Keuntungan Homeschooling Bagi Perkembangan Anak. Pertimbangkan ya, Ma!

Apa saja ya dampak positif dan negatifnya terhadap anak?

14 Oktober 2021

Keuntungan Homeschooling Bagi Perkembangan Anak. Pertimbangkan ya, Ma
Pixabay/Ddimitrova

Dewasa ini tren menyekolahkan anak di rumah atau dikenal dengan sebutan homeschooling kian meningkat. Sebagian besar alasan orangtua memilih sistem pendidikan ini adalah fleksibilitas waktu dan sistem belajar yang lebih fokus. Benarkah?

Di Indonesia sendiri, homeschooling telah menjadi sistem pendidikan yang legal. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 129 tahun 2014, yang menyebutkan bahwa homeschooling adalah proses layanan pendidikan secara sadar dan terencana dilakukan oleh orangtua atau keluarga di rumah atau tempat dengan suasana kondusif.

Orangtua yang memilih sistem pendidikan ini bahkan wajib melapor kepada dinas pendidikan di tingkat kabupaten atau kota.

Secara umum, homeschooling merupakan suatu metode pendidikan dimana orangtua bertanggung jawab penuh atas pendidikan anak dengan menggunakan rumah sebagai tempat belajarnya.

Dalam hal ini orangtua lah yang menentukan segala sesuatu terkait proses belajar anak di rumah, mulai dari menyusun materi belajar hingga bagaimana cara penyampaiannya.

Meski demikian, dibalik sisi positif dari homeschooling rupanya terdapat efek negatif yang mungkin akan dialami oleh anak. Perhatikan ulasan Popmama.com berikut ini, Ma.

Editors' Pick

Keuntungan Homeschooling

Keuntungan Homeschooling
Pixabay/Geralt

Berikut ini adalah rangkuman dari keuntungan homeshooling bagi anak:

  • Suasana belajar kondusif. Manfaat yang paling dirasakan dari homeschooling adalah suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Direct teaching antara orangtua sebagai pengajar dan anak membuat kegiatan belajar jadi terasa lebih santai, menyenangkan dan fokus. Anak pun lebih mudah memahami materi belajar yang diberikan dan langsung mengimplementasikannya.
  • Fleksibel. Berbeda dengan rutinitas belajar di sekolah umum, homeschooling memungkinkan orangtua dan anak menentukan jam belajar, berapa lama waktu belajarnya sekaligus materi belajar apa yang ingin dipelajari.
  • Anak sebagai subyek belajar. Anak-anak homeschooling dilatih kemandiriannya serta tanggung jawabnya dalam menentukan tema atau subyek belajar yang ingin dipelajari. Maka secara tidak langsung, ia pun menjadi subjek dari proses belajar mengajar. Anak bahkan bisa mempelajari lebih dalam materi pelajaran yang disukainya.
  • Pergaulan yang aman. Dengan homeshooling, anak-anak terhindar dari pergaulan bebas serta perilaku buruk dari teman-temannya. Orangtua bisa mengamati serta mengarahkan secara langsung perkembangan anaknya.
  • Menciptakan individu kreatif. Orangtua dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki anak dengan memberikannya peluang untuk kreatif memilih dan mendalami materi belajar yang disukainya. Hal ini tentu jauh berbeda dengan program belajar yang diberikan oleh sekolah umum dimana materi belajarnya sudah standar dan tidak bisa diubah.

Kerugian Homeschooling

Kerugian Homeschooling
Pixabay/PublicDomainPictures

Dibalik sisi positif yang didapat dari menyekolahkan anak di rumah (homeschooling), sistem pendidikan ini rupanya juga memiliki dampak negatif bagi perkembangan anak.

Berikut ini adalah beberapa kerugian homeschooling bagi anak dan orangtua:

  • Menyita waktu orangtua. Dibutuhkan komitmen yang tinggi dari orangtua dan anak dalam penyelenggaraan homeschooling ini. Salah satu bentuknya, orangtua perlu meluangkan waktu lebih banyak untuk mendampingi anak selama proses belajar. Pada anak-anak usia dini, peran orangtua dalam mengatur dan menyusun materi belajar masih sangat dibutuhkan, sehingga terkadang hal ini akan mengganggu aktivitas lain.
  • Sulit bersosialisasi. Efek utama yang dirasakan oleh anak yang mengikuti program homeschooling ini berkaitan dengan kehidupan sosialnya. kehidupan sosial anak terbatas pada interaksi antara dirinya dan pengajar, dibandingkan anak-anak seusianya yang mungkin bisa mendapatkan lebih banyak teman di sekolah formal. Untuk mengatasi hal ini, Mama bisa mengikutsertakan anak dalam kegiatan tambahan diluar, misalnya seperti futsal atau les musik, agar anak tetap terhubung dengan lingkungan anak sebayanya.
  • Fasilitas belajar terbatas. Guna memaksimalkan proses belajar terkadang membutuhkan fasilitas belajar yang memadai. Misalnya tersedianya lapangan sepak bola atau lapangan basket untuk mendukung kegiatan olahraga. Nah, fasilitas seperti inilah yang kadang sulit diwujudkan oleh orangtua yang memilih homeschooling. Kalaupun fasilitasnya ada, belum tentu teknik mengajarnya sesuai atau setara dengan Tenaga profesional yang dimiliki oleh sekolah formal.

Sudah paham kan Ma, kelebihan dan kekurangan memilih metode homeschooling bagi anak? Sebaiknya pertimbangkan secara matang sebelum memutuskan untuk menyekolahkan anak di sekolah formal atau homeschooling.

Baca juga:

The Latest