksual. 

4. Anak siap menerima perubahan fisik dan emosi pada dirinya

4. Anak siap menerima perubahan fisik emosi dirinya
Pixabay/Cuncon

Bicara tentang seks tidak melulu soal hubungan intim lho, Ma. Informasi yang diberikan pada anak bisa mengarahkan pada masa pubertas yang akan segera dialami oleh anak.

Inilah saat yang tepat bagi Mama untuk menjelaskan perubahan apa yang akan terjadi pada fisik dan emosi anak saat ia mengalami masa puber dan apa kaitannya dengan perilaku seks.

Dengan begitu, anak Mama tidak akan kaget dan dapat menghadapinya dengan bijak saat masa puber itu datang.

5. Anak terhindar dari pergaulan seks bebas

5. Anak terhindar dari pergaulan seks bebas
Pixabay/Stocksnap

Saat anak Mama memasuki masa remaja, pergaulan bebas adalah isu utama yang perlu diwaspadai. Bekali ia dengan pemahaman yang tepat tentang berinteraksi dengan lawan jenis dan risiko yang muncul jika ia melakukan seks bebas di usia dini.

Dengan begitu, anak mampu menjaga dirinya agar tidak terpengaruh pada lingkungan pergaulannya serta mampu menghargai tubuhnya sendiri untuk tidak disentuh oleh lawan jenisnya.

Jadi, sudah tidak ada alasan lagi untuk menunda pendidikan seks untuk anak ya, Ma. Hal ini menjadi sangat penting ditengah gejolak pergaulan anak-anak dan remaja yang semakin mengkhawatirkan. Lebih baik mencegah daripada menyesal di kemudian hari.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.